ANALISIS KEBUTUHAN SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK UNTUK KOMPLEKS PERUMAHAN BERBASIS SEL SURYA

Studi Kasus Perumahan Griya Bangka Pos Taman Kota 2 Pangkalpinang

  • Ardiansyah Ardiansyah
  • Wahri Sunanda
  • Irwan Dinata
Kata Kunci: array, battery, grid connected, solar photovoltaic

Abstrak

Penggunaan bahan bakar fosil sebagai sumber energi Utama akan mengakibatkan polusi udara yang dapat menimbulkan masalah bagi kesehatan manusia dan lingkungan. Masalah ini serius untuk tapi bisa diminimalisir secara bertahap Yaitu dengan mengganti atau mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap energi listrik fosil yang bersumber dari PLN dengan cara memberdayakan energi listrik yang dihasilkan secara mandiri oleh masyarakat dari proses konversi energi alternatif terbarukan dan ramah lingkungan. Salah satu upaya yang telah dikembangkan adalah PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya). Pembangkit Listrik Tenaga Surya adalah sistem pembangkit listrik yang memanfaatkan radiasi matahari sebagai sumber energi untuk menghasilkan listrik. PLTS yang dikaji dalam penelitian ini ada dua jenis, yaitu grid yang terhubung dengan sistem tenaga surya dengan baterai dan grid yang terhubung dengan sistem tenaga surya tanpa baterai. Secara keseluruhan total kebutuhan konsumsi energi listrik di Griya Bangka Pos sebesar = 9.380 kWh / hari. Dengan energi yang sinar matahari setiap hari pada 3,99 kWh / hari /. Kapasitas pembangkit fotovoltaik diperlukan oleh Ed = 2873.251 ≈ watt puncak (puncak 3000 Watt). Sistem PLTS yang paling mendekati kelayakan sistem surya yang terhubung grid yang tidak menggunakan batere untuk rumah kategori 900 VA. Total arus bersih diperoleh untuk sistem tenaga surya yang mempunyai Lifetime sekitar 25 tahun adalah Rp. 54.51887 juta, - dengan NPV sebesar (Rp. -37.731.130, -).

Diterbitkan
2018-09-07