MANAJEMEN ENERGI LISTRIK PADA FASILITAS PUBLIK MILIK PEMERINTAH

  • Eric Istrada
  • Wahri Sunanda
  • Fardhan Arkan
Kata Kunci: Audit energi, lux, Btu/hr, konservasi, intensitas konsumsi energi.

Abstrak

Rumah sakit merupakan sektor suatu bangunan dengan kebutuhan energi besar. Seperti penggunaan peralatan penerangan (lampu) dan pendingin (air conditioner). Untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi dirumah sakit, perlu dilakukan perhitungan audit energi atau konservasi, kemudian mencari alternatif peluang untuk penghematannya. Dalam menentukan jumlah lampu dan kapasitas daya (PK) AC (air conditioner) pada suatu ruangan harus berdasarkan standar lux dan BTU/hr yang telah ditentukan. Berdasarkan hasil perhitungan audit energi awal diperoleh total pemakaian energi listrik sebelum konservasi 11.942,8 kWh/bulan, biaya tagihan listrik Rp. 17.042.304 dan intensitas konsumsi energi listrik sebesar 5,13 kWh/m2 atau 61,56 kWh/m2/tahun. Hasil audit energi rinci peluang hemat energi pada peralatan pendingin dan penerangan diperoleh total pemakaian energi sebelum konservasi 9.570 kWh/bulan, setelah konservasi 8.501 kWh/bulan dengan biaya penghematan energi Rp. 1.525.643. Apabila dilakukan pergantian peralatan pendingin ac (air conditioning) diperoleh biaya peluang hemat energi (PHE) untuk peralatan ac sebesar Rp. 590.778. Sedangkan, nilai intensitas konsumsi energi setelah konservasi 4,76 kWh/m2/bulan atau 57,12 kWh/m2/tahun

Diterbitkan
2018-09-07