CATATAN TAMBAHAN IKAN ENDEMIK Betta schalleri DI BANGKA SELATAN dan IKAN YANG BERASOSIASI

  • Olivia Khanati Jurusan Akuakultur, Fakultas Pertanian Perikanan dan Biologi, Universitas Bangka Belitung
  • Lindiatika Lindiatika Jurusan Akuakultur, Fakultas Pertanian Perikanan dan Biologi, Universitas Bangka Belitung
  • Dona Lista Jurusan Akuakultur, Fakultas Pertanian Perikanan dan Biologi, Universitas Bangka Belitung
  • Ahmad Fahrul Syarif Jurusan Akuakultur, Fakultas Pertanian Perikanan dan Biologi, Universitas Bangka Belitung
  • Ardiansyah Kurniawan Jurusan Akuakultur, Fakultas Pertanian Perikanan dan Biologi, Universitas Bangka Belitung

Abstract

Betta schalleri, salah satu ikan endemik di Kepulauan Bangka Belitung, diketahui keberadaannya hanya di Pulau Bangka. Kajian tentang spesies ini masih sedikit dipublikasikan yang dimungkinkan karena semakin sulitnya ditemukan di habitat alami. penelitian ini mendeskripsikan tentang temuan B. schalleri di wilayah selatan Pulau Bangka dan jenis-jenis ikan yang juga ditemukan pada habitat yang sama. Betta schalleri ditemukan pada perairan aliran sungai di Kecamatan Air Gegas, Kabupaten Bangka Selatan. Ikan lain yang ditemukan berasosiasi di habitat yang sama adalah Desmopuntius hexazona, Puntius gemellus, Channa lucius, Trichopodus trichopterus, Hamirhampdon pogonognathus, Trigonopoma pauciperforatum, Trigonopoma gracile, Betta edithae, Betta chloropharynx, dan Sphaerichthys osphromenoides. Semua ikan yang ditemukan merupakan ikan endemik dan natif Sundaland.

Keywords: Bangka, Endemik, Sundaland, Native

Downloads

Download data is not yet available.

References

Syafei, L. S., & Sudinno, D. (2018). Ikan asing invasif, tantangan keberlanjutan biodiversitas perairan. Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan, 12(3), 149-165.
Fakhrurrozi, Y., Kurniawan, A., & Kurniawan, A. (2016). Pengembangan potensi Ikan Cempedik di Belitung Timur: Suatu pendekatan biologis dan etnobiologi. Scripta Biologica, 3(4).
Kurniawan, A., Subagja, J., Taufansyah, E., Bidayani, E., Putri, A. M., Lestari, B., ... & Syarif, A. F. (2022). Diseminasi pengembangan potensi ikan lokal Bangka Belitung kepada masyarakat perikanan indonesia. JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat), 3(1), 9-18.
Kottelat, M. and Ng, P. K. L. (1994). Diagnoses of five new species of fighting fishes from Banka and Borneo (Teleostei: Belontiidae). Ichthyol. Explor. Freshwaters 5: 65-78.
Kottelat, M., & Whitten, T. (1996). Freshwater fishes of Western Indonesia and Sulawesi: additions and corrections (p. 8). Hong Kong: Periplus editions.
Low, B.W. (2019a). Betta schalleri. The IUCN Red List of Threatened Species 2019: e.T91310721A91310733. https://dx.doi.org/ 10.2305/IUCN.UK.2019-2.RLTS.T91310721A 91310733.en. Accessed on 17 November 2023.
Tiurlan, E., Djunaedi, A., & Supriyantini, E. (2019). Analisis Aspek Reproduksi Kepiting Bakau (Scylla sp.) di Perairan Kendal, Jawa Tengah. Journal of Tropical Marine Science, 2(1), 29-36.
Aini, I. N. (2018). Etnomatematika: Matematika dalam Kehidupan Petani di Kabupaten Karawang. Teorema: Teori dan Riset Matematika, 2(2), 101-106.
Prianto, E., Puspasari, R., Oktaviani, D., & Aisyah, A. (2017). Status pemanfaatan dan upaya pelestarian ikan endemik air tawar di Pulau Sumatera. Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia, 8(2), 101-110.
Goldstein, R. J. (2015). The betta handbook. Sourcebooks, Inc..
Hui, T. H., & Ng, P. K. (2005). The fighting fishes (Teleostei: Osphronemidae: genus Betta) of Singapore, Malaysia and Brunei. The Raffles Bulletin of Zoology, 13, 43-99.
Kurniawan, A., Hariati, A. M., Kurniawan, A., & Wiadnya, D. G. R. (2021). First genetic record and the phylogenetic relationship of Osteochilus spilurus (Cyprinidae: Labeoninae) originating from Bangka and Belitung Islands, Indonesia. Biodiversitas Journal of Biological Diversity, 22(2).
Kurniawan, A., Nugroho, T. W., Triswiyana, I., Hariati, A. M., Kurniawan, A., & Wiadnya, D. G. R. (2021). Catatan spesimen pertama, morfologi, dan bentuk tubuh cyprinidae (osteochilus spilurus) dari anak sungai katingan, Kalimantan Tengah. Jurnal Sains Dasar, 10(2), 51-56.
Low, B.W. (2019b). Betta chloropharynx. The IUCN Red List of Threatened Species 2019: e.T2773A91307896. https://dx.doi.org/10. 2305/IUCN.UK.2019-2.RLTS.T2773A913078 96.en. Accessed on 17 November 2023.
Wargasasmita, S. (2002). Ikan Air Tawar Endemik Sumatra Yang Terancam Punah. Jurnal Iktiologi Indonesia, 2(2), 41-49.
Kurniawan, A., Prasetiyono, E., Syaputra, D. (2020). Analisis korelasi parameter kualitas perairan kolong pascatambang timah dengan umur berbeda. Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan, 11(2).
Kurniawan, A., & Mustikasari, D. (2021). Review tentang kemampuan ikan ekstremofil untuk hidup di perairan asam dan terkontaminasi logam berat pascapenambangan timah. Jurnal Ilmu Lingkungan, 19(3), 541-554.
Syarif, A. F., Valen, F. S., & Herjayanto, M. (2023). First DNA barcoding and phylogenetics of wild Betta edithae (Anabantiformes: Osphronemidae) from Belitung Island, Indonesia. Aquaculture, Aquarium, Conservation & Legislation, 16(5), 2626-2636.
Kurniawan, A.,. (2023). Sosialisasi bahaya kadar logam berat timbal pada ikan dari kolong bekas tambang di Desa Sungaiselan atas, Bangka Tengah. Literasi: Jurnal pengabdian masyarakat dan inovasi, 3(1), 97-102.
Kurniawan, A., Apriyanti, R., Safitri, A. M., Almaghribi, S. P. N., Syarif, A. F., & Kurniawan, A. (2023). Filogeografi Trigonopoma gracile dari Sungai Gedong, Bangka dan Catatan di Paparan Sunda berdasarkan gen COI. Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan, 14(1), 47-53.
Nur, B., Cindelaras, S., & Meilisza, N. (2017). Induksi Pematangan Gonad Ikan Gurami Cokelat (Sphaerichthys osphromenoides Canestrini, 1860) Menggunakan Pregnant Mare Serum Gonadotropin Dan Antidopamin. Jurnal Riset Akuakultur, 12(1), 69-76.
Shah, A. S. R. M., Zarul, H. H., Chan, K. Y., Zakara, R., Khoo, P., & Mashhor, M. (2006). A recent survey of freshwater fishes of the Paya Beriah peat swamp forest, north Perak, Malaysia. Journal of Bioscience, 17(1), 51-64.
Published
2023-11-19
Abstract viewed = 111 times
PDF downloaded = 81 times