TEKNIK KULTUR FITOPLANKTON Thalassiosira sp. SKALA LABORATORIUM DI PT. CENTRAL PROTEINA PRIMA, LUBUK BESAR, BANGKA TENGAH
DOI:
https://doi.org/10.33019/am.v1i3.6097Keywords:
kultur, fitoplankton, pupuk, laboratorium, algaAbstract
Fitoplankton merupakan jenis diatom yang memiliki klorofil untuk melakukan proses fotosistesis. Jenis fitoplankton yang banyak digunakan sebagai pakan alami terutama larva udang adalah Thalassiosira sp. Keunggulan dari jenis ini adalah Thalassiosira sp. memiliki banyak kandungan nutrisi yang dapat memenuhi kebutuhan larva udang serta ukuran Thalassiosira sp. yang kecil sesuai dengan bukaan mulut larva udang. Proses kultur fitoplankton Thalassiosira sp. juga dapat dilakukan dengan mudah dan membutuhkan waktu yang cukup singkat yaitu 10 hari . Dalam 1 siklus kultur Thalassiosira sp. membutuhkan waktu selama 10 hari dari kultur bibit murni dan maksimal 30 hari untuk pemanenan fitoplankton. Lama waktu kultur dapat menunjukkan kualitas dari fitoplankton, semakin lama pemanenan maka semakin menurun kualitas fitoplankton. Selain itu, kualitas air pada saat kultur juga mempengaruhi kualitas serta kelangsungan hidup fitoplankton Thalassiosira sp. Oleh sebab itu, pengecekan kualitas fitoplankton harus dilakukan secara berkala untuk mengetahui dan menjaga kualitasnya. Hal ini dikarenakan kualitas dari pakan dapat memberikan pengaruh yang besar dalam menentukan kualitas larva udang yang dibudidayakan.