IMPLEMENTASI DAN HASIL METODE PEMIJAHAN SEMI-BUATAN PADA IKAN KOI (Cyprinus rubrofuscus) DI BALAI RISET BUDIDAYA IKAN HIAS (BRBIH) DEPOK, JAWA BARAT
DOI:
https://doi.org/10.33019/p160cd24Keywords:
Cyprinus rubrofuscus, Pemijahan semi buatan, Ovaprim, BRBIHAbstract
Ikan koi (Cyprinus rubrofuscus) merupakan komoditas ikan hias bernilai ekonomi tinggi dengan permintaan yang terus meningkat di pasar lokal maupun internasional, sehingga diperlukan penerapan teknik pembenihan yang efisien untuk menghasilkan benih unggul. Praktik Kerja Lapang (PKL) ini dilaksanakan di Balai Riset Budidaya Ikan Hias (BRBIH) Depok pada 1–31 Juli 2025 dengan tujuan mempelajari secara langsung tahapan teknis pembenihan koi melalui metode pemijahan semi-buatan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara, dokumentasi, serta studi literatur yang mencakup data primer dan sekunder. Proses pembenihan meliputi tahapan pemeliharaan induk, persiapan wadah, seleksi induk, pemijahan menggunakan hormon Ovaprim, penetasan telur, hingga pemeliharaan larva. Pemijahan dilakukan dengan rasio induk lima jantan dan dua betina, menggunakan dosis Ovaprim sebesar 3 mL/kg untuk betina dan 2 mL/kg untuk jantan. Parameter yang diamati meliputi fekunditas, derajat pembuahan (FR), daya tetas (HR), serta kelangsungan hidup larva (SR). Hasil kegiatan menunjukkan fekunditas mencapai 39.655 butir, FR sebesar 73,98%, HR sebesar 81,99%, dan SR larva mencapai 93,99%, yang tergolong sangat tinggi. Selama pembenihan, kualitas air berada dalam kisaran optimal dengan suhu 27,3–28,4 °C, pH 7–7,67, dan DO 4,44–5,62 mg/L. Secara keseluruhan, metode pemijahan semi-buatan terbukti efektif meningkatkan efisiensi reproduksi dan menghasilkan benih koi berkualitas tinggi. Keberhasilan ini menegaskan pentingnya manajemen induk yang baik, penggunaan hormon yang tepat, serta pengelolaan lingkungan yang terkontrol.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muhammad Iqbal Firmansah, Rahmi Valina, Nina Meilisza

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.