DETEKSI RADIASI GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK DARI PERALATAN MEDIS DAN ELEKTRONIK DI RUMAH SAKIT

  • Nur Hudha Wijaya Program Vokasi, Teknik Elektromedik, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
  • Wisnu Kartika Program Vokasi, Teknik Elektromedik, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
  • Aulia Resti Dewi Utari Program Vokasi, Teknik Elektromedik, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Abstrak

Hipersensitivitas (electrical sensitivity) merupakan masalah kesehatan akibat pengaruh radiasi gelombang elektromagnetik berupa gangguan fisiologis yang ditandai dengan gejala neurologis (gangguan otak dan sistem saraf) dan kepekaan (sensitivitas) terhadap gelombang elektromagnetik. Pada umumnya tempat kerja yang menggunakan energi listrik menyebabkan radiasi elektromagnetik. Keluhan subjektif yang disebabkan oleh radiasi gelombang elektromagnetik dan faktor-faktor lain seperti peralatan elektronik, peralatan medis, iklim kerja, pencahayaan, bising dll. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis radiasi gelombang elektromagnetik dari peralatan medis yang terkait dengan keluhan subyektif pasien di Rumah Sakit. Metode: Penelitian yang digunakan adalah penelitian eksplanatori, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei pendekatan cross sectional dan uji statistik yang digunakan dalam survei yang dianalisis. Populasi terdiri dari 5 ruang pasien di rumah sakit, yang terdapat  peralatan medis. Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan antara peralatan medis dan elektronik lainnya terhadap radiasi gelombang elektromagnetik yang di alamai oleh pasien. Faktor lainnya adalah waktu terpapar dari alat medis dan elektronik.

Kata Kunci: Alat Kesehatan, Alat Elektronik, Energi Listrik, Radiasi Gelombang Elektromagnetis

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

Referensi

I. B. A. Swamardika, “TERHADAP KESEHATAN MANUSIA ( Suatu Kajian Pustaka ),” Pengaruh Radiasi Gelombang Elektromagnetik Terhadap Kesehat. Mns., vol. 8, no. 1, pp. 1–4, 2009.

S. F. Medik et al., “Analisis dosis radiasi untuk aplikasi ruang icu,” 2012.

I. B. A. Swamardika, “Pengaruh Radiasi Gelombang Elektromagnetik Terhadap Kesehatan Manusia (Suatu Kajian Pustaka),” J. Teknol. Elektro, vol. 8, no. 1, pp. 106–109, 2009.

H. Sofyan, “Hasnel Sofyan, Dosimeter Thermo Luminesensi sebagai Dosimetri Personal dalam Pemantauan Dosis Radiasi Eksternal Dosimeter ThermoLuminesensi sebagai Dosimetri Personal dalam Pemantauan Dosis Radiasi Eksternal Hasnel Sofyan,” no. April, pp. 129–134, 2012.

N. Trisanyoto and J. Sunardi, “Rancangbangun simulasi sistem pencacah radiasi,” STTN, pp. 25–26, 2008.

M. Azam, F. S. Hilyana, and E. Setiawati, “Penentuan Efisiensi Beta terhadap Gamma pada Detektor Geiger Muller,” Sains dan Mat., vol. 15, no. April, pp. 73–77, 2007.

D. I. K. Mamuju et al., “932-1697-1-Sm,” pp.13–26, 2012.

S. Supriyadi et al., “Studi Tingkat Radiasi Gelombang Elektromagnetik yang Ditimbulkan oleh Telepon Seluler,” Jurnal Teknosains, vol. 1, no. 2. p. ثقثقثقثق, 2014.

M. Arief, “Pengendalian bahaya radiasi elektromagnitik ditempat kerja,” pp. 1–21, 2010.

STEPHANIE TARUMINGKENG, “dampak radiasi gelombang elektromagnetik dari ponsel, komputer dan laptop,” pp. 55–60, 2013.

D. Thandung, “Tingkat Radiasi Elektromagnetik Beberapa Laptop dan Pengaruhnya Terhadap Keluhan Kesehatan,” J. e-Biomedik, vol. 1, no. 2, pp. 1058–1063, 2013

Diterbitkan
2019-10-07
Abstrak viewed = 335 times
PDF downloaded = 1660 times