Lux Meter Sebagai Alat Ukur Intensitas Cahaya Lampu Operasi Berbasis Arduino Uno R3

  • Nur Hudha Wijaya Program Studi Teknologi Elektro-medis, Program Vokasi, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
  • Sutrimo Sutrimo Program Studi Teknologi Elektro-medis, Program Vokasi, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Abstrak

Cahaya di ruang operasi memiliki standar intensitas penerangan khusus, maka intensitas cahaya perlu diketahui, karena menyesuaikan kebutuhan dan fungsi pencahayaan. Lampu yang digunakan untuk penerangan operasi harus memenuhi syarat yang telah ditentukan berdasarkan undang-undang, pencahayaan yang baik adalah pencahayaan yang sesuai kebutuhan, untuk ruang operasi yaitu 300-500 lux dan untuk meja operasi 10.000-20.000 Lux. Permasalahan dilapangan belum semua Rumah Sakit memiliki alat ukur lux meter, sehingga pada saat melakukan pengukuran jika terjadi ketidak sesuaian pencahayaanya mendatangkan pihak ketiga, dari permasalahan tersebut agar tidak ketergantungan, maka metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen, dengan pemrograman arduino uno R3. Lux meter yang dibuat telah berhasil dan sudah dilakukan pengujian dengan alat kalibrasi, dalam hal ini uji kalibrasi dilakukan di rumah sakit. Berdasarkan data uji kalibrasi menunjukkan hasil yang cukup baik, pengukuran data telah diuji coba sebanyak 20 kali dengan jarak 1 meter dan 20 kali pada berjarak 1,5 meter. Berdasarkan pengukuran dan perbandingan data, dapat dihasilkan bahwa didapatkan error dari alat tersebut  relatif rendah, yaitu 0,01% pada jarak 1 meter dengan perbedaan 2 lux, dan nilai error 0,23% pada jarak 1,5 meter dengan 24 lux perbedaan. Untuk pengukuran jarak dan penghitung waktu didapatkan kesalahan 0% sehingga memiliki selisih 0%.

Kata Kunci: Cahaya, Jarak, Timer, Lux meter, Lampu Operasi

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

Referensi

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, “Keputusan Menteri Kesehatan No. 1204 Tahun 2004 - Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit.” p. 64, 2004.

K. RI, “Permenkes nomor 54 tahun 2015 tentang pengujian dan kalibrasi alat kesehatan,” kemenkes RI. Perkemenkes, jakarta, 2015.

Mansyla, “Intensitas Cahaya.” pp. 1–12, 2018.

G. M. Bobby Guntur Adi Putra, “ANALISIS INTENSITAS CAHAYA PADA AREA PRODUKSI TERHADAP KESELAMATAN DAN KENYAMANAN KERJA SESUAI DENGAN STANDAR PENCAHAYAAN (Studi Kasus Di PT. Lendis Cipta Media Jaya),” OPSI, vol. 10, no. 2, 2017.

F. A. R. Bhekti Kumorowati1), Masturi2), Ian Yulianti3), “Analisis Reduksi Intensitas Cahaya Pada Smartphones’ Screen Protector Dan Dampaknya Pada Mata,” JIPF, vol. 1, no. 1, pp. 1–4, 2016.

H. R. Fajrin, R. N. Adnan, M. Irfan, and I. P. Sari, “Electronic Snellen Chart with Bluetooth Connection and Smartphone App,” in IOP Conference Series: Materials Science and Engineering, 2020, vol. 851, p. 012018, doi: 10.1088/1757-899x/851/1/012018.

M. PAMUNGKAS, H. HAFIDDUDIN, and Y. S. ROHMAH, “Perancangan dan Realisasi Alat Pengukur Intensitas Cahaya,” ELKOMIKA J. Tek. Energi Elektr. Tek. Telekomun. Tek. Elektron., vol. 3, no. 2, p. 120, 2015, doi: 10.26760/elkomika.v3i2.120.

D. Zehan, Ilham Alif Nur, “LUX METER,” 2014.

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA, “Peraturan Mentri Kesehatan Tentang Pengujian Dan Kalibrasi Alat Kesehatan,” no. 1197. pp. 1–38, 2015.

Https://id.wikipedia.org/wiki/Kalibrasi, “kalibrasi.” https://id.wikipedia.org/wiki/Kalibrasi.

A. Muhammad Khoirudin, “Pengembangan Alat Ukur Tinggi Badaan Dan Berat Badan Yang Terintegrasi,” 2015.

Diterbitkan
2020-12-02
Abstrak viewed = 621 times
PDF downloaded = 398 times