ANALISIS RESPONS PERTUMBUHAN BIBIT PADI LADANG BANGKA TERHADAP CEKAMAN KEKERINGAN

Analysis of the Growth Response of Bangka Upland Rice Seedlings to Drought Stress

Authors

  • Cik Ona Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka
  • Rina Hapsari Wening Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Padi
  • Yullianida Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Padi

DOI:

https://doi.org/10.33019/xz5x1a10

Keywords:

Alumunium, Cekaman kekeringan, Padi Lokal Bangka, Relatif Panjang Akar, Toleransi

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat toleransi plasma nutfah padi lokal Bangka terhadap cekaman kekeringan dan keracunan aluminium pada fase bibit sebagai upaya identifikasi sumber genetik untuk pengembangan varietas adaptif di lahan suboptimal. Pengujian toleransi kekeringan dilaksanakan di Balai Besar Pengujian Standar Instrumen Padi (BBPSI Padi) Sukamandi pada November–Desember 2023 menggunakan metode bak semen berdasarkan Standard Evaluation System (SES) IRRI. Materi yang diuji terdiri atas empat aksesi padi lokal Bangka (Runteh, Pulut Merah, Mayang Pandan, dan Balok) serta varietas pembanding Salumpikit, IR20, Inpago 8, dan Inpago 10. Parameter yang diamati meliputi skor menggulung daun, skor mengering daun, dan kemampuan pulih (recovery). Pengujian toleransi aluminium dilakukan menggunakan kultur larutan Yoshida termodifikasi dengan taraf Al 0 ppm dan 40 ppm. Tingkat toleransi ditentukan berdasarkan nilai Relatif Panjang Akar (RPA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksesi Runteh merupakan genotipe paling toleran terhadap cekaman kekeringan dengan skor menggulung daun 3, skor mengering daun 3, dan recovery 1, setara dengan varietas toleran Salumpikit. Pulut Merah, Mayang Pandan, dan Balok tergolong agak toleran dengan skor mengering 5. Pada pengujian aluminium, Mayang Pasir menunjukkan toleransi tertinggi dengan nilai RPA 0,83 (sangat toleran), sedangkan sebagian besar aksesi padi lokal Bangka memiliki nilai RPA 0,61–0,80 sehingga tergolong toleran. Aksesi Runteh memiliki toleransi terhadap dua cekaman sekaligus, yaitu kekeringan dan aluminium, sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber plasma nutfah dalam program pemuliaan varietas padi adaptif untuk lahan kering dan tanah masam di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Farooq, M., Wahid, A., Lee, D. J., Ito, O., & Siddique, K. H. M. (2009). Advances in Drought Resistance of Rice. Critical Reviews in Plant Sciences, 28(4), 199–217.

International Rice Research Institute. (2013). Standard Evaluation System for Rice (5th ed.). Los Baños, Philippines: IRRI.

Kochian, L. V., Piñeros, M. A., Liu, J., & Magalhaes, J. V. (2015). Plant adaptation to acid soils: The molecular basis for crop aluminum resistance. Annual Review of Plant Biology, 66, 571–598. https://doi.org/10.1146/annurev-arplant-043014-114822

Kumar, A. (2011). Drought Resistance Improvement in Rice: An Integrated Genetic and Resource Management Strategy. Plant Production Science, 14(1), 1–14.

Kumar, A., Dixit, S., Ram, T., Yadaw, R. B., Mishra, K. K., & Mandal, N. P. (2014). Breeding high-yielding drought-tolerant rice: Genetic variations and conventional and molecular approaches. Journal of Experimental Botany, 65(21), 6265–6278.

Muzammil, Rusmawan, D., & Ahmadi. (2017). Respon Beberapa Varietas Padi Terhadap Kekeringan di Sawah Bukaan Baru di Bangka.

Nio, S. A., & Lenak, A. A. (2014). Penggulungan daun pada tanaman monokotil saat kekurangan air (Leaf rolling in monocotyledon plants under water deficit). Jurnal Bios Logos, 4(2), 48–55.

Pandey, V., & Shukla, A. (2015). Acclimation and Tolerance Strategies of Rice under Drought Stress. Rice Science, 22(4), 147–161.

Pandey, V., & Shukla, A. (2016). Improving crop yield under drought stress through physiological breeding. In M. A. Hossain et al. (Eds.), Drought Stress Tolerance in Plants: Physiology and Biochemistry (Vol. 1, pp. 331–348). Springer.

Saputra, P. O., Utomo, F. N. W., Prastio, P. R., Al-Fikri, S. I., Suwandana, V. C., & Ruviken, M. G. (2025). Fisiologis tanaman cabai merah (Capsicum annuum L.) terhadap cekaman kekeringan di lahan pesisir. Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan, 23(2), 303–318.

Yoshida, S., Forno, D. A., Cock, J. H., & Gomez, K. A. (1976). Laboratory Manual for Physiological Studies of Rice (3rd ed.). International Rice Research Institute.

Additional Files

Published

2026-08-19

Issue

Section

Articles research