PENGEMBANGAN BUDIDAYA CUMI-CUMI (Urotheutis chinensis) DI PERAIRAN TUING PULAU BANGKA PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

  • Dwi Febrianti Jurusan Budidaya Perairan, Fakultas Pertanian, Perikanan dan Biologi, Universitas Bangka Belitung
  • Indra Ambalika Syari Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Pertanian, Perikanan dan Biologi, Universitas Bangka Belitung
  • Ahmad Fahrul Syarif Jurusan Budidaya Perairan, Fakultas Pertanian, Perikanan dan Biologi, Universitas Bangka Belitung

Abstract

Di Provinsi Kepulauan Bangka
Belitung, cumi-cumi (Urotheutis
chinensis) merupakan komoditas
ekspor perikanan kategori non-ikan
dengan jumlah yang lebih besar
dibandingkan komoditas lainnya.
Tingginya laju kerusakan ekosistem
dan sedimentasi wilayah laut yang
tinggi akibat kegiatan pertambangan
menyebabkan hasil tangkapan cumicumi
di daerah pesisir cenderung
berkurang. Berdasarkan hasil
penelitian, Tim Eksplorasi Terumbu
Karang Universitas Bangka Belitung
perairan Tuing merupakan benteng
perikanan di Kabupaten Bangka. Hal
ini dibuktikan dengan tidak adanya
aktivitas penambangan timah laut.
Program Kuliah Kerja Nyata (KKN)
UBB di Dusun Tuing, Desa Mapur,
Kecamatan Riau Silip, Kabupaten
Bangka mulai dirintis dari tahun 2014
dan 2015 dengan memulai kegiatan
pembuatan rumpon atraktor cumi.
Tahun 2016, program ini kembali
difokuskan untuk merintis kegiatan
budidaya Cumi Bangka dengan
program tambahan berupa
pengembangan potensi wisata alam
berbasis potensi lokal dan program
kerja edukasi untuk meningkatkan
pemahaman bagi masyarakat akan
pentingnya menjaga kelestarian
ekosistem bahari (laut). Hasil yang
telah dilakukan adalah pengumpulan
telur cumi menggunakan jaring
nelayan, selanjutnya diinkubasi dalam
akuarium pemeliharaan yang telah di
setting dengan menggunakan top
filter. Larva cumi yang berhasil
dipelihara kemudian dilepaskan
sebagai bentuk kegiatan restocking
sumberdaya alam bersama stakeholder
yang terkait. Kegiatan selanjutnya
adalah peningkatan potensi wisata
pesisir (pantai) dengan melakukan
promosi wisata melalui pembuatan
website dan membangun sarana
pendukung berupa Saung (rumah
singgah sederhana) yang disediakan
kepada seluruh pengunjung untuk
dapat beristirahat setelah pendakian.
Pengembangan ekowisata lainnya
adalah program transplantasi terumbu
karang dengan melibatkan masyarakat
guna meningkatkan kesadaran
terhadap pentingnya tembu karang
dalam meningatkan biodiversitas ikan
di perairan Tuing. Sealain masyarakat
kegiatan edukasi lain dilakukan
melalui kegiatan pengajaran bagi
siswa SDN 11 Riau Silip di dalam
kelas dengan memberikan pemaparan
terkait topik ekosistem bahari. Paparan
edukasi yang diberikan terdiri dari
beberapa topik yaitu pengenalan
ekosistem laut, pengenalan biota air
tawar dan air laut, dampak kerusakan
ekosistem laut, serta pengenalan
gerakan gemar makan ikan.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2018-08-15
Abstract viewed = 674 times
pdf (Bahasa Indonesia) downloaded = 1169 times