MEREKONSTRUKSI KONSEP ELECTED OFFICIAL DALAM PEMILIHAN PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN INDONESIA: PERSPEKTIF SYURA DAN DEMOKRASI KONSTITUSIONAL
DOI:
https://doi.org/10.33019/3w0cyz30Keywords:
elected officials , sharia, democracy, regional elections, islamic law, leadershipAbstract
Artikel ini mengeksplorasi konsep pejabat terpilih dalam sistem pemilihan presiden dan wakil presiden Indonesia dari perspektif syura dalam hukum Islam dan demokrasi konstitusional Indonesia. Fokus penelitian adalah pada pengembangan sistem pemilihan langsung presiden dan wakil presiden sejak tahun 2004 serta dinamika perubahan peraturan perundang-undangan yang mengaturnya. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan legislatif, konseptual dan historis. Materi hukum utama terdiri dari Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2003 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden, Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008, dan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu Umum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilihan langsung presiden dan wakil presiden merupakan bentuk penguatan konsep pejabat terpilih dalam sistem demokrasi Indonesia. Peralihan dari mekanisme pemilu sistem pemilu oleh MPR ke pemilihan langsung oleh rakyat mencerminkan penguatan prinsip-prinsip kedaulatan rakyat dan legitimasi demokratis. Konsep syura memiliki kesesuaian material untuk sistem pemilu langsung, khususnya di bidang partisipasi publik, legitimasi kekuasaan, dan akuntabilitas kepemimpinan. Meski demikian, demokrasi elektoral di Indonesia masih menghadapi tantangan berupa politik uang, polarisasi politik, oligarki partai dan pragmatisme politik. Integrasi prinsip syura dengan demokrasi konstitusional dapat memperkuat kualitas pejabat terpilih yang lebih demokratis, etis, dan berfokus pada kepentingan umum.
References
Ahmad, Z. (2025). Fragmentasi Politik Reposisi Partai dalam Pencarian Format Ideal pasca Reformasi. Jurnal Supremasi, 15(2), 83-97. https://doi.org/10.35457/supremasi.v15i2.4765
Alamsyah, R. H., & Arif, Z. (2026). Konsep Kekuasaan Dan Demokrasi Dalam Politik Islam Kontemporer (Studi Komparatif Pemikiran Qardhawi Dan Ali Abd Raziq). Maqasid: Jurnal Studi Hukum Islam, 15(1), 145-161. https://doi.org/10.30651/mqsd.v15i1.30500
Anmunanda, N. N., & Is, M. S. (2024). Menggugat Ambang Batas Pencalonan Presiden Dan Wakil Presiden Sebagai Pemenuhan Hak Konstitusi Warga Negara. ELQONUN: Jurnal Hukum Ketatanegaraan, 2(1), 15-35. https://doi.org/10.19109/elqonun.v2i1.23861
Aprilya, P. K., & Tohawi, A. (2024). Implementasi prinsip syura dalam sistem pemerintahan daerah. Islamic Law: Jurnal Siyasah, 9(1), 1-15. https://doi.org/10.53429/iljs.v9i1.593
Aris, M. S. (2018). Penataan sistem pemilihan umum yang berkeadilan untuk penguatan sistem presidensiil di indonesia. Yuridika, 33(2), 290-315. DOI: 10.20473/ydk.v33i2.7379
Asshiddiqie, J. (2004). Pemilihan Langsung Presiden dan Wakil Presiden. Unisia, 9-16.
Basuki, U. (2020). Parpol, Pemilu dan Demokrasi: Dinamika Partai Politik dalam Sistem Pemilihan Umum di Indonesia Perspektif Demokrasi. Kosmik Hukum, 20(2), 81-94. https://doi.org/10.30595/kosmikhukum.v20i2.8321
Elvira, C., & Wulandzari, A. (2025). Karakteristik Kepemimpinan Khulafa’ur Rasyidin dan Relevansinya terhadap Kepemimpinan Kontemporer. IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam, 3(3), 473-480. https://doi.org/10.61104/ihsan.v3i3.1098
Firdaus, K. (2020). Pemilu dan demokrasi: Sebuah bunga rampai. CV. Pilar Nusantara.
Hafi, A., Santi, N., & Yamani, A. Z. (2025). Imāmah dalam Islam: Kajian historis dan relevansinya terhadap kepemimpinan kontemporer. Ahsan: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan, 2(1), 72-87. https://jurnal.pustari.com/index.php/ahsan/article/view/33
Irwin, D., Erwiansyah, M. D., Khairullah, D., & Fartini, A. (2025). Dinamika Hukum Konstitusi dan Tantangan Praktik Demokrasi di Indonesia: Studi Kritis terhadap Oligarki Politik dan Reformasi Sistem Pemilu. Judge: Jurnal Hukum, 6(04), 1327-1338. https://doi.org/10.54209/judge.v6i04.1782
Istaurina, A. (2025). Studi Komparatif Politik Islam: Legitimasi Kekuasaan dan Negara dari Khilafah Klasik Hingga Modernitas Sekuler. At-Tafakur: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum, 2(1), 1-15. https://journal.staiza.ac.id/index.php/At-Tafakur/article/view/29
Massi, R. A. R. (2020). Syura dan Legitimasi Umat dalam Suksesi Kepemimpinan Khulafaur Rasyidin. Qaumiyyah: Jurnal Hukum Tata Negara, 1(2), 95-113. https://doi.org/10.24239/qaumiyyah.v1i2.12
Nur, F. (2025). Building Democratic Elections: A Critical Analysis of Efforts to Improve the Quality of Democracy. Constitutional Law Review, 132-150. https://doi.org/10.30863/clr.v4i2.5962
Risky, S., & Kartikasaari, D. (2025). Supremasi Sipil Vs. Supremasi Militer: Pejabat Pembantu Presiden Non-Kementerian dalam Bingkai Reformasi Konstitusi. Simbur Cahaya, 101-131. https://doi.org/10.28946/sc.v32i1.4900
Satria, N., & Chahnia, J. (2025). Politik Hukum dalam Menetukan Arah Perubahan Mekanisme Pemilihan Kepala Daerah di Indonesia. MADANIA Jurnal Hukum Pidana dan Ketatanegaraan Islam, 15(1), 21-30.
Satria, N., Arlis, A., & Chahnia, J. (2024). Integrasi Prinsip Syura dan Demokrasi: Tinjauan Pemilihan Kepala Daerah dalam Hukum Islam dan Indonesia. MADANIA Jurnal Hukum Pidana dan Ketatanegaraan Islam, 14(2), 11-22. https://journals.fasya.uinib.org/index.php/madania/article/view/654
Sugitanata, A. (2023). Dinamika Keputusan Mahkamah Konstitusi Terkait Batas Usia Calon Presiden dan Wakil Presiden. Qaumiyyah: Jurnal Hukum Tata Negara, 4(2), 127-146. https://doi.org/10.24239/qaumiyyah.v4i2.79
Sujana, I. G., Jehadi, A. I., Mudi, Y. D., Kii, A. S. I., Ngara, M. D., & Bani, F. A. (2025). Implikasi perubahan UUD 1945 terhadap kedudukan dan kewenangan Majelis Permusyawaratan Rakyat. JOCER: Journal of Civic Education Research, 3(1), 35-49. https://doi.org/10.60153/jocer.v3i1.162
Syahuri, T., & Fahrozi, M. H. (2020). Konstitusionalitas Pasal 222 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu (Presidential Treshold). Al Wasath Jurnal Ilmu Hukum, 1(1), 25-34. https://journal.unusia.ac.id/alwasath/article/view/25
Taufik, M. (2021). Polemik Penafsiran dalam Hubungan Syura dan Demokrasi. Qaumiyyah: Jurnal Hukum Tata Negara, 2(2), 137-155. https://doi.org/10.24239/qaumiyyah.v2i2.23
Usman, Z. A., & bin Abdullah, U. (2025). Dari Syura Ke Monarki: Perubahan Sistem Pemerintahan Dalam Sejarah Politik Islam Klasik. Journal of Social Studies Research, 3(1), 124-139. https://doi.org/10.33059/jssr.v3i1.12615
Wicaksono, Y. P., & Mahipal, M. (2025). Eksistensi Hukum Islam Dalam Sistem Hukum Nasional Indonesia: Peluang Dan Tantangan. Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory, 3(3), 2138-2151. https://doi.org/10.62976/ijijel.v3i3.1238
Yunita, P., & Maulia, S. T. (2024). Pemilihan Umum Sebagai Bentuk Perwujudan Demokrasi di Indonesia. Journal of Practice Learning and Educational Development, 4(2), 137-142. https://doi.org/10.58737/jpled.v4i2.288
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muhammad Kurnia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
All publications by Progresif : Jurnal Hukum [p-ISSN: 1978-4619, e-ISSN: 2655-2094] is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License
