IDENTIFIKASI MINERAL ALTERASI MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT 9 (STUDI KASUS: KECAMATAN BONJOL, SUMATRA BARAT)

Authors

  • Wahyu Azhari Teknik Geofisika, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sumatera
  • Erlangga Ibrahim Fattah Teknik Geofisika, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sumatera
  • Purwaditya Nugraha Teknik Geofisika, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sumatera
  • Harnanti Yogaputri Hutami Teknik Geofisika, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sumatera
  • Risky Martin Antosia Teknik Geofisika, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sumatera
  • Mokhammad Puput Erlangga Teknik Geofisika, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sumatera
  • Nugroho Prasetyo Teknik Geofisika, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sumatera
  • Wahyu Eko Junian Teknik Geofisika, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sumatera
  • Reza Rizki Teknik Geofisika, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sumatera

DOI:

https://doi.org/10.33019/k57szy77

Keywords:

alterasi mineral, gaya berat Kecamatan Bonjol, landsat 9, struktur geologi

Abstract

Wilayah Bonjol, Sumatra Barat termasuk dalam zona Pegunungan Barisan, diketahui memiliki potensi mineralisasi emas yang berasosiasi dengan aktivitas hidrotermal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persebaran mineral alterasi serta pengaruh struktur geologi terhadap sistem mineralisasi di wilayah tersebut. Metode yang digunakan meliputi analisis multispektral citra satelit Landsat 9 Level 2 untuk pemetaan zona alterasi, dengan integrasi data gaya berat (GGMPlus) guna menafsirkan struktur bawah permukaan, serta validasi hasil melalui observasi lapangan. Analisis citra hillshade dan linement density menunjukkan adanya pola struktur geologi dominan berarah barat laut - tenggara (NW - SE) dan timur laut–barat daya (NE - SW) yang berkaitan dengan sistem Sesar Besar Sumatra. Citra komposit RGB (rasio Band 4/2, 6/7, dan Band 5) memperlihatkan indikasi zona alterasi oksidatif dan lempung di sekitar manifestasi panas bumi. Selain itu, hasil Land Surface Temperature (LST) menunjukkan anomali suhu hingga 44 °C dengan nilai NDVI dan NDMI yang relatif rendah, mengindikasikan aktivitas hidrotermal aktif dan kondisi permukaan teroksidasi. Integrasi antara data penginderaan jauh dan gaya berat memberikan kebaruan dalam pemetaan indikasi sistem hidrotermal secara efisien tanpa memerlukan survei geofisika langsung yang intensif.

Downloads

Published

2025-12-29

How to Cite

IDENTIFIKASI MINERAL ALTERASI MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT 9 (STUDI KASUS: KECAMATAN BONJOL, SUMATRA BARAT). (2025). PROCEEDINGS OF NATIONAL COLLOQUIUM RESEARCH AND COMMUNITY SERVICE, 9, 122-129. https://doi.org/10.33019/k57szy77

Most read articles by the same author(s)