TATA KELOLA KANDANG KERBAU DALAM PROSES PENCEGAHAN DAN PENANGANAN PENYAKIT SEPTICAEMIA EPIZOOTICA

Authors

  • Rosihan Pebrianto Universitas Sriwijaya
  • Eddy Ibrahim Universitas Sriwijaya
  • Riza Adelia Suryani Universitas Sriwijaya
  • Eva Oktarinasari Universitas Sriwijaya
  • Diana Purbasari Universitas Sriwijaya
  • Bochori Universitas Sriwijaya
  • Marwan Asof Universitas Sriwijaya
  • Syarifudin Universitas Sriwijaya

DOI:

https://doi.org/10.33019/3vzw3k12

Keywords:

Septicaemia Epizootica, Kerbau, Kandang

Abstract

Penyakit Septicaemia Epizootica atau yang sering disebut juga sebagai penyakit SE merupakan salah satu penyakit yang sering menyerang ternak kerbau dan sapi. Penyakit yang memiliki gejala ngorok ini membuat sebagian besar ternak mengalami kematian. Maka dari itu perlu dilakukan evaluasi dan penanganan secara serius agar penyakit ini bisa diatasi dan diobati. Jika dilihat dari karakteristik penyakit ini, desain dan tata kelola kandang ternak merupakan faktor utama yang menentukan keberhasilan dalam pencegahan dan penanganan penyakit ini. Sehingga perlu dilakukan sosialisasi dan evaluasi mengenai bagaimana membuat kandang yang baik dan sehat. Dari delapan kandang yang dipantau terdapat 2 kandang yang memiliki lantai dari semen dan sisanya 6 kandang berlantaikan tanah dan rata-rata 2 kerbau mati ketika kena penyakit SE. Berdasarkan hasil kuesioner yang disebar dengan koresponden sebanyak 53 orang diketahui bahwa sebanyak 78% koresponden tidak mengetahui secara jelas mengenai penyakit SE. Untuk memiliki kandang yang bagus, 93% koresponden tidak memiliki lahan dan keterbatasan biaya, sehingga sebagian besar kandang dibuat sesederhana mungkin. Kemudian 97% koresponden tidak memanfaatkan kotoran kerbau sebagai pupuk organik karena dinilai tidak bermanfaat.

Downloads

Published

2025-12-29

How to Cite

TATA KELOLA KANDANG KERBAU DALAM PROSES PENCEGAHAN DAN PENANGANAN PENYAKIT SEPTICAEMIA EPIZOOTICA. (2025). PROCEEDINGS OF NATIONAL COLLOQUIUM RESEARCH AND COMMUNITY SERVICE, 9, 145-149. https://doi.org/10.33019/3vzw3k12

Most read articles by the same author(s)