ANALISIS KEBUTUHAN RUANG TERBUKA HIJAU KECAMATAN TAMANSARI KOTA PANGKALPINANG

Authors

  • Monica Wulan Patricia Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Bangka Belitung
  • Herlin Pinera Br Ginting Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Bangka Belitung
  • Arsha Riyantikha Meraldha Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Bangka Belitung
  • Rini Amalia Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Bangka Belitung

DOI:

https://doi.org/10.33019/qj099c76

Keywords:

Ruang Terbuka Hijau, sebaran, kebutuhan ruang terbuka hijau

Abstract

Kota Pangkalpinang terdiri atas tujuh kecamatan yang salah satunya ialah Kecamatan Tamansari. Kecamatan Tamansari memiliki peran sebagai pusat aktivitas ekonomi, sosial dan budaya. Kepadatan penduduk Kecamatan Tamansari sebesar 6.216 jiwa/km² yang berarti memilki kepadatan penduduk yang tinggi sedangkan luas wilayah Kecamatan Tamansari ialah 2,72% dari luas wilayah Kota Pangkalpinang. Kondisi tersebut telah membuat Kecamatan Tamansari mengalami perkembangan wilayah dan pertumbuhan penduduk sehingga berpengaruh terhadap ketersediaan ruang terbuka hijau (RTH). Ruang terbuka hijau (RTH) memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan ekologis, meningkatkan kualitas lingkungan serta mendukung kesehatan masyarakat. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengidentifikasi sebaran (RTH) dan menganalisis kebutuhan ruang terbuka hijau (RTH) di Kecamatan Tamansari berdasarkan standar minimal 20 m² per kapita dan proporsi 30% dari luas wilayah. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan analisis spasial menggunakan data citra peta, serta proyeksi jumlah penduduk hingga tahun 2045. Hasil analisis menunjukkan bahwa luas RTH eksisting mencapai 61,01 hektar dengan sebaran yang telah merata di seluruh kelurahan. Proyeksi jumlah penduduk pada tahun 2045 sebesar 24.274 jiwa menghasilkan kebutuhan minimal RTH sebesar 48,55 hektar berdasarkan standar 20 m²/jiwa, yang berarti kebutuhan tersebut telah terpenuhi. Namun, berdasarkan proporsi ideal 30% dari total luas wilayah kecamatan Tamansari (321,50 hektar), kebutuhan RTH seharusnya mencapai 96,45 hektar, sehingga masih terdapat kekurangan sebesar 35,44 hektar. Hal ini mengindikasikan perlunya strategi perencanaan dan pengembangan RTH yang lebih merata dan berkelanjutan guna mendukung kualitas hidup masyarakat dan ketahanan lingkungan di masa depan.

Downloads

Published

2025-12-29

How to Cite

ANALISIS KEBUTUHAN RUANG TERBUKA HIJAU KECAMATAN TAMANSARI KOTA PANGKALPINANG. (2025). PROCEEDINGS OF NATIONAL COLLOQUIUM RESEARCH AND COMMUNITY SERVICE, 9, 194-200. https://doi.org/10.33019/qj099c76