Surveilans WSSV Pada Carrier Dan Perairan Di Pesisir Anyer Dan Carita, Banten

Authors

  • Indra Gumay Yudha Jurusan Perikanan dan Kelautan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung
  • Zahri Maulana Jurusan Perikanan dan Kelautan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung
  • Indriasih Indriasih Balai Pengujian Kesehatan Ikan dan Lingkungan Serang, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan
  • Henni Wijanti Maharani Jurusan Perikanan dan Kelautan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung
  • Anma Hari Kusuma Jurusan Perikanan dan Kelautan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung

DOI:

https://doi.org/10.33019/jour.trop.mar.sci.v7i1.5179

Keywords:

Surveilans, WSSV, real time-PCR, kualitas air, carrier

Abstract

Wilayah pesisir Anyer dan Carita lebih dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Provinsi Banten, namun di kawasan tersebut juga terdapat panti benih (hatchery) dan tambak udang udang vaname. Keberadaan tambak udang tersebut dapat menurunkan kualitas air dan menjadi sumber penyebaran penyakit udang, seperti white spot syndrome virus (WSSV) yang dapat menularkan ke panti benih. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan white spot syndrome virus (WSSV) pada lingkungan perairan dan carrier yang terdapat di perairan sekitar tambak udang di wilayah pesisir Anyer dan Carita. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai September 2022 yang berlokasi di perairan sekitar tambak udang wilayah pesisir Anyer dan Carita, Provinsi Banten dengan menggunakan metode deteksi real time-polymerase chain reaction (RT-PCR). Hasil penelitian menunjukkan 4 sampel terdeteksi WSSV dari 70 sampel yang terambil dengan nilai Ct 36,67(1), 35,99(2), 21,14(3) dan 35,61(4). Sampel yang terdeteksi WSSV berlokasi di stasiun 2 dan stasiun 5. Sampel positif ini terdeteksi pada perairan (air laut) dan carrier (teritip dan kelomang).

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2024-05-17