AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DARI FACE MASK DAUN KAYU BELUBANG DAN LIMBAH BUAH JERUK KUNCI

  • Olivia Marcella Lase
  • Jenny Gustiriani
  • Pirda Wahyuni
  • Eresti Ependi
  • Pawestri Wahyudianing Pangestuti
  • Occa Roanisca

Abstract

Daun kayu belubang dan jeruk kunci merupakan tanaman yang banyak tumbuh di daerah Kepulauan Bangka Belitung. Adapun senyawa yang terkandung dalam daun kayu belubang dan limbah buah jeruk kunci yaitu flavoid dan fenol yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dalam ekstrak tersebut, serta menentukan kapasitas antioksidan dari face mask daun kayu belubang dan limbah buah jeruk kunci. Sampel diperoleh dari Desa Payabenua, Kabupaten Bangka. Berdasarkan hasi skrinning fitokimia dengan menggunakan tes uji warna menunjukkan hasil positif bahwa ekstrak daun kayu belubang dan limbah buah jeruk kunci mengandung senyawa flavonoid, fenol, dan saponin. Hasil pengukuran aktivitas antioksidan pada penelitian ini menunjukkan bahwa face mask daun kayu belubang dan limbah buah jeruk kunci memiliki nilai IC50 sebesar 60.8 µg/mL yang dikategorikan
kuat. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa face mask dari daun kayu belubang dan limbah jeruk kunci berpotensi sebagai masker wajah organik yang kaya akan antioksidan.

Keywords: face mask, daun kayu beubang, limbah buah jeruk kunci, fitokimia, antioksidan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Cici, Nasya N., Rosha K. F., dan Nur A. H. 2018.
Potensi daun kayu belubang (Timonius flavescens
(Jacq.) Baker) sebagai alternatif mengatasi jerawat.
Jurnal Penelitian Biologi, Botani, Zoologi dan
Mikrobiologi. 3(2):50-54.
Dewiastuti, M., dan Hasanah I. F. 2016. Pengaruh
faktor-faktor risiko penuaan dini di kulit pada remaja
wanita usia 18-21 tahun. Jurnal Profesi Medika.
10(1):21-25.
Fissy, O.N., Sarim R dan Pratiwi L. 2014. Efektivitas gel
anti jerawat ekstrak etanol rimpang jahe merah
(Zingiber officinale Rosc. Var. rubrum) terhadap P.
acnes dan Staphylococcus epidermidis. Jurnal Ilmu
Kefarmasian Indonesia. 12 (2): 194-201.
Mahardika, R.G. dan Roanisca, O. 2018. Aktivitas
antioksidan dan fitokimia dari ekstrak etil asetat
pucuk idat (Cratoxylum Glaucum). Journal of
Chemical Researc. 5(2):481-486.
Natalie, Anita., Sri M., dan Bambang Admadi H. 2017.
Hubungan lama simpan dengan karakteristik mutu
pada beberapa formulasi krim ekstrak kunyit
(Curcuma domestica Val.). Jurnal Rekayasa dan
Manajemen Agroindustri. 5(4):21-30.
Pratiwi, M.N. 2019. Aktivitas antibakteri fraksi buah
jambu wer (Prunus persica L. Batsch) terhadap
pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus.
Skripsi. UIN Maulana Malik Ibrahim. Malang.
Roanisca, O., Rani., dan Mahardika, R.G. 2021.
Phytochemical screening and antibacterial potency
of jeruk kunci fruit waste (Citrus x microcarpa
Bunge) extract against Propionibacterium acnes.
Jurnal Pijar MIPA. 16(3):387-392.
Sinala, S., Afriani A., dan Arisanty. 2019. Formulasi
sediaan masker gel peel off dari sari buah dengen
(Dillenia serrate). Journal Pijar MIPA. 11(1):23-32.
Purwanto, D., Syaiful B., dan Ahmad R. 2017. Uji
aktivitas antioksidan ekstrak buah punajiwa (Kopsia
arborea Blume.) dengan berbagai pelarut. Jurnal
Kovalen. 3(1):24-32.
Widayanti N.P., Puspawati N.M., Suarsana I.N., Astiti
Asih., dan Wiwik S.R. 2016. Aktivitas antioksidan
fraksi n-butanol ekstrak kulit terong belanda
(Solanum betaceum Cav.) secara in vitro dan
identifikasi senyawa golongan flavonoidnya.
Indonesian E-Journal of Applied Chemistry.
4(1):30-38.
Published
2022-12-22
Abstract viewed = 1019 times
pdf (Bahasa Indonesia) downloaded = 409 times

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 > >>