ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN TATA GUNA LAHAN TERHADAP JUMLAH ALIRAN PERMUKAAN PADA DAS POMPONG DI KABUPATEN BANGKA

  • Putri Cahya Pertiwi
  • Endang Setyawati Hisyam
  • Desy Yofianti

Abstract

Fenomena banjir dan genangan selalu terjadi setiap tahunnya, terutama pada musim penghujan di sebagian besar wilayah Kota Sungailiat di Kabupaten Bangka.  Daerah yang sering mengalami banjir dan genangan akibat intensitas curah hujan tinggi terjadi di area bekas penambangan timah. Dampak yang ditimbulkan dari kejadian tersebut adalah perubahan karakteristik morfologi di sekitar sungai, salah satu contohnya adalah daerah aliran sungai (DAS) Pompong dengan luas 77,01 km2. Selain perubahan karakteristik morfologi, banjir juga diakibatkan oleh berkurangnya daerah resapan air akibat perubahan fungsi tata guna lahan. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perubahan tata guna lahan terhadap jumlah aliran permukaan pada DAS Pompong di Kabupaten Bangka. Data yang dibutuhkan untuk menganalisis penelitian ini diperoleh dari survey langsung di lapangan dan beberapa instansi terkait seperti: BPDASHL Baturusa Cerucuk Pangkalpinang, Stasiun BMKG Depati Amir Pangkalpinang dan BPKH Wilayah XIII Pangkalpinang. Analisis jumlah aliran permukaan menggunakan metode Rasional dengan periode ulang 5 tahun. Perubahan tata guna lahan dianalisis dari tahun 2014 sampai dengan 2018. Hasil analisis menunjukkan bahwa terjadi penurunan dan peningkatan jumlah aliran permukaan atau debit air selama 5 tahun terakhir (2014-2018) akibat perubahan tata guna lahan di sepanjang DAS Pompong. Pada tahun 2014-2015 terjadi penurunan debit air sebesar 1,831%. Hal ini disebabkan oleh terjadinya penambahan luas lahan kering bercampur semak sebesar 26,793% yang berdampak terhadap peningkatan lahan resapan air. Namun, pada tahun 2015-2016 terjadi peningkatan jumlah aliran air sebesar 30,434%. Hal ini disebabkan oleh penggunaan lahan untuk pemukimam sebesar 100% yang berdampak terhadap penurunan lahan resapan air. Dari tahun 2016-2018, tata guna lahan di DAS Pompong tidak mengalami perubahan sehingga jumlah aliran permukaan pun menjadi stabil. Oleh karena itu, perubahan tata guna lahan sangat mempengaruhi jumlah aliran permukaan di sepanjang DAS Pompong di Kabupaten Bangka, sehingga perlu perhatian dari berbagai pihak terkait penggunaan lahan tersebut.

Keywords: perubahan, tata guna lahan, jumlah aliran permukaan, resapan air, dan DAS Pompong

Downloads

Download data is not yet available.

References

Asdak, C. 2014. Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Gajah Mada University press, Yogyakarta.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). 2019. Data Curah Hujan Harian Satuan Milimeter (mm) Periode 2009-2018 Pangkalpinang, Bangka: BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Pangkalpinang.

Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH). 2019. Data Jenis Tanah Tahun 2018 Kabupaten Bangka: BPKH Wilayah XIII Pangkalpinang.

Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH). 2019. Peta Tata Guna Lahan 2009-2018 Kabupaten Bangka: BPKH Wilayah XIII Pangkalpinang.

Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL). 2019. Peta Daerah Aliran Sungai (DAS) dan Peta Batas Wilayah/Administrasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Tahun 2018 Kabupaten Bangka: BPDASHL Baturusa Cerucuk Pangkalpinang.

Fauzi, R.G.N., Utomo, D.H. dan Taryana, D. 2017. Pengaruh Perubahan Penggunaan Lahan terhadap Debit Puncak di Sub DAS Penggung Kabupaten Jember. Jurnal Pendidikan Geografi. 23(1), hal. 50-61.

Kamiana, I.M. 2011. Teknik Perhitungan Debit Rencana Bangunan Air. Graha Ilmu, Yogyakarta.

Soewarno. 1993. Aplikasi Model Statistik Untuk Analisa Data Hidrologi Jilid I. Penerbit Nova, Bandung.

Sosrodarsono, S. dan Takeda, K. 1999. Hidrologi untuk Pengairan. P.T. Pradnya Paramita, Jakarta.

Suherman, H. dan Firmansyah, A. 2017. Analisis Pengaruh Perubahan Tata Guna Lahan Terhadap Debit Banjir di Wilayah Hilir Aliran Kali Angke. Jurnal Konstruksia. 8(2), hal. 79-95.

Suripin. 2004. Sistem Drainase Perkotaan yang Berkelanjutan. Penerbit Andi, Yogyakarta.

Vink, A.P.A. 1975. Land Use In Advancing Agriculture. Springer Verlag, Berlin.

Wahyunto. 2001. Studi Perubahan Penggunaan Lahan Perumahan DAS Citarik, Jawa Barat dan DAS Garang Jawa Timur. Prosiding Seminar Nasional Multifungsi Lahan Sawah, Asean Secretariate Maff Japan & Puslitbang Tanah dan Agroklimat, Bogor.

Published
2019-09-18
Abstract viewed = 122 times
pdf downloaded = 38 times

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>