Toponymic Study of Village and Sub-Districts Naming in Bangka Barat Regency Based on Flora, Fauna, and Natural Landscape

Authors

  • Nabila Nabila Ummi Napisah Universitas Bangka Belitung
  • Robika Universitas Bangka Belitung
  • Syamsul Hidayat Badan Riset dan Inovasi Nasional

DOI:

https://doi.org/10.33019/ekotonia.v10i1.6819

Keywords:

Sejarah, Konservasi, Pemanfaatan

Abstract

Penamaan tempat berfungsi sebagai bentuk identitas yang membantu orang mengenali dan membedakan suatu daerah. Nama-nama kelurahan di Kabupaten Bangka Barat memiliki makna dan sejarah berdasarkan flora, fauna, dan bentang alam. Toponimi mencerminkan interaksi manusia dengan lingkungan alamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi flora, fauna, dan bentang alam yang digunakan dalam penamaan kelurahan di Kabupaten Bangka Barat, memastikan status konservasinya, dan menentukan pemanfaatannya oleh masyarakat setempat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dan kualitatif. Lokasi penelitian ditentukan dengan purposive sampling. Metode pengumpulan data adalah wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan 86 informan yang ditentukan melalui purposive sampling dan snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 25 jenis flora, 1 jenis fauna, dan 6 bentuk bentang alam yang digunakan sebagai nama kelurahan di Kabupaten Bangka Barat. Sebagian besar nama flora digunakan karena umumnya ditemukan di daerah tersebut dan memiliki nilai budaya atau ekonomi bagi masyarakat setempat. Salah satu flora ini, Eusideroxylon zwageri, perlu segera dikonservasi karena memiliki status VU (Vulnerable) menurut IUCN. Spesies tumbuhan yang menamai sebuah desa di Bangka Barat ini umumnya digunakan oleh penduduk setempat sebagai bahan bangunan.

References

Amrullah, F. (2016). Penggunaan Nama Tumbuhan Lokal Dalam Pemberian Nama Kecamatan, Kelurahan/Desa di Kabupaten Bangka Tengah (Skripsi). Universitas Bangka Belitung.

Arini, W., Saputra, V. R., & Ramadani, H. (2021). Pemanfaatan Tumbuhan Lokal Secara Tradisional dalam Peningkatan Ketahanan Pangan oleh Suku Dayak Iban di Desa Mensiau, Kalimantan Barat. Biotropika: Journal of Tropical Biology, 9(1), 38-45.

Arul, Slamet, A., & Jumiati. (2023). Studi Etnobotani Pandan (Pandanaceae) Di Desa Tuangila Kecamatan Kapontori Kabupaten Buton. Jurnal Penalogik: Penelitian Biologi dan Kependidikan, 2(1), 25-40.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Bangka Barat. (2024). Kabupaten Bangka Barat dalam Angka 2024. Mentok: BPS Kabupaten Bangka Barat.

Budiono, S., & Firdaus, W. (2022). Penanda identitas dalam penamaan wilayah administrasi di Kabupaten Sanggau. Linguistik Indonesia, 40(2), 227-243.

Dhaniati, J., & Savitri, A. D. (2024). Penamaan Desa di Kabupaten Nganjuk Kajian: Toponimi. BAPALA, 11(1), 71-80.

DLH Bangka Belitung. (2016). Buku Laporan Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2016. Bangka Belitung: DLH Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Henri, H., Fakhrurrozi, Y., & Akbarini, D. (2016, May). Keanekaragaman Tumbuhan yang Dimanfaatkan oleh Masyarakat Bangka dalam Berkebun Lada (Studi Kasus di Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Bangka Belitung). In Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) (pp. 299-305).

Hidayat, S. (2009). Toponimi Bogor dalam Dunia Tumbuhan Sebagai Salah Satu Kajian Dasar Etnobotani. Seminar Nasional Etnobotani IV, Cibinong Science Center-LIPI: 564-569.

Hisyam, F., & Sabila, W. I. (2020). Kajian Toponimi Kampung di Sepanjang Sungai Brantas, Kota Malang: Suatu Upaya Mitigasi Bencana Hidrologi. Jurnal Dialog Penanggulangan Bencana, 11(2), 155-166.

Humaidi, A., Djawad, A. A., & Safutri, Y. (2021). Bentuk Satuan Kebahasaan dan Makna Toponimi Nama Desa Di Wilayah Kabupaten Tabalong. Jurnal Basataka (JBT), 4(1), 30-40.

Istighfari, D. A., Eraku, S. S., & Rusiyah. (2023). Toponimi Desa di Kecamatan Kabila Berdasarkan Aspek Geografis (Suplemen Materi Pengetahuan Dasa Pemetaan SMA Kelas X IPS). Geosfera: Jurnal Penelitian Geografi, 2(2), 78-83.

Lesmina, F., & Kardiman, R. (2024). Jenis Tumbuhan Hasil Hutan Bukan-Kayu Sebagai Produk Kerajinan Yang Dikomersialisasikan Di Kota Pariaman Provinsi Sumatera Barat. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(1), 16406–16417.

Kartika, C. L., & Savitri, A. D. (2020). Penamaan Jalan Di Kotamadya Surabaya: Kajian Toponimi. BAPALA, 7(4), 1-15.

Milanguni, A. H. (2018). Toponimi Desa-Desa di Malang (Skripsi). Universitas Gajah Mada.

Muhidin, R. (2019). Penamaan Selat di Kabupaten Karimun: Kajian Toponimi dan Studi Etnolinguistik. Kibas Cenderawasih, 16(2), 108-119.

Muhidin, R. (2020). Penamaan desa di kabupaten Banyuasin dalam persepsi toponimi terestrial. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Metalingua, 5(2), 45-58.

Munandar, A. A. (2016). Toponimi dalam Kajian Arkeologi. In Proceedings Seminar Nasional Toponimi: Toponimi Dalam Perspektif Ilmu Budaya, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB-UI). Jakarta, 3 November 2016.

Mursidi, A., & Soetopo, D. (2021). Toponimi Kecamatan Kabupaten Banyuwangi Pendekatan Historis. Banyuwangi: Lakeisha.

Padilla, P. R., & Des, M. (2021). Etnobotani Tumbuhan Sebagai Bahan Bangunan Di Nagari Taratak Kecamatan Sutera Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat. In Prosiding Seminar Nasional Biologi (Vol. 1, No. 2, pp. 763-770).

Pujinisa, W., Henri., & Romdoni., E. (2023). Etnobotani Tumbuhan Bahan Pangan di Taman Wisata Alam Gunung Permisan, Kabupaten Bangka Selatan. Jurnal Ilmu Lingkungan, 21(3), 453-462.

Rahmi, A. S., Tavita, G. E., & Nurhaida, N. (2020). Pemanfaatan Tumbuhan Sebagai Bahan Pangan Oleh Masyarakat Disekitar Hutan Desa Lingkar Indah Kecamatan Sayan Kabupaten Melawi. Jurnal Hutan Lestari, 8(4), 840-847.

Septiyani, R., Fadila, N., Yuni Lestari, T., Komariah, S., Eka Nur Fitriana, D., & Survani, R. (2024). Etnobotani Papan Studi Etnobotani Papan di Desa Kadubeureum Kecamatan Padarincang Kabupaten Serang Banten. Jurnal Hutan Dan Masyarakat, 16(2), 83-97.

Umami, R., As’ari, H., & Kurnia, T. I. D. (2019). Identifikasi Jenis Tanaman bermanfaat sebagai Bahan Bangunan dan Kerajinan Suku Using Kabupaten Banyuwangi ditinjau dari segi Etnobotani. Jurnal Biosense, 2(02), 46-57.

Downloads

Published

2025-09-04

How to Cite

Toponymic Study of Village and Sub-Districts Naming in Bangka Barat Regency Based on Flora, Fauna, and Natural Landscape. (2025). EKOTONIA: Jurnal Penelitian Biologi, Botani, Zoologi Dan Mikrobiologi, 10(1), 43-52. https://doi.org/10.33019/ekotonia.v10i1.6819