Bird Diversity in Open Green Spaces in Pangkalpinang City
DOI:
https://doi.org/10.33019/ekotonia.v10i2.7216Keywords:
burung, RTH, PangkalpinangAbstract
Urban development and construction can have both positive and negative impacts. Negative impacts include traffic jams, flooding, drought, water and air pollution, and various other environmental problems. Increasing green open spaces (or Ruang Terbuka Hijau, hereafter RTH) is expected to provide solutions to minimize the negative impacts of development. The presence of vegetation in RTH is expected to act as a water catchment area, neutralize pollutants, and act as the city's lungs as it serve as habitat for various animals, including birds. This study aims to explore bird diversity in RTH in Pangkalpinang City. Data collection was conducted in May 2019 in four city parks in Pangkalpinang City: Lapangan Merdeka Square, Wilhelmina Park, Timah Complex Park, and Bhayangkari Babel Park. A total of 227 individuals from 16 bird species from three orders and eight families were found at the study sites. In general, bird diversity in the four locations is considered as low to moderate. There is a tendency for an increase in bird diversity along with the increasing amount of vegetation in each RTH. Passeriformes (a group of songbirds) are the most commonly found group. This supports the function of green open space in Pangkalpinang City in providing recreational services for urban residents, in addition to other ecological services that birds can provide to support the green space's function. Among RTH we visited, Taman Komplek Timah is the most bird-friendly green space.
References
Akhirul, A., Witra, Y., Umar, I., & Erianjoni, E. (2020). Dampak negatif pertumbuhan penduduk terhadap lingkungan dan upaya mengatasinya. Jurnal Kependudukan Dan Pembangunan Lingkungan, 1(3), 76-84.
Apriliano, A., Anwar, C., Pawhestri, S. W., & Satiyarti, R. B. (2018). Keanekaragaman Burung Di Kampus UIN Raden Intan Lampung. Biosfer: Jurnal Tadris Biologi, 9(2), 193-203.
Bryantara, I. P. A. O., Yusiana, L. S., & Yuni, L. P. E. K. (2019). Perencanaan ruang terbuka hijau sebagai penampung burung di kawasan pesisir Pantai Lima, Mengwi, Badung. Jurnal Arsitektur Lansekap, 5(2), 178-187.
Buckland, S. T. (2006). Point-transect surveys for songbirds: robust methodologies. The Auk, 123(2), 345-357.
Dewi, R. S., Mulyani, Y. A., & Santosa, Y. (2007). Keanekaragaman Jenis Burung Di Beberapa Tipe Habitat Taman Nasional Gunung Ciremai (Diversity Of Bird Species at Some Habitat Type In Ciremai Mountain National Park). Media Konservasi, 12(3).
Fadrikal, R., Fadliah, E., dan Nugroho, J. 2015. Komunitas Burung Urban: Pengaruh Luas Wilayah dan Jenis Pohon terhadap Keanekaragaman Burung. Pros Sem Nas Masy Biodiv Indon 1 (8): 1842-1846.
Fahrez, M.A. 2018. Rencana Pengembangan Ruang Terbuka Hijau Publik Kota Pangkalpinang. [Skripsi]. Bandung: Fakultas Teknik Unpas.
Gagarin, Y., & Kamal, S. (2019). Keanekaragaman jenis burung di hutan sekunder kawasan Ekosistem Tahura (KET) Zona Aceh Besar. Penerbit. Darussalam Publishing, Yogyakarta.
Gunawan, A., & Permana, S. (2018). Konsep desain ekologis ruang terbuka hijau di Sudirman Central Business District (SCBD) sebagai habitat burung. Tata Loka, 20(2), 181-194.
Halim, M. A., Abdi, A. P., & Abdurrahman, H. (2025). Kebijakan Pembangunan Wilayah Berkelanjutan: Implikasi terhadap Ekonomi Daerah dan Peningkatan Kualitas Hidup Perkotaan. Jurnal Kolaboratif Sains, 8(6), 2731-2737.
Hanni, D.J., White, C.M., Blakesley, J.A., Levandoski, G.J., and Birek, J.J. 2009. Point Transect Protocol. Unpublished report. Brighton: Rocky Mountain Bird Observatory.
Haribowo, D. R., Fadly, I. F., Al-Gifari, M. R., & Mawla, M. F. (2024). Potensi Jenis Burung dan Pengelompokannya Berdasarkan Tipe Pakan Utama di Hutan Kota Ranggawulung, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat. In Seminar Nasional Inovasi Penelitian dan Pembelajaran Biologi (Vol. 8, pp. 270-280).
Hernowo, JB. dan Prasetyo, LB. 1989. Konsepsi Ruang Terbuka Hijau di Kota sebagai Pendukung Pelestarian Burung. Media Konservasi II (4): 61-71.
MacKinnon, J., Karen P., dan van Balen, B. 2010. Seri Panduan Lapangan Burung-burung di Sumatera, Jawa, Bali, dan Kalimantan. Bogor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Biologi LIPI.
Meltriana, Alifah. 2016. Keanekaragaman Burung di Ruang Terbuka Hijau di Tiga Tempat Pemakaman Umum di Bogor. [Skripsi]. Bogor: Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata.
Mubarrok, M. M., & Ambarwati, R. (2019). Keanekaragaman Burung di Kawasan Hutan Mangrove Banyuurip Kecamatan Ujungpangkah Kabupaten Gresik. Jurnal Riset Biologi dan Aplikasinya, 1(2), 54-63.
Ontario, J., Hernowo, J.B., Haryanto, dan Ekarelawan. 1990. Pola Pembinaan Habitat Burung di Kawasan Pemukiman terutama di Perkotaan. Media Konservasi III (1): 15-28.
Pida, D. F., Aini, K. N., & Putri, C. A. (2025). Dampak urbanisasi terhadap perkembangan kota di Indonesia: Tinjauan dari aspek ekonomi pembangunan. WISSEN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 3(1), 226-238.
Sumarto, S., Hadi, I., & Papu, A. (2022). Pemanfaatan Vegetasi Rumput Brandjangan [Rottboellia cochinchinensis (Lour.) Clayton] oleh Beberapa Spesies Burung. Jurnal Bios Logos, 12(2), 87-95.
Walid, Rumblat. 2016. Pengembangan Indeks Komunitas Burung sebagai Indikator Kualitas Ruang Terbuka Hijau Perkotaan di DKI Jakarta. Skripsi. Bogor: Institut Pertanian Bogor. https://repository.ipb.ac. id/ handle/123456789/88825?show=full
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Nur Annis, Aeng Saputra

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
