Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Rhizobium dari Bintil Akar Putri Malu di Lahan Pascatambang Timah

Authors

  • Latifa Ali Ghasia Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Bangka Belitung, Indonesia
  • Nazwa Angelita Darmawan Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Bangka Belitung, Indonesia
  • Syafira Auliani Syafiqo Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Bangka Belitung, Indonesia
  • Marcela Marcela Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Bangka Belitung, Indonesia
  • Yuanda Anggari Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Bangka Belitung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33019/ekotonia.v11i1.7473

Keywords:

Lahan Pascatambang Timah, Mimosa pudica, Rhizobium , Rehabilitasi lahan

Abstract

Indonesia, sebagai produsen timah terbesar kedua di dunia setelah Cina, memiliki sejarah panjang penambangan timah yang sejak era kolonial berkontribusi signifikan terhadap ekonomi namun juga menyebabkan degradasi lingkungan serius seperti polusi logam berat, erosi, hilangnya keanekaragaman hayati, serta dampak negatif pada kesuburan tanah dan ekosistem perairan dan udara akibat mayoritas penambangan terbuka yang merusak lanskap dan mencuci unsur hara. Penelitian ini bertujuan mengisolasi dan mengkarakterisasi bakteri penambat nitrogen simbion dari bintil akar Putri Malu (Mimosa pudica) di lahan bekas tambang timah di Bangka Belitung yang memiliki tanah kritis dengan pH asam, kapasitas tukar kation rendah, dan kadar hara esensial rendah, guna mendukung rehabilitasi tanah terdegradasi melalui peningkatan kesuburan dan produktivitas lahan. Penelitian bakteri penambat nitrogen menggunakan metode tempel dan pengenceran kemudian diisolasi menggunakan media YEMA yang diperkaya dengan Congo Red (CR) dengan pemurnian bakteri dilanjutkan pengujian kemampuan fiksasi nitrogen (N2), karakterisasi bakteri Rhizobium, pewarnaan gram dan uji biokimia yang meliputi: uji motilitas (Sulfide Indole Motility), uji katalase, hidrolisis gula (Triple Sugar Iron Agar). Hasil yang diperoleh sebanyak 6 isolat terdeteksi mampu menghasilkan enzim nitrogenase dengan kondisi mikrobiotat yang optimal.

References

Abd-Alla, M. H., El-Enany, A. W. E., Nafady, N. A., Khalaf, D. M., & Morsy, F. M. (2014). Synergistic interaction of Rhizobium leguminosarum bv. viciae and arbuscular mycorrhizal fungi as plant growth-promoting biofertilizers for faba bean (Vicia faba L.) in alkaline soil. Microbiological Research, 169(1), 49–58. https://doi.org/10.1016/j.micres.2013.07.007

Adamu, A., Yacob, M. R., Radam, A., Hashim, R., & Adam, S. U. (2015). Economic valuation of ecotourism resources in Yankari Game Reserve, Bauchi, Nigeria. Procedia Environmental Sciences, 30, 139–144. https://doi.org/10.1016/j.proenv.2015.10.025

Apriyanthi, D. P. R. V., Laksmita, A. S., & Widayanti, N. P. (2022). Identifikasi bakteri kontaminasi pada gelang Tri Datu. Jurnal Biologi Makassar, 7(2), 24–33.

Arsyad, R. H. (2007). Penggunaan Rhizobium dan mikrob pelarut fosfat (MPF) untuk memperbaiki pertumbuhan bibit akasia (Acacia mangium dan Acacia crassicarpa). Skripsi. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Astika, E., Anggraeni, S., & Supriatno, B. (2020). Analisis komponen penyusun desain kegiatan laboratorium enzim katalase. Biodik: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi, 6(3), 336–351. https://doi.org/10.22437/bio.v6i3.9469

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. (2016). Indonesian biodiversity strategy and action plan 2015–2020. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/BAPPENAS.

Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan. (2020, 9 Juni). Banyak yang tidak tahu, inilah manfaat putri malu bagi petani. https://bbpopt.tanamanpangan.pertanian.go.id/index.php/2020/06/09/banyak-yang-tidak-tahu-inilah-manfaat-putri-malu-bagi-petani/

Baldani, J. I., Reis, V. M., Videira, S. S., Boddey, L. H., & Baldani, V. L. D. (2014). The art of isolating nitrogen-fixing bacteria from non-leguminous plants using N-free semi-solid media: A practical guide for microbiologists. Plant and Soil, 384, 413–431. https://doi.org/10.1007/s11104-014-2186-6

Breitfeld, H. T., Hennig-Breitfeld, J., BouDagher-Fadel, M. K., Hall, R., & Galin, T. (2020). Oligocene–Miocene drainage evolution of NW Borneo: Stratigraphy, sedimentology and provenance of Tatau–Nyalau Province sediments. Journal of Asian Earth Sciences, 195, 104331. https://doi.org/10.1016/j.jseaes.2020.104331

Dini, I. R., Wawan, Hapsoh, & Devi, R. (2020). Eksplorasi dan karakterisasi bakteri Rhizobium asal tanaman Mucuna bracteata di tanah gambut. Jurnal Agroekoteknologi, 12(1), 1–12. https://doi.org/10.33512/jur.agroekotetek.v12i1.8765

Harahap, I. P. (2008). Studi pendahuluan isolasi bakteri Rhizobium dari bintil akar tanaman putri malu (Mimosa pudica L.) serta pemanfaatannya sebagai pupuk hayati (biofertilizer) dengan menggunakan bentonit sebagai medium pembawa. Skripsi. Medan: Universitas Sumatera Utara.

Huslina, F., & Harahap, D. A. (2019). Isolasi bakteri pengikat nitrogen dengan menggunakan media Jensen. Jurnal Agrotek, 6, 91–97.

Irzon, R. (2017). Geochemistry of Late Triassic weak peraluminous A-type Karimun Granite, Karimun Regency, Riau Islands Province. Indonesian Journal on Geoscience, 4(1), 21–37.

Irzon, R., Sendjadja, P., Kurnia, Imtihanah, & Soebandrio, J. (2014). Kandungan rare earth elements dalam tailing tambang timah di Pulau Singkep. Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral, 15(3), 143–151.

Ismiati. (2018). Isolasi dan karakteristik bakteri pada air gambut di kawasan Desa Sungai Daun, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau. Skripsi. Medan: Universitas Medan Area.

Kannan, V. R., Sithara, S., & Chandru, S. (2015). Proportional analysis of leghaemoglobin concentration in various nodulating plants and intuitive Rhizobium species. European Journal of Experimental Biology, 5(4), 15–23.

Lisa, M. (2019). Isolasi dan karakterisasi bakteri pengikat nitrogen dari tanah gambut Kecamatan Trumon, Aceh Selatan. Skripsi. Banda Aceh: Universitas Islam Negeri Ar-Raniry.

López Hernández, M. E., Morales Hernández, O. E., & Lacayo Romero, M. L. (2025). Evaluación del potencial de Mimosa pudica para fitorremediación de suelos de residuo minero contaminados con cinc y cobre, en los años 2014 y 2019. Revista Ciencia y Tecnología El Higo, 15(2), 130–141. https://doi.org/10.5377/elhigo.v15i2.21832

Mendrofa, P. K. T., Waruwu, A. B. S., & Lase, N. K. (2024). Kajian literatur: Potensi Rhizobium dalam fiksasi nitrogen sebagai solusi ramah lingkungan untuk peningkatan kesuburan tanah. PENARIK: Jurnal Ilmu Pertanian dan Perikanan, 1(2), 156–161.

Mensah, A. K. (2015). Role of revegetation in restoring fertility of degraded mined soils in Ghana: A review. International Journal of Biodiversity and Conservation, 7(2), 57–80. https://doi.org/10.5897/IJBC2014.0775

Mnasri, B., Aouani, M. E., & Mhamdi, R. (2007). Nodulation and growth of common bean (Phaseolus vulgaris) under water deficiency. Soil Biology and Biochemistry, 39(7), 1744–1750. https://doi.org/10.1016/j.soilbio.2007.01.030

Nivya, R. M. (2015). A study on plant growth-promoting activity of the endophytic bacteria isolated from the root nodules of Mimosa pudica plant. International Journal of Innovative Research in Science, Engineering and Technology, 4(8), 6959–6968.

PT Timah (Persero) Tbk. (2013). Reklamasi lahan bekas tambang PT Timah (Persero) Tbk. [Makalah lokakarya]. Lokakarya Memantapkan Upaya Rehabilitasi Lahan Bekas Tambang melalui Peningkatan Kapasitas Pelaksana.

Puri, A. A. A. (2025). Uji aktivitas enzim katalase (EC 1.11.1.6) terhadap variasi pH dan suhu. Maliki Interdisciplinary Journal, 3(3), 10–14. https://urj.uin-malang.ac.id/index.php/mij/article/view/14180

Putri, A. L. O., & Kusdiyantini, E. (2018). Isolasi dan identifikasi bakteri asam laktat dari pangan fermentasi berbasis ikan (inasua) yang diperjualbelikan di Maluku, Indonesia. Jurnal Biologi Tropika, 1, 6–12.

Rauf, A., Wardah, & Zulkaidah. (2020). Pertumbuhan beberapa jenis pohon leguminosa pada media tanam tanah bekas tambang emas di Poboya, Sulawesi Tengah. Mitra Sains, 8(1), 1–18.

Rincón-Rosales, R., Villalobos-Escobedo, J. M., Rogel, M. A., Martínez, J., Ormeño-Orrillo, E., & Martínez-Romero, E. (2013). Rhizobium calliandrae sp. nov., Rhizobium mayense sp. nov. and Rhizobium jaguaris sp. nov., rhizobial species nodulating the medicinal legume Calliandra grandiflora. International Journal of Systematic and Evolutionary Microbiology, 63, 3423–3429.

Rohyani, Zul, D., & Fibrianti, B. L. (2014). Isolasi bakteri indigenus yang potensial sebagai agen biofertilizer asal tanah gambut di kawasan Zamrud dan Taman Nasional Tesso Nilo, Riau. JOM FMIPA, 1(2), 417–429.

Rosyida, I., Ullah, W., Helmi, A., & Sasaoka, M. (2019). Adapting livelihoods to the impacts of tin mining in Indonesia: Options and constraints. The Extractive Industries and Society, 6(4), 1302–1313. https://doi.org/10.1016/j.exis.2019.10.018

Santoso, K., Rahmawati, & Rafdinal. (2019). Eksplorasi bakteri penambat nitrogen dari tanah hutan mangrove Sungai Peniti, Kabupaten Mempawah. Protobiont, 8(1), 52–58. https://doi.org/10.26418/protobiont.v8i1.30855

Sari, E., Flatian, A. N., Sari, Z. I., & Sulaeman, E. (2018). Isolasi dan karakterisasi Rhizobium dari Glycine max L. dan Mimosa pudica Linn. Ekotonia: Jurnal Penelitian Biologi, Botani, Zoologi dan Mikrobiologi, 3(2), 55–62. https://doi.org/10.33019/ekotonia.v3i2.760

Senthilkumar, M., Amaresan, N., & Sankaranarayanan, A. (2021). Quantitative estimation of leghemoglobin content in legume root nodules. In Plant-microbe interactions (pp. 33–35). Humana. https://doi.org/10.1007/978-1-0716-1080-0_4

Sharma, P., & Sharma, S. (2019). Bacterial motility and its regulation. Journal of Microbial Physiology, 12(3), 150–160.

Shomi, F. Y., Uddin, M. B., & Zerin, T. (2021). Isolation and characterization of nitrogen-fixing bacteria from soil sample in Dhaka, Bangladesh. Stamford Journal of Microbiology, 11(1), 11–13. https://doi.org/10.3329/sjm.v11i1.57145

Sigit, W., Feriwibisono, B., Nugraheni, M. P., Putri, B., & Makitan, T. (2013). Naga terbang Wendit. Indonesia Dragonfly Society.

Suarna, I. W. (2015). Peran tanaman pakan gamal (Gliricidia sepium) dalam konservasi lahan pascatambang. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tumbuhan Pakan, Universitas Udayana.

Subardja, D., Kasno, A., & Suryani, E. (2009). Teknologi pemulihan lahan bekas tambang timah untuk pertanian di Bangka Belitung. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

Suryanti, E., Nabilla, A. Y., Prastya, M. E., & Sari, D. A. (2024). Isolasi dan karakterisasi bakteri Rhizobium asal bintil akar tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea) dan koro rawe (Mucuna bracteata). Jurnal Sumberdaya Hayati, 10(4), 175–182.

Syahrir, R., Wall, F., & Diallo, P. (2020). Socioeconomic impacts and sustainability of mining: A case study of the historical tin mining in Singkep Island, Indonesia. The Extractive Industries and Society, 7(4), 1525–1533. https://doi.org/10.1016/j.exis.2020.07.023

Wicaksono, H. M. H., & Handayani, E. (2021). Karakterisasi mineralogi mineral berbasis CuFe-S dengan SEM-EDS di daerah Kelapa Kampit, Pulau Belitung. Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara, 17(1), 27–38. https://doi.org/10.30556/jtmb.Vol17.No1.2021.1127

Widawati, S. (2015). Uji bakteri simbiotik dan nonsimbiotik pelarutan Ca versus P dan efek inokulasi bakteri pada anakan turi (Sesbania grandiflora L. Pers.). Jurnal Biologi Indonesia, 11(2), 295–307.

Yusuf, M. (2011). Model pengembangan kolong terpadu pascapenambangan timah di wilayah Bangka Belitung. Skripsi. Palembang: Universitas Sriwijaya.

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Rhizobium dari Bintil Akar Putri Malu di Lahan Pascatambang Timah. (2026). EKOTONIA: Jurnal Penelitian Biologi, Botani, Zoologi Dan Mikrobiologi, 11(1), 37-49. https://doi.org/10.33019/ekotonia.v11i1.7473