Isolasi dan Identifikasi Jamur Penyebab Penyakit Layu pada Tanaman Terong (Solanum melongena L.)
DOI:
https://doi.org/10.33019/ekotonia.v11i1.7483Keywords:
Terong, Penyakit Layu, Jamur Patogen, Isolasi, IdentifikasiAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jamur penyebab penyakit layu pada tanaman terong (Solanum
melongena L.) di Desa Balunijuk, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka. Metode penelitian meliputi observasi
langsung di lapangan, wawancara dengan petani, isolasi jamur patogen secara in vitro, serta identifikasi morfologi
koloni secara makroskopis dan mikroskopis di laboratorium. Sampel diambil dari akar, batang, dan daun tanaman
terong yang menunjukkan gejala layu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyakit layu ditandai dengan daun
menguning dan mengering, batang berwarna coklat, serta akar menghitam. Isolasi menunjukkan pertumbuhan
koloni jamur pada media Potato Dextrose Agar (PDA) dengan karakteristik morfologi spesifik. Identifikasi awal
menunjukkan bahwa patogen yang diduga menyebabkan penyakit layu berasal dari genus Phytophthora sp. dan
Penicillium sp., berdasarkan pengamatan morfologi hifa dan spora. Faktor lingkungan seperti kelembaban tinggi dan
pH tanah yang agak asam turut berperan dalam peningkatan insidensi penyakit. Penelitian ini memberikan gambaran
awal mengenai jenis jamur penyebab penyakit layu pada tanaman terong dan dapat menjadi dasar dalam
pengembangan strategi pengendalian hayati yang efektif dan ramah lingkungan.
References
Abdilla, T. V., Simamora, E. S., Amelia, Z. D., & Mulyani, P. D. (2025). Potential of Trichoderma harzianum as Environmentally Friendly Natural Pesticides for Controlling Phytophthora in Duku Plants. Jurnal Biologi Tropis, 25(2), 1632-1639.
Andriani, S., Aini, F., & Ihsan, M. (2019). Isolasi dan identifikasi jamur patogen pada tanaman nanas (Ananas comosus (L). Merr) Varietas Tangkit. BIO-SITE| Biologi dan Sains Terapan, 5(01), 12-20.
Apriliyanto, E., & Setiawan, B. H. (2019). Intensitas Serangan Hama pada Beberapa Jenis Terung dan Pengaruhnya Terhadap Hasil. Agrotechnology Research Journal, 3(1), 8-12.
Ariffin, S. M., Amin, M. S. M., & Sulaiman, Z. (2020). Potato Dextrose Agar (PDA) medium for the growth of fungal pathogens from infected plants. Journal of Agricultural Sciences, 28(3), 243-250.
Arsi, A., Abdindra, G. G., Kusuma, S. S. H., & Gunawan, B. (2021). Pengaruh teknik budidaya terhadap serangan penyakit pada tanaman terung ronggo (Solanum melongena) di Desa Gunung Cahya Kecamatan Buay Rawan, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan. J-Plantasimbiosa, 3(2), 27–39.
BAPPENAS [Badan Perencanaan Pembangunan Nasional]. (2016). Indonesian biodiversity strategy and action plan 2015-2020. Jakarta: Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/BAPPENAS. In: http://www.bappenas.go.id.
Choiriyah, A., & Nurcahyanti, S. D. (2019). Pengendalian Penyakit Layu Bakteri (Ralstonia solanacearum) Pada Tanaman Tomat Dengan Penyambungan Batang Bawah Tahan. JURNAL BIOINDUSTRI (JOURNAL OF BIOINDUSTRY), 2(1), 295-306
Haryati, L. D. (2018). Isolasi dan identifikasi jamur Penicillium sp, yang berasal dari swab pasien ulkus diabetikum. Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN, 4(1).
Hartati, R. D., Suryaman, M., & Saepudin, A. (2023). Pengaruh pemberian bakteri pelarut fosfat pada berbagai pH tanah terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai (Glycine max (L.) Merr). Journal of Agrotechnology and Crop Science, 1(1), 26–34.
Hasanah, N. F., Muthahanas, I., & Isnaini, M. (2019). Identifikasi Jamur Patogen Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) di Lahan Kering Amor- amor Lombok Utara. Crop Agro, Scientific Journal of Agronomy, 12(2), 111-121.
Huddin, W., Santoso, S. J., & Triyono, K. (2021). Kajian insektisida nabati terhadap hama kutu putih (Pseudococcus citriculus) pada tanaman terong ungu (Solanum melongena). Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian, 23(2).
Ihsanudin, N. A., & Liestiany, E. (2019). Uji antagonis Pseudomonas fluorescens dan Bacillus spp. dalam menghambat perkembangan cendawan Fusarium oxysporum penyebab layu pada tanaman terong (Solanum melongena L.). Jurnal Proteksi Tanaman Tropika, 2(2), 118–
122.
Ilmiyah Z, Mahanani TA, Evie R. 2015. Uji Antagonisme Jamur Endofit Tanaman Stroberi Terhadap Alternaria alternata Jamur Penyebab Bercak Daun pada Tanaman Stroberi secara in Vitro. Lentera Bio 4(1): 19-24.
Kalpajar, U. S., Khotimah, S., & Linda, R. (2015). Isolasi Jamur Dari Buah Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Yang Terinfeksi Di Perkebunan Kelapa Sawit Kubu Raya. Protobiont, 4(3).
Komalasari, I., Suryanti, S., & Hadisutrisno, B. (2018). Identification of the Causal Agent of Cocoa Pod Rot Disease from Various Locations. Jumal Perlindungan Tanaman Indonesia, 22(1), 13.
Liany, A. R. (2015). Identifikasi dan Deskripsi Fungi Penyebab Penyakit pada Tanaman Kacang Panjang (Vigna sinensis. L) Skripsi. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. Jakarta.
Muzuni, Haidin dan Yanti,. N. A. (2020). Karakterisasi Morfologi Phytophthora sp. Asal Buah Kakao Desa Olo-oloho, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. BioWallacea: Jurnal Penelitian Bioloogi. Vol 7 (1): 1064-1069.
Nahar, M. S., Naher, N., Alam, M. J., Hossain,
M. S., Mian, M. Y., and Miller, S. (2019). Variation in isolates of Sclerotinia sclerotiorum (Lib.) de Bary causing white mold disease in Bangladesh crops. Sciencedirect, 1 (1): 1–25.
Noviana, D. Y. (2024). Penapisan ketahanan 27 genotipe terung (Solanum melongena L.) terhadap tiga spesies Begomovirus. Skripsi. Universitas Gadjah Mada.
Payangan, R. Y., Gusmiaty, G., & Restu, M. (2019). Eksplorasi Cendawan Rhizosfer Pada Tegakan Hutan Rakyat suren Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Tanaman. BIOMA: Jurnal Biologi Makassar, 4(2), 153-160.
Putra, M. B. I. & Purwantisari, S. (2018). Kemampuan antagonisme Pseudomonas sp. dan Penicillium sp. terhadap Cercospora nicotianae in vitro. Jurnal Akademika Biologi, 7(3), 1-7.
Rahmah, I. N., Sulistyono, A., & Makhziah, M. (2021). Respon pertumbuhan dan hasil tanaman terong (Solanum melongena L.) terhadap pemberian paclobutrazol dan pupuk organik cair eceng gondok. Plantropica: Journal of Agricultural Science, 6(2).
Rosita, E., Linda, R., & Khotimah, S. (2014). Kapang pada tingkat kematangan gambut yang berbeda di kawasan Hutan Lindung Gunung Ambawang Kabupaten Kubu Raya. Protobiont, 3(3).
Rubayet, M. T., Sheikh, B., Rahman, M., Bhuiyan, K., Mahidul, M., Masum, I., dan Sheikh Mujibur, B. (2018). Effect Of Biofumigation And Soil Solarization On Stem Canker And Black Scurf Diseases Of Potato (Solanum tuberosum L.) Caused By Rhizoctonia solani Isolate Pr2 Elucidation Of The Antagonistic Effect Of Bacillus Species Against White Mold Fungus Sclerotini. Advances In Agricultural Science, October.
Santoso, P. J. (2016). Karakteristik Empat Cendawan Patogen pada Durian: Phytophthora palmivora, Phytopythium vexans, Pythium cucurbitacearum, dan Pythium sp. D37. IPTEK Hortikultura, 12, 59-64.
Sigit, W., Feriwibisono, B., Nugraheni, M. P., Putri, B., Makitan, T. (2013). Naga Terbang Wendit. Malang: Indonesia Dragonfly Society.
Smith, J., & Lee, R. T. (2022). Fungal identification methods and the use of lactophenol cotton blue for microscopic observations. Mycology and Plant Pathology Journal, 35(4), 455–463.
Syukur, A., Aidawawati, N., Rosa, H. O. (2022). Kemampuan Pseudomonas kelompok fluorescens dan Bacillus spp. menghambat perkembangan Fusarium spp. Penyebab penyakit layu tanaman terung. Proteksi Tanaman Tropika. 5 (1): 429–435.
Triwidodo, W., & Tanjung, S. (2020). Analysis of disease incidence and severity in vegetable crops. Agricultural Research Journal, 42(1), 100-110.
Watanabe, T. (2010). Pictorial Atlas of Soil and Seed Fungi. CRC Press. New York.
Yusuf, M. (2011). Model Pengembangan Kolong Terpadu Pasca Penambangan Timah di Wilayah Bangka Belitung. Skripsi. Palembang: Universitas Sriwijaya
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Yulianti, Aprilia Tri Astuti, Diki, Marselawati, Neli Agustin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
