ANALISIS PEMBIAYAAN USAHA MIKRO AGRIBISNIS: STUDI KASUS UMKM SEPTI ENG CAKE DI KABUPATEN BANGKA SELATAN
Analysis of Agribusiness Micro-Enterprise Financing: A Case Study of UMKM Septi Eng Cake in South Bangka Regency
DOI:
https://doi.org/10.33019/h332eb62Keywords:
pembiayaan agribisnis, usaha mikro, pecking order theory, umkm, bangka selatanAbstract
Penelitian ini menganalisis pola pembiayaan usaha mikro agribisnis pada UMKM Septi Eng Cake, yaitu usaha rumah tangga berbasis kue dan bakeri yang berlokasi di Kabupaten Bangka Selatan. Penelitian dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber pembiayaan utama sepenuhnya berasal dari modal sendiri senilai lebih dari Rp30.000.000, yang selaras dengan Pecking Order Theory yang dikemukakan oleh Myers dan Majluf (1984). Usaha ini pernah mengakses program bantuan pemerintah melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUKMindag) Kabupaten Bangka Selatan senilai Rp1.000.000 dengan syarat kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB), namun belum pernah mengakses lembaga keuangan formal seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hambatan utama meliputi ketiadaan pencatatan keuangan yang terstruktur, minimnya pengetahuan tentang produk kredit formal, dan persepsi bahwa prosedur pinjaman formal sangat kompleks. Risiko usaha yang dominan adalah fluktuasi harga bahan baku yang diantisipasi melalui penyesuaian harga jual secara proporsional. Dengan usia usaha lebih dari lima tahun dan pasar yang konsisten, Septi Eng Cake secara substantif memenuhi kriteria KUR Mikro namun masih terkendala ketidaksiapan administratif. Penelitian ini merekomendasikan pencatatan keuangan sederhana, eksplorasi aktif program bantuan UMKM pemerintah, dan akses pembiayaan formal guna mendukung ekspansi kapasitas produksi.
Downloads
References
Ashari, A. (2009) ‘Optimalisasi Kebijakan Kredit Program Sektor Pertanian Di Indonesia’, Analisis Kebijakan Pertanian, 7(1), pp. 21–42. https://doi.org/10.21082/akp.v7n1.2009.21-42.
Badan Pusat Statistik (2023) Statistik Karakteristik Usaha 2022/2023. Jakarta: Badan Pusat Statistik. BPS – Statistik Karakteristik Usaha 2022/2023.
Effendy, Ellyta & N, Muhammad & Romano, Romano & Safrida, Safrida. (2019). Analisis Struktur Biaya Produksi Dan Kesenjangan Pendapatan Petani Akibat Fluktuasi Harga Minyak Nilam. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis. 3. 360-375. 10.21776/ub.jepa.2019.003.02.12.
Feryanto (2017) ‘PEMBIAYAAN PERTANIAN DAN UPAYA MENINGKATKAN KESEJAHTERAN PETANI : ANALISA DATA MAKRO’, Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian, 2(2), pp. 291–357. Available at: https://doi.org/https://doi.org/10.24198/agricore.v2i2.15145.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia (2023) Perkuat Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Pemerintah Percepat Penyaluran Kredit Usaha Rakyat. Jakarta: Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia.
Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia (2022) Data Perkembangan Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) dan Usaha Besar. Jakarta: Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia. Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia.
Mokalu, O. J., Montolalu, J., & Keles, D. (2018). Pemanfaatan Fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) Terhadap Peningkatan Usaha Mikro Kecil Dan Menengah (UMKM) (Studi Kasus Bank Mandiri Kantor Kas Manado Paal Dua). JURNAL ADMINISTRASI BISNIS , 6(001). https://doi.org/10.35797/jab.v6.i001.%p
Myers, S. C., & Majluf, N. S. (1984). Corporate financing and investment decisions when firms have information that investors do not have. Journal of Financial Economics, 13(2), 187–221. https://doi.org/10.1016/0304-405X(84)90023-0
Nurholis, M.S., Anwarudin, O. and Makhmudi, M. (2020) ‘KAPASITAS PETANI PADI DALAM MENGAKSES KREDIT USAHA RAKYAT (KUR) DI KECAMATAN PAMEUNGPEUK KABUPATEN GARUT, JAWA BARAT’, Jurnal Penyuluhan Pertanian, 15(1), pp. 53–72. Available at: https://doi.org/https://doi.org/10.51852/-.v15i1.432.
Rahayu, L. (2016) “Aksesibilitas Petani Bawang Merah Terhadap Lembaga Keuangan Mikro Sebagai Sumber Pembiayaan”, AGRARIS: Journal of Agribusiness and Rural Development Research, 1(1), pp. 52–60. doi: 10.18196/agr.118.
Shaniyazova, Z. (2016) ‘THE CONSTRAINTS OF AGRICULTURAL CREDIT AND GOVERNMENT POLICY STRATEGY’, International Scientific Journal, 105(1), pp. 288–292. Available at: https://doi.org/https://dx.doi.org/10.15863/TAS.2022.01.105.19.
Simatupang, H & Purwanti, L & Mardiati, E. (2019). Determinants of capital structures based on the Pecking Order Theory and Trade-off Theory. Jurnal Keuangan dan Perbankan. 23. 10.26905/jkdp.v23i1.2579.
Tambunan, Tulus. (2019). Recent evidence of the development of micro, small and medium enterprises in Indonesia. Journal of Global Entrepreneurship Research. 9. https://doi.org/10.1186/s40497-018-0140-4
Wagisuwari, K & Sitorus, MM. (2024). Analisis Trade-Off Theory dan Pecking Order Theory Terhadap Struktur Modal. Owner. 8. 2380-2392. 10.33395/owner.v8i3.2091.
Wahyuni, Sri & Gunawan, Endro & Suhartini, Sri & Sinuraya, Julia & Syukur, Mat & Ilham, Nyak. (2021). DINAMIKA KREDIT PROGRAM DAN PERSPEKTIF SKEMA BARU KREDIT USAHA RAKYAT UNTUK PEMBIAYAAN PERTANIAN 2020-2024. Forum penelitian Agro Ekonomi. 38. 103. 10.21082/fae.v38n2.2020.103-117.
Wibowo, B & Rifin, A & Kuswanto, S. (2018). Efisiensi Penyaluran Kredit Ritel Komersial Terhadap Sektor Umkm di BRI (Studi Kasus di BRI Kantor Wilayah Jakarta 3). Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen. 4. 308. 10.17358/jabm.4.2.308.
Wulandari E, Meuwissen MPM, Karmana MH, Lansink AGJMO (2021) The role of access to finance from different finance providers in production risks of horticulture in Indonesia. PLoS ONE 16(9): e0257812. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0257812




1.png)