ANALISIS PENGGUNAAN PASIR PANTAI SAMPUR SEBAGAI AGREGAT HALUS TERHADAP KUAT TEKAN BETON

  • Ahmad Dumyati Alumni Jurusan Teknik Sipil Universitas Bangka Belitung
  • Donny Fransiskus Manalu Staf Pengajar Jurusan Teknik Sipil Universitas Bangka Belitung

Abstract

Penelitian tentang pemanfaatan pasir pantai sebagai agregat halus dalam pembuatan beton ini dilatarbelakangi oleh ketersediaan pasir pantai di alam dalam  jumlah yang sangat besar. Pasir pantai yang digunakan berasal dari daerah Pantai Sampur, kota Pangkalpinang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kuat tekan beton yang dihasilkan ketika menggunakan beberapa perlakuan terhadap pasir pantai Sampur. Perlakuan yang digunakan terhadap pasir Pantai Sampur adalah : tanpa perlakuan, disiram, dan dicuci. Kuat tekan beton direncanakan 17,5 MPa. Sampel berbentuk silinder dan berjumlah 24 buah. Penelitian ini juga menggunakan beton normal dari pasir yang berbeda sebagai kontrol, yaitu pasir daerah Padang Baru Kabupaten Bangka Tengah. Campuran beton dengan pasir Padang Baru (beton normal) menghasilkan kuat tekan rata-rata sebesar 28,68 MPa. Sedangkan kuat tekan beton rata-rata  pada pasir pantai Sampur tanpa perlakuan sebesar 16,36 MPa, dengan perlakuan disiram sebesar 17,52 MPa dan dengan perlakuan dicuci sebesar 22,14 Mpa. Kuat tekan beton terbesar  pasir Pantai Sampur terletak pada perlakuan dicuci yaitu sebesar 22,14 Mpa.

Keywords: pasir pantai, kuat tekan beton

Downloads

Download data is not yet available.

References

Dipohusodo, I., 1993, Struktur Beton Bertulang, Berdasarkan SK SNI T-15-1991-03, Departemen Pekerjaan Umum RI, PT Gramedia Pustaka Utama: Jakarta.

DPU, 1986, SK SNI M-08-1989-F, 1986,: Metode Pengujian Tentang Analisis Saringan Agregat Halus dan Kasar. Badan Penerbit P.U. Jakarta.

DPU, 1989, SK SNI M-14-1989-F:, 1989, Metode Pengujian Kuat Tekan Beton, Badan Penerbit P.U. Jakarta.

DPU, 1990, Tata Cara Pembuatan Rencana Campuran Beton Normal SK-SNI-T-1990-03, Departemen Pekerjaan Umum Yayasan Lembaga Penyelidikan

DPU, 1990, SNI. 03-1974-1990, Metode Pengujian Kuat Tekan Beton, Jakarta.
Masalah Bangunan: Bandung.

DPU, 2000, SNI. 03-2834-2000, Tata Cara Pembuatan Rencana Campuran Beton Normal, Jakarta.

DPU, 2008, SNI. 1972-2008 Cara uji slump Beton, Departemen Pekerjaan Umum, Jakarta.

DPU, 2010, Spesifikasi Umum Pekerjaan Beton, Departemen Pekerjaan Umum, Jakarta.

Kalman, M., 2008, Pemanfaatan Pasir Laut Tanjung sebagai Agregat Halus pada Campuran HRS (Hot Rolled Sheet), laporan tugas akhir, Universitas Unidayan, Baubau.

Mangerongkonda, D., 2007, Pengaruh Penggunaan Pasir Laut Bangka Terhadap Karakteristik Kualitas Beton, laporan tugas akhir, Universitas Gunadarma, Depok.

Mulyono, T., 2003, Teknologi Beton, Andi Offset: Yogyakarta.

PBI, Umur Kuat Tekan Beton 1971,NI-2

Siregar, A.,H., 2005, Pemanfaatan Pasir Semempang dan Batu Pecah asal Ranai sebagai Bahan Pembuatan Beton Normal, laporan tugas akhir, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Stevia, A., 2009, Analisis Penggunaan Pasir Laut Sebagai Agregat Halus Terhadap Kuat Tekan Beton, laporan tugas akhir, Universitas Bengkulu, Bengkulu

Tjokrodimuljo, K., 1992, Teknologi Beton, Andi Offset, Yogyakarta.

Tjokrodimuljo, K., 2007, Teknologi Beton, Andi Ofset, Yogyakarta.
Published
2015-06-10
How to Cite
Dumyati, A., & Manalu, D. (2015). ANALISIS PENGGUNAAN PASIR PANTAI SAMPUR SEBAGAI AGREGAT HALUS TERHADAP KUAT TEKAN BETON. FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil), 3(1), 1-13. https://doi.org/10.33019/fropil.v3i1.1203
Abstract viewed = 1283 times
pdf (Bahasa Indonesia) downloaded = 880 times