Kerentanan Seismik di Wilayah Telanaipura dan Kotabaru Kota Jambi

Penulis

  • Rizki Hidayat
  • Tri Kusmita Universitas Bangka Belitung

DOI:

https://doi.org/10.33019/jrfi.v1i1.2036

Kata Kunci:

Seismic vulnerability; microtremor; jambi city;

Abstrak

Secara geologi Kota Jambi berada pada formasi Air Benakat, Muara Enim, Kasai, dan endapan alluvium. Satuan batuan penyusun formasi tersebut secara keseluruhan didominasi oleh sedimen yang halus. Berdasarkan kondisi geologi tersebut, maka daerah Kota Jambi memiliki tingkat kerentanan seismik yang tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kerentanan seismik di wilayah tersebut menggunakan metode mikrotremor. Mikrotremor merupakan getaran tanah yang dapat disebabkan oleh sumber alam. Sumber alam tersebut berupa angin dan gelombang laut yang berperioda panjang ataupun gangguan buatan seperti aktivitas lalu lintas, mesin pabrik, dan sebagainya. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa wilayah Kotabaru dan Telanaipura mempunyai frekuensi natural pada rentang 1,24 Hz - 4,35 Hz. Faktor amplifikasi  adalah 1.13 - 3.34 dan termasuk dalam kategori rendah. Indeks kerentanan seismik di kedua wilayah tersebut sebesar 0,50 - 8.58 x 10-6 cm/s2. nilai indeks kerentanan seismik relatif tinggi berada di Kelurahan Penyengat Rendah dan tidak direkomendasikan untuk mendirikan kontruksi bertingkat.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Mangga, S. A., Santoso, S., & Herman, B., (1993), Peta Geologi Lembar Jambi Sumatera. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, Bandung, Jawa Barat.

Hartati, L., 2014, Pemetaan Tingkat Resiko Gempabumi Daerah Liwa dan Sekitarnya Berdasarkan Pengukuran Mikrotremor, Thesis, Yogyakarta: UGM.

Kanai, K., 1983, Seismology in Engineering, Tokyo University: Japan

Gutenberg, B., 1958, Journal of Geophysical Research volume 63.

Nogoshi,M. & Igarashi, T., 1971, On the Amplitude Characteristics of Microtremor, Zisin (Journal of the Seismological Society of Japan, 2nd Ser, Volume 24.

Cipta, dan Athanasius, 2009, Penyelidikan Amplifikasi Wilayah Selirit, Provinsi Bali, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Bandung.

Mucciarelli. M. dkk., 2009. Increasing Seismic Safety by Combining Engineering Technologies and Seismological Data, NATO Science for Peace and Security Series C, Environmental Security, Spinger Science+Bussines Media B.V

Nakamura, Y. 2000. Clear Indentification of Fundamental Idea of Nakamura’s Technique and Its Application. Tokyo University. Japan.

Nakamura, Y.1989. A Method for Dynamic Characteristics Estimation of Subsurface using Mikrotremor on the Ground Surface.Japan: Quarterly Report of Railway Technical Research Institute (RTRI) Vol.30, No.1

Refrizon, dkk., 2013, Analisis Percepatan Tanah Maksimum dan Tingkat Kerentanan Seismik Daerah Ratu Agung Kota Bengkulu, Lampung, Prosiding Semirata FMIPA UNILA.

Winoto, P., (2010), Analisis Mikrotremor Kawasan Universitas Brawijaya Berdasarkan Metode HVSR, Thesis, Malang: Universitas Brawijaya.

Mirzaoglu, M. and Dykmen, U. 2003. Application of Microtremor to Seismic Microzoning Procedure, Journal of The Balkan Geophysical Society, Vol.6 No.3.

SESAME, 2004. Guidelines for The Implementation of the H/V Spectra Ratio Technique on Ambient Vibrations. Europe: SESAME Europen research project.

Oliveira, CS., Roca, A. and Goula, X. 2006. Assessing And Managing earthquake Risk. Springer, Netherland.

Unduhan

Diterbitkan

2020-12-30

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

[1]
“Kerentanan Seismik di Wilayah Telanaipura dan Kotabaru Kota Jambi”, JRFI, vol. 1, no. 1, pp. 1–6, Dec. 2020, doi: 10.33019/jrfi.v1i1.2036.