Identifikasi Akuifer Air Tanah menggunakan Metode Geolistrik di Perumahan Gang Jati Baru, Hajimena, Natar, Lampung Selatan

Penulis

  • Isti Nur Kumalasari Program Studi Teknik Geofisika, Fakultas Teknik, Universitas Lampung, Jalan Soemantri Brojonegoro No 1, Bandar Lampung, 35135, Lampung, Indonesia
  • Rahmi RahmiMulyasari Program Studi Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Lampung, Jalan Soemantri Brojonegoro No 1, Bandar Lampung, 35135, Lampung, Indonesia
  • Ordas Dewanto Program Studi Teknik Geofisika, Fakultas Teknik, Universitas Lampung, Jalan Soemantri Brojonegoro No 1, Bandar Lampung, 35135, Lampung, Indonesia
  • Bagus Sapto Mulyatno Program Studi Teknik Geofisika, Fakultas Teknik, Universitas Lampung, Jalan Soemantri Brojonegoro No 1, Bandar Lampung, 35135, Lampung, Indonesia
  • Rahmat Catur Wibowo Program Studi Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Lampung, Jalan Soemantri Brojonegoro No 1, Bandar Lampung, 35135, Lampung, Indonesia
  • Nanda Hanyfa Maulida Program Studi Teknik Geofisika, Fakultas Teknik, Universitas Lampung, Jalan Soemantri Brojonegoro No 1, Bandar Lampung, 35135, Lampung, Indonesia
  • Akroma Hidayatika Program Studi Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Lampung, Jalan Soemantri Brojonegoro No 1, Bandar Lampung, 35135, Lampung, Indonesia
  • Hesti Hesti Program Studi Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Lampung, Jalan Soemantri Brojonegoro No 1, Bandar Lampung, 35135, Lampung, Indonesia
  • Ilham Dani Program Studi Teknik Geofisika, Fakultas Teknik, Universitas Lampung,
  • Sandi Erfani Program Studi Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Lampung,

DOI:

https://doi.org/10.33019/jrfi.v5i2.6504

Kata Kunci:

Akuifer Air Tanah, Geolistrik, Resistivitas

Abstrak

Groundwater is a basic human need. To meet the groundwater needs in the Perumahan Gang Jatibaru, Hajimena, Natar, geoelectric measurements need to be carried out. The geoelectric configuration used in 1D measurements is Schlumberger. Meanwhile, in 2D data acquisition, the Wenner-Schlumberger configuration is used. The modeling results show that shallow groundwater aquifers are located at a depth of 11.1-28.3 meters and deep water aquifers are at a depth of 42.7-79 meters with a low resistivity value of 13.2 ohm.m. These results are in line with 2D modeling at the research location which shows a shallow low resistivity anomaly (<15.2 ohm.m) at a depth of 10-28 meters.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

[1]Djana, M., ‘’Analisis Kualitas Air Dalam Pemenuhan Kebutuhan Air Bersih Di Kecamatan Natar Hajimena Lampung Selatan’’, Jurnal Redoks, Volume 8 Nomor 1, 2023.
[2] Afiatun, E., Wahyuni, S., dan Hamdan, F., ‘’Perbandingan Komposisi Koagulan Biji Kelor (Moringan Oleifera), Biji Asam Jawa (Tamarindus Indica L) dan Aluminium Sulfat (Al2(SO4)3) untuk menurunkan Kekeruhan Air Sungai Citarum Atas, Ciparay, Kabupaten Bandung’’, Journal of Community Based Environmental Engineering and Management, vol. 2, no. 1, pp. 21-30, 2018.
[3] Mulyasari, R., Dermawan I.G.B., Suharno, dan Hidayatika, A., “Identifikasi Akuifer Air Tanah Untuk Membantu Perencanaan, Pemanfaatan Dan Upaya Konservasi Di Komplek Pendidikan Yayasan Nurul Hudadesa Pemanggilan Natar Lampung Selatan”, Jurnal Sakai Sambayan. Vol. 5 No. 3, 2021.
[4] Mulyasari, R., Yogi, I. B. S., dan Wijaya, R. C., “Identifikasi Akuifer Air Tanah dan Edukasi Kualitas Air Bersih di Kelurahan Sukadanaham Bandar Lampung”, Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan, 6(3), 206-209, 2022.
[5] Haerudin, N., Rizkiano, A., Mulyasari, R., dan Hesti, ‘’Identification of Deep Groundwater Aquifer Zones with Geoelectrical Method in Sukadanaham Area Bandar Lampung, Indonesia’’, Journal of Geoscience Engineering, Environment, and Technology, Vol 9 No 1 (77-81), 2024.
[6] Mangga, S. A., Amirudin, Suwarti, T., Gafoer, S., dan Sidarto , “Peta Geologi Lembar Tanjungkarang, Sumatra”, Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, Bandung, 1994.
[7] Rustadi, Hutomo A.I., Haerudin N., dan Zaenudin, A., “Delineasi Cekungan Air Tanah Bandar Lampung sebagai Landasan Konservasi Untuk Menjaga Ketersediaan Secara Berkelanjutan”, Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN), Volume 2 Nomor 1, 2020.
[8] Zaenudin A., Risman, A., Darmawan, I.G.B., dan Yogi, I.B.S., “Analysis of Gravity Anomaly for Groundwater Basin in Bandar LAmpung City Based on 2D Gravity Modeling”, Prosiding the 9th International Conference on Thepritical dan Applied Physics (ICTAP) 26-28 September, 2019.
[9] Firdaus, I., Sembiring, S., Riyanto, A., Situmeang, R., dan Karoaro, P., “Pendampingan Pengelolaan Website Desa Hajimena Sebagai Penunjang Program Digitalisasi Desa”, Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), Volume 5 Nomor 10 (2287-3396), 2022.
[10] Loke, M.H., Jhon, W., Lane, Jr., “ Inversion of DAta from Electrical Resistivity Imaging Surveys in WAter-covered Areas”, Exploration Geophysics, 35, 266-271, 2004.
[11] Permana, R.S., Buana, A.P., Akman, A., Amir, H., dan Putra A., “Using the Schlumberger configuration resistivity geoelectric method to estimate the rock structure at landslide zone in Malalak agam”, IOP Conference Series: Journal of Physics: Conference Series 1481(2020) 01 2034, 2020.
[12] Jamaluddin dan Umar, E.M., “Identification of subsurface layer with Wenner-Schlumberger arrays configuration geoelectrical method”, IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, Volume 118, Global Colloquium on GeoSciences and Engineering 201718–19 October 2017, Bandung, Indonesia, 2018.
[13] Rizka dan Satiawan, S., “Investigasi Lapisan Akuifer Berdasarkan Data Vertical Electrical Sounding (VES) dan Data Electrical Logging; Studi Kasus Kampus Itera”, Bulletin of Science Contribution: Geology, 17, 91–100, 2019.
[14] Telford, W. M., Geldart, L. P., dan Sheriff, R. E., Applied Geophysics, Second Edition. Cambridge University Press, United State of America, 1990

Unduhan

Diterbitkan

2025-07-23

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

[1]
“Identifikasi Akuifer Air Tanah menggunakan Metode Geolistrik di Perumahan Gang Jati Baru, Hajimena, Natar, Lampung Selatan”, JRFI, vol. 5, no. 2, pp. 71–78, Jul. 2025, doi: 10.33019/jrfi.v5i2.6504.