PENGERING BERPENUKAR KALOR DENGAN SUMBER ENERGI SEKAM PADI
DOI:
https://doi.org/10.33019/jm.v6i2.1506Kata Kunci:
Pengering, sekam, penukar kalorAbstrak
Pengeringan merupakan salah satu cara untuk memperpanjang masa simpan produk-produk pertanian. Proses pengeringan dapat dilakukan dengan cara konvensional maupun menggunakan alat pengering. Penggunaan alat pengering dapat dilakukan dengan memanfaatkan energi surya maupun sumber energi lain. Kelemahan pengeringan konvensional adalah sangat bergantung pada cuaca, sementara kelemahan alat pengering dengan sumber energi lain seperti energi listrik dan bahan bakar adalah diperlukannya biaya tambahan untuk sumber energi yang digunakan. Untuk itu diperlukan alat pengering dengan sumber energi yang lebih murah, seperti penggunaan limbah sekam. Di samping murah, limbah sekam juga mudah diperoleh. Penelitian ini mengkaji penggunaan alat pengering berbahan bakar limbah sekam padi untuk pengeringan cabai. Alat yang dirancang terdiri dari tungku pembakaran sekam, pipa penukar kalor dan lemari pengering. Penggunaan pipa penukar kalor bertujuan agar produk yang dikeringkan tidak terkontaminasi pembakaran sekam. Hasil penelitian menunjukkan berat bahan, kadar air, laju pengeringgan, dan efisiensi pengering mengalami penurunan terhadap waktu. Temperatur lemari pengering berkisar 50- 600 C, dengan laju aliran udara 0,49 m3/min. Alat ini mampu menurunkan kadar air cabai 85,8% hingga 58,2% dalam jangka waktu 900 menit, dengan efisiensi rata-rata sebesar 22%.
Unduhan
Referensi
[2] Syahrul, S., Romdhani, R., dan Mirmanto, Pengaruh Variasi Kecepatan Udara dan Massa Bahan terhadap Waktu Pengeringan Jagung pada Alat Fluidized Bed. Dinamika Teknik Mesin: Jurnal Keilmuan dan Terapan Teknik Mesin, Vol. 6, No. 2, 2016, hal. 120-126.
[3] Suryadi, Sukmawaty, dan Putra, G.M.D., Scale Up dan Uji Teknis Alat Pengering Tipe Fluidized Bed [Scale Up and Technical Test of Fluidized Bed Dryer. Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem, Vol. 5, No. 2, 2017, hal. 452-461.
[4] Mohanraj, M. and Chandra, S., Performance of A Force Convection Solar Drier Integrated with Gravel as Heat Storage Material for Chili Drying. Journal of Engineering Science and Technology, Vol. 4, Issue 3, 2009, pp. 305-314.
[5] Susana, I G.B. dan Santosa, I G., Peningkatan Produktivitas Perajin Ikan Teri dengan Konversi Energi Biomassa. Jurnal Logic, Vol. 15, No. 1, 2015, hal. 47-50.
[6] Fudholi, A., Othman, M. Y., Ruslan, M. H., and Sopian, K., Drying of Malaysian Capsicum annuum L. (Red Chili) Dried by Open and Solar Drying. International Journal of Photoenergy, 2013.
[7] Fathurrahman, Syahrul, Nurchayati, Mirmanto, dan Sukmawaty, Pengaruh Temperatur dan Kecepatan Udara terhadap Laju Pengeringan Jagung pada Alat Fluidized Bed Dryer. Prosiding Seminar Nasional Mesin dan Industri (SNMI IX), Lombok, 2017.
[8] Susana, I.G.B., Improve of Worker Performance and Quality of Anchovy with Ergonomic Hybrid Solar Dryer. Journal of Engineering and Applied Sciences, Vol. 13, Issue 5, 2018, pp. 1662-1667.
[9] Susana I G. B., Yudhyadi I G.N.K., Alit I.B., Mirmanto, and Okariawan I D.K., Effect of Hole Spacing and Number of Pipe on Dryer Box Temperature. International Journal of Mechanical Engineering and Technology (IJMET), Vol. 8, Issue 11, 2017, pp. 1029-1035.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Makalah yang disampaikan diasumsikan tidak mengandung bahan proprietary yang tidak dilindungi oleh hak paten atau aplikasi paten. Tanggung jawab untuk konten teknis dan untuk perlindungan dari bahan proprietary merupakan tanggung jawab penulis dan organisasi mereka dan bukan tanggung jawab dari machine atau staff redaksinya. Penulis utama (pertama/yang sesuai) bertanggung jawab untuk memastikan bahwa artikel telah dilihat dan disetujui oleh semua penulis lain. Ini adalah tanggung jawab penulis untuk mendapatkan semua izin pelepasan hak cipta yang diperlukan untuk penggunaan setiap materi berhak cipta dalam naskah sebelum pengajuan.




