KAJI EKSPERIMEN PERBAIKAN CACAT RONGGA BENDA CORAN MATERIAL FC 250 MELALUI PROSES PENGELASAN BERBASIS ELEKTRODA NIKEL
DOI:
https://doi.org/10.33019/jm.v10i2.5492Kata Kunci:
cacat rongga, besi tuang kelabu, hardness, dovetail cutter, uji metalografiAbstrak
Berdasarkan studi kasus dilapangan ditemukan produk hasil pengecoran yang mengalami cacat permukaan berupa rongga dan kemudian dilakukan perbaikan dengan metoda pengelasan berbasis elektroda nikel. Perbaikan ini dilakukan untuk menutup cacat rongga sehingga didapatkan bentuk benda coran yang sempurna. Material yang telah dilakukan proses pengelasan memiliki kekerasan yang berbeda dengan base materialnya sehingga menyulitkan dalam proses pemesinan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh pengelasan terhadap kemampuan material besi tuang kelabu yang dilakukan pengelasan ditinjau dari aspek keausan cutting tools dan chip formation. Sampel yang digunakan berbahan besi tuang kelabu yang diberi kampuh las pada permukaannya. Pengelasan menggunakan elektroda nikel CIN-1 dengan metode pengelasan SMAW (shielded metal arc welding). Pemotongan dilakukan dengan proses milling konvensional menggunakan dovetail cutter HSS. Pengamatan dilakukan melalui pengujian kekerasan pada base material, PMZ (partially melted zone), dan weld metal yang dilanjutkan dengan pengujian struktur mikro, pengukuran keausan serta chip yang terbentuk. Berdasarkan hasil pengamatan material FC 250 yang dilakukan proses pengelasan pada based material terlihat struktur mikro yang terbentuk berupa perlit dengan grafit berupa flake (serpih) yang tipis dan panjang. Struktur mikro pada PMZ terbentuk martensit dan karbida, sedangkan struktur mikro pada weld metal terdiri dari matriks austenit dengan persebaran partikel grafit yang merata. Struktur mikro yang terbentuk mempengaruhi nilai kekerasan pada material. Dari pengamatan, kekerasan antara weld metal dan based material tidak jauh berbeda yaitu 219 HV dan 224 HV. Kekerasan pada PMZ sebesar 385 HV.
Unduhan
Referensi
[2] T. Surdia and S. Saito, Pengetahuan Bahan Teknik, Keempat. Jakarta: PT Pradnya Paramita, 1999. [Online]. Available: http://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/86075
[3] H. Wiryosumarto and T. Okumura, Teknologi Pengelasan Logam, vol. 8. 2000.
[4] D. Iman and H. Purwanto, “Pengaruh Pengelasan Besi Cor FC Dengan Metode Preheat dan Post Weld Heat Treatment Menggunakan Elektroda Paduan Nikel,” vol. 17, no. 1, pp. 13–17, 2021.
[5] M. S. Permana, R. Suratman, and B. Tarigan, “Bagaimana Memperbaiki Cacat Permukaan pada Komponen yang Terbuat dari Besi Cor,” Proceeding Semin. Nas. Tah. Tek. Mesin XI, no. SNTTM XI, pp. 1647–1656, 2012.
[6] ASTM A 159-83 (2001) Standar Spesification for Automotive Gray Iron Castings. 2001.
[7] D. L. Olson, T. A. Siewert, S. Liu, and G. R. Edwards, ASM Handbook Volume 6: Welding, Brazing, and Soldering, vol. 6. 1993.
[8] T. Rochim, Teori dan Teknologi Proses Pemesinan, 1st ed. Bandung: Institut Teknologi Bandung, 1993.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Makalah yang disampaikan diasumsikan tidak mengandung bahan proprietary yang tidak dilindungi oleh hak paten atau aplikasi paten. Tanggung jawab untuk konten teknis dan untuk perlindungan dari bahan proprietary merupakan tanggung jawab penulis dan organisasi mereka dan bukan tanggung jawab dari machine atau staff redaksinya. Penulis utama (pertama/yang sesuai) bertanggung jawab untuk memastikan bahwa artikel telah dilihat dan disetujui oleh semua penulis lain. Ini adalah tanggung jawab penulis untuk mendapatkan semua izin pelepasan hak cipta yang diperlukan untuk penggunaan setiap materi berhak cipta dalam naskah sebelum pengajuan.




