UJI KARAKTERISTIK PELET REFUSE DERIVED FUEL (RDF) HASIL PROSES PENGOLAHAN SAMPAH MENGGUNAKAN PELLETIZER
DOI:
https://doi.org/10.33019/jm.v11i1.5606Kata Kunci:
RDF, sampah, karbon terikat, volatile, kadar abuAbstrak
Sampah perkotaan atau Municipal Solid Waste dapat diolah menjadi bahan bakar padat berupa pellet Refuse Derived Fuel (RDF) dan dimanfaatkan sebagai substitusi bahan bakar minyak. Salah satunya melalui metode Teknologi Olah Sampah di Sumbernya (TOSS). Limbah padat pada umumnya memiliki kadar abu yang rendah berkisar antara 20-40%. RDF adalah limbah atau sampah yang mudah terbakar melalui proses penghancuran dan penyarigan dengan mengubahnya menjadi bahan bakar padat. Pellet RDF dapat dibuat dengan cara penekanan menggunakan mesin pellet atau pelletizer. Tujuan dari penelitian ini adalah uji karakterisasi kinerja pelletizer dalam mengolah sampah perkotaan menjadi pelet RDF. Karakterisasi yang diuji meliputi analisis kadar karbon terikat, kadar volatile, dan kadar abu. Penelitian dilakukan dengan memvariasikan komposisi sampah organik dan sampah anorganik yaitu 1 sampel A (70% komponen organik + 30% komponen anorganik), sampel B (60% komponen organik + 40% komponen anorganik), sampel C (50% komponen organik + 50% komponen anorganik, sampel D (40% komponen organik + 60% komponen anorganik), dan sampel E (30% komponen organik + 70% komponen anorganik). Hasil penelitian menghasilkan kadar karbon terikat tertinggi pada sampel E dengan nilai 18,8431%. Kadar volatile terendah dihasilkan pada sampel E dengan nilai 52,8445%, dan kadar abu terendah dihasilkan pada sampel A dengan nilai 4,5466%.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Makalah yang disampaikan diasumsikan tidak mengandung bahan proprietary yang tidak dilindungi oleh hak paten atau aplikasi paten. Tanggung jawab untuk konten teknis dan untuk perlindungan dari bahan proprietary merupakan tanggung jawab penulis dan organisasi mereka dan bukan tanggung jawab dari machine atau staff redaksinya. Penulis utama (pertama/yang sesuai) bertanggung jawab untuk memastikan bahwa artikel telah dilihat dan disetujui oleh semua penulis lain. Ini adalah tanggung jawab penulis untuk mendapatkan semua izin pelepasan hak cipta yang diperlukan untuk penggunaan setiap materi berhak cipta dalam naskah sebelum pengajuan.




