PENGARUH JUMLAH RAGI PADA PEMBUATAN BIOETANOL DARI CAMPURAN BUAH KERSEN DAN KULIT NANAS

  • Fajar Indah Puspita Sari
  • Budi Santoso Wibowo
  • Riko Irwanto

Abstract

Menipisnya sumber energi bahan bakar utama yang berupa bahan bakar fosil perlu untuk dicari solusinya. Pentingnya pencarian energi alternatif selain bahan bakar fosil merupakan motivasi bagi peneliti untuk mengkaji potensi limbah kulit nanas dan buah kersen sebagai bahan baku alternatif dalam pembuatan bioetanol. Buah kersen merupakan buah yang tergolong minimal dalam pemanfaatannya. Kulit buah nanas merupakan limbah pertanian yang jumlahnya sangat melimpah di Bangka, dan belum banyak dimanfaatkan. Kolaborasi dari kedua bahan tersebut dalam pembuatan bioetanol diharapkan dapat menjadikan nilai ekonomis bahan meningkat. Disamping itu penggunaan bahan tersebut diharapkan mampu mengurangi persaingan bahan makanan dan bahan baku untuk energi terbarukan. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari kondisi optimum (jumlah ragi) dalam pembuatan bioetanol dari campuran buah kersen dan kulit nanas. Metode yang digunkan adalah pendekatan eksperimental untuk mengetahui kadar bioetanol tertinggi dari variasi jumlah ragi pada proses fermentasi. Hasil fermentasi kemudian dilakukan pemurnian menggunakan destilasi dan dilakukan pengukuran kadar etanol menggunakan alat refraktometer alkohol. Variasi jumlah ragi 0,5; 1; 1,5; 2 dan 2,5 gram. Diperoleh hasil bahwa variasi jumlah ragi tidak berpengaruh signifikan terhadap kadar bioetanol. Dari hasil pengukuran diperoleh kadar etanol 13% dan densitas 0,9789 g/ml.

Keywords: etanol, Saccharomyces cerevisiae, Muntingia calabura, renewable energy, Ananas comosus

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Fajar Indah Puspita Sari

Program Studi Kimia, Fakultas Teknik, Univeritas Bangka Belitung

Budi Santoso Wibowo

Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Univeritas Bangka Belitung

Riko Irwanto

Program Studi Biologi, Fakultas Pertanian Perikanan dan Biologi, Univeritas Bangka Belitung

References

Rahman, N.A. & Setyawati, H., 2012. Peningkatan Kadar Bioetanol dari Kulit Nanas Menggunakan Zeolit Alam dan Batu Kapur. Jurnal Teknik Kimia, 6(2).
Badan Pusat Statistik, 2020. https://www.bps.go.id/subject/55/hortikultura.html#subjekViewTab4. diakses tanggal 24 Juli 2020.
Green, D. W. & Perry, R. H., 2019. Perry's Chemical Engineers' Handbook/ edision Don W. Green Robert H. Perry.
Pandey, A., 2009. Handbook of Plant-Based Biofuels. USA: CRC Press.
Pramuditio, D., 2013. Studi Awal Pembuatan Asam Laktat dari Buah Kersen (Muntingia calabura). Jurnal Teknik Pomits, 2(1), pp. 1-4.
Tri Retno, D. & Nuri, W., 2011, February. Pembuatan bioetanol dari kulit pisang. In Prosiding Seminar Nasional Teknik Kimia “Kejuangan” 2011.

Setyawati, H. & Rahman, N.A., 2017. Bioetanol dari kulit nanas dengan variasi massa Saccharomyces cereviceae dan waktu fermentasi. Bioetanol from pineapple peel with saccharomyces cereviceae mass and fermentation time variation
Susanti, A.D., Prakoso, P.T., & Prabowo, H., 2013. Pembuatan bioetanol dari kulit nanas melalui hidrolisis dengan asam. EKUILIBRIUM Journal of Chemical Engineering, 12(1), pp. 11-16.
Turnip, A. & Dahlan, M.H., 2012. Pengaruh massa ragi, jenis ragi dan waktu fermentasi pada bioetanol dari biji durian. Jurnal Teknik Kimia Universitas Sriwijaya, 18(2), pp. 43-51.
Verheij, E. W. M. & Coronel, R. E., 1997. Sumber daya nabati asia tenggara 2: Buah-buahan yang dapat dimakan. Jakarta: Gramedia, pp. 216-220.
Wijana, S., Kumalaningsih, S., Setyowati, A., Efendi, U., & Hidayat, N., 1991. Optimalisasi penambahan tepung kulit nanas dan proses fermentasi pada pakan ternak terhadap peningkatan kualitas nutrisi. Laporan Penelitian Hibah Agricultural Research Management Project (ARMP) Departemen Pertanian Republik Indonesia. Universitas Brawijaya. Malang.
Published
2021-01-25
Abstract viewed = 82 times
pdf downloaded = 149 times

Most read articles by the same author(s)