PEMANFAATAN TAILING BAUKSIT SEBAGAI BAHAN BAKU ALTERNATIF DALAM PEMBUATAN BATA RINGAN RAMAH LINGKUNGAN
DOI:
https://doi.org/10.33019/efrtck55Keywords:
tailing bauksit, bata ringan, kuat tekan, bobot isi, penyerapan airAbstract
Kabupaten Ketapang merupakan salah satu daerah penghasil bauksit terbesar di Indonesia yang menghasilkan limbah tailing dalam jumlah besar dari proses pencucian bijih. Tailing bauksit ini umumnya belum termanfaatkan secara optimal dan berpotensi mencemari lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan tailing bauksit sebagai bahan baku alternatif dalam pembuatan bata ringan ramah lingkungan serta menganalisis sifat fisik dan mekaniknya. Metode penelitian dilakukan dengan membuat empat variasi sampel (P1, P2, P3, dan P4) dengan perbedaan komposisi material. Pengujian meliputi kuat tekan, bobot isi, dan penyerapan air. Hasil uji kuat tekan menunjukkan bahwa sampel P1 dan P2 memiliki nilai rata-rata masing-masing 3,31 N/mm² dan 3,79 N/mm², yang masih memenuhi standar penggunaan untuk konstruksi non-struktural. Sebaliknya, P3 dan P4 menunjukkan kuat tekan sangat rendah (0,59 N/mm² dan 0,70 N/mm²) sehingga tidak layak digunakan. Hasil pengujian bobot isi memperlihatkan P1 memiliki bobot isi tertinggi (1530,66 kg/m³) dengan penyerapan air terendah (16,07%), sedangkan P4 memiliki bobot isi terendah (979,31 kg/m³) dan penyerapan air tertinggi (25,92%). Kesimpulan penelitian ini adalah tailing bauksit berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku bata ringan, khususnya pada P2 yang menghasilkan kombinasi densitas, kekuatan, dan penyerapan air lebih baik dibandingkan sampel lainnya. Pemanfaatan tailing bauksit dalam pembuatan bata ringan tidak hanya mengurangi dampak pencemaran lingkungan, tetapi juga memberikan nilai tambah pada limbah tambang.
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Proceedings of SNPPM FT UBB is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.