PENGENDALIAN DINI DEMAM BERDARAH DI KABUPATEN BANGKA
DOI:
https://doi.org/10.33019/7z2c1n12Keywords:
Demam Berdarah, pengendalian dini, efektivitas program, Kabupaten BangkaAbstract
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan permasalahan kesehatan masyarakat yang signifikan di Kabupaten Bangka. Penelitian ini bertujuan untuk mengaktifkan efektivitas program pengendalian DBD dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilannya. Metode penelitian menggunakan pendekatan mixed-method dengan desain konkuren. Data kuantitatif diperoleh dari data sekunder epidemiologi DBD periode 2022-2024 yang dianalisis menggunakan analisis tren. Data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 15 petugas kesehatan dan survei terhadap 220 responden, dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan program pengendalian dini DBD di Kabupaten Bangka masih perlu di tingkatan. Kasus DBD berfluktuasi, angka kejadian DBD sebesar 46, per 100.000 penduduk pada tahun 2022 turun menjadi 22,7 per 100.000 penduduk pada tahun 2023 tetapi meningkat lagi menjadi 123,95 pada tahun 2024. Akan tetapi disertai dengan penurunan Case Fatality Rate dari 2,56% menjadi 1,65%. Hal lain juga masih di temukan kendala substansial meliputi rendahnya partisipasi masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk, keterbatasan sumber daya manusia kesehatan, dan lemahnya koordinasi lintas sektor. Penelitian ini merekomendasikan penguatan edukasi kesehatan berbasis komunitas. Optimalisasi sistem surveilans vektor, dan pembentukan tim koordinasi lintas sektor yang terstruktur untuk meningkatkan efektivitas program pengendalian DBD di Kabupaten Bangka.
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Proceedings of SNPPM FT UBB is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.