ANALISIS PRIORITAS PENANGANAN TAMBANG TIMAH ILEGAL DI PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG MENGGUNAKAN METODE MAUT
DOI:
https://doi.org/10.33019/3t1g9s51Keywords:
MAUT, Sistem Pendukung Keputusan, Tambang Ilegal, WebsiteAbstract
Kegiatan penambangan timah ilegal di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menimbulkan berbagai
permasalahan lingkungan dan sosial ekonomi, sehingga diperlukan penentuan prioritas wilayah penanganan
yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan prioritas lokasi penanganan tambang timah ilegal
dengan mempertimbangkan berbagai kriteria yang berpengaruh. Metode yang digunakan adalah Multi-
Attribute Utility Theory (MAUT) untuk menilai dan membandingkan beberapa alternatif lokasi berdasarkan
atribut yang telah ditentukan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Dusun Mengkubung, Desa Riding
Panjang, Kecamatan Belinyu, memperoleh skor tertinggi sebesar 1,0000 dan menjadi prioritas utama dalam
penanganan tambang ilegal. Pantai Rebo dan Pantai Matras menempati prioritas menengah dengan skor
masing-masing 0,7200 dan 0,3967, sedangkan Darn Teboi, Lampur memiliki skor terendah sebesar 0,0000
yang menunjukkan prioritas penanganan paling rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa intervensi dan
pengawasan intensif perlu difokuskan pada Dusun Mengkubung sebagai langkah awal dalam pengendalian
aktivitas tambang ilegal. Penelitian ini juga merekomendasikan agar variabel lingkungan dan sosial ekonomi
diintegrasikan dalam penelitian selanjutnya guna memperoleh hasil analisis yang lebih komprehensif dan
berbasis data.
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Proceedings of SNPPM FT UBB is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.