PENINGKATAN PEMAHAMAN MASYARAKAT TERHADAP KOSITEM PESISIR (MANGROVE ) DAN SOSIALISASI PERPRES NO 73 TAHUN 2012 TENTANG PENGELOLAAN EKOSISTEM MANGROVE DI DESA TANAH BAWAH KAB.BANGKA

  • Arthur M Farhaby Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan, Universitas Bangka Belitung
  • Andi Gustomi Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan, Universitas Bangka Belitung
  • Kurniawan Kurniawan Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan, Universitas Bangka Belitung
  • Wahyu Adi Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan, Universitas Bangka Belitung
  • Siti Aisyah Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan, Universitas Bangka Belitung
  • Okto Supratman Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan, Universitas Bangka Belitung
  • M.Rizza Muftiadi Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan, Universitas Bangka Belitung
Kata Kunci: Sungai Upang, Daerah Aliran Sungai,Konservasi

Abstrak

Desa Tanah Bawah merupakan salah satu Desa yang terdapat di Kecamatan Puding Besar, Kabupaten Kab.Bangka., Kepulauan Bangka Belitung. Desa Tanah Bawah memiliki potensi besar di ekosistem pesisir seperti ekosistem mangrove yang terdapat di muara sungai upang, Ekosistem-ekosistem pesisir ini, menujang kehidupan masyarakat Desa Tanah Bawah dimana sekitar 30% masyarakat hidup bergantung ke ekosistem tersebut yang berprofesi sebagai penangkap ikan di sepanjang sungai upang. Saat ini masyarakat juga belum mengerti dan mengetahui adanya aturan Perpres No 73 Tahun 2012, yang melarang melakukan penebangan di area hutan mangrove sekaligus mengatur mengenai pelaksanaan dan pengelolaan ekosistem mangrove secara berkelanjutan. Karena keberadaan ekosistem mangrove merupakan habitat tempat tinggal berbagai macam sumberdaya yang bernilai ekonomis. Selain itu sudah terdapat aturan mengenai sanksi yang akan dikenakan ketika masyarakat terbukti tertangkap sedang melakukan kegiatan penebangan mangrove. Sungai upang yang mengalir di daerah Desa Tanah Bawah menyimpan potensi jenis ikan yang sangat tinggi baik itu yang dapat digunakan untuk ikan konsumsi
maupun untuk ikan hias. Masyarakat Desa Tanah Bawah mayoritas belum begitu mengetahui ikan apa saja yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian warga. Sungai upang menyimpan potensi jenis ikan sebanyak 14 spesies, terdiri dari ikan konsumsi 7 spesies, hias 3 spesies dan konsumsi-hias 4 spesies

Diterbitkan
2018-11-14