EFEKTIVITAS FREKUENSI APLIKASI PROBIOTIK DAN PEMBERIAN EKSTRAK HERBAL DALAM MENEKAN Vibrio sp. PADA BUDIDAYA UDANG VANAME Penaeus vannamei

Authors

  • Mohamad Iqbal Kurniawinata IPB University Author
  • Wiyoto Wiyoto IPB University Author
  • Shelva Alifiya Pambudi IPB University Author
  • Atiek Setijani Author
  • Ricky Hadi Pratama Universitas Bangka Belitung Author

DOI:

https://doi.org/10.33019/yh43rs39

Keywords:

Herbal, penyakit, Penaeus vannamei, probiotik, Vibrio sp.

Abstract

Udang vaname (Penaeus vannamei) merupakan salah satu komoditas unggulan perikanan budidaya yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan permintaan pasar yang terus meningkat setiap tahunnya. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pelaku usaha menerapkan sistem budidaya superintensif guna meningkatkan produktivitas. Namun, sistem ini memiliki risiko tinggi terhadap penurunan kualitas lingkungan dan meningkatnya kejadian penyakit, terutama yang disebabkan oleh bakteri patogen oportunistik seperti Vibrio sp., yang dapat menyebabkan kematian massal dan menurunkan performa produksi. Salah satu strategi yang banyak dikembangkan untuk mengendalikan permasalahan penyakit tanpa penggunaan antibiotik adalah aplikasi probiotik. Probiotik berperan dalam memperbaiki kualitas air, menekan pertumbuhan bakteri patogen, serta meningkatkan keseimbangan mikrobiota lingkungan budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas probiotik dalam menekan keberadaan bakteri Vibrio sp. di media pemeliharaan udang vaname pada sistem budidaya superintensif. Penelitian dilakukan dengan membandingkan dua frekuensi aplikasi probiotik, yaitu satu kali dan dua kali per minggu, dengan dosis 0,5 mL ton⁻¹. Parameter yang diamati meliputi tingkat kelangsungan hidup udang, kondisi klinis, dan dinamika populasi bakteri di media pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi probiotik satu kali per minggu menghasilkan tingkat kelangsungan hidup yang lebih tinggi, yaitu sebesar 37,38%, dibandingkan dengan aplikasi dua kali per minggu yang hanya mencapai 29,01%. Selain itu, kondisi klinis udang menunjukkan perbaikan setelah pemberian ekstrak herbal melalui pakan, yang diduga berkontribusi terhadap peningkatan daya tahan tubuh udang. Nilai total plate count (TPC) bakteri pada kolam perlakuan tercatat melebihi 10³, yang mengindikasikan adanya peningkatan kualitas air dan stabilitas mikrobiologis akibat perlakuan probiotik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaturan frekuensi aplikasi probiotik yang tepat berpotensi meningkatkan keberhasilan budidaya udang vaname secara berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdi R, Setyowati DN, Mukhlis A. 2022. Pengaruh penambahan ekstrak daun jeruju (Acanthus ilicifolius) dengan dosis berbeda pada pakan terhadap kelangsungan hidup udang vaname (Litopenaeus vannamei) yang diinfeksi Vibrio parahaemolyticus. Jurnal Perikanan Unram 12(1): 33–44.

Ahmmed F, Ahmmed MK, Khushi SS, Sumon MS, Karamcheti SS, Sarower MG. 2020. Host gut-derived probiotic Lactobacillus sp. improves resistance of giant freshwater prawn Macrobrachium rosenbergii against Vibrio harveyi. Aquaculture International 28: 1709–1724. DOI:10.1007/s10499-020-00548-7

Amiin MK, Lahay AF, Putriani RB, Reza M, Putri SME, Sumon MAA, Jamal MT,

Santanumurti MB. 2023. The role of probiotics in vannamei shrimp aquaculture performance – A review. Veterinary World 16(3): 638–649. DOI:10.14202/vetworld.2023.638-649

Anissa RK, Lisdiana L, Widyayanti AT. 2023. Optimasi metode nested PCR untuk deteksi Vibrio parahaemolyticus AHPND pada udang vaname (Litopenaeus vannamei). Lenterabio: Berkala Ilmiah Biologi 13(1): 1–13.

Chattopadhyay I, Biswas K, Bandyopadhyay U, Banerjee RK. 2004. Turmeric and curcumin: Biological actions and medicinal applications. Current Science 87(1): 44–53.

Fazlolahzadeh F, Keramati K, Nazifi S, Shirian S, Seifi S. 2011. Effect of garlic (Allium sativum) on hematological parameters and plasma activities of ALT and AST of rainbow trout under temperature stress. Australian Journal of Basic and Applied Sciences 5(9): 84–90.

Gafur A, Hadijah H, Budi S. 2023. Performa hematologis udang vaname (Litopenaeus vannamei) yang diberi ekstrak bawang putih (Allium sativum) dosis berbeda. Journal of Aquaculture and Environment 6(1): 17–21.

Hassan MA, Fathallah MA, Elzoghby MA, Salem MG, Helmy MS. 2022. Influence of probiotics on water quality in intensified Litopenaeus vannamei ponds under minimum-water exchange. AMB Express 12: Article 22. DOI:10.1186/s13568-022-01374-4

Hasim H, Baidi N, Syamsuddin S, Tuiyo R. 2021. Administration of probiotic

Sanolife Mic-S on biological performance of vannamei shrimp (Litopenaeus vannamei) PL10. Technium: Romanian Journal of Applied Sciences and Technology 3(8): 42–57.

Haspiani H, Megawati M, Abdullah A. 2024. Pengelolaan kualitas air terhadap tingkat kelangsungan hidup udang vaname (Litopenaeus vannamei) di PT. Benur Top De Heus Askra. Manfish: Jurnal Ilmiah Perikanan dan Peternakan 2(2): 97–106.

Kewcharoen W, Srisapoome P. 2019. Probiotic effects of Bacillus spp. from Pacific white shrimp (Litopenaeus vannamei) on water quality, growth performance, immune responses, and resistance to Vibrio parahaemolyticus (AHPND strains). Fish & Shellfish Immunology 94: 175–189. DOI:10.1016/j.fsi.2019.09.017

Khanjani MH, Mozanzadeh MT, Gisbert E, Hoseinifar SH. 2024. Probiotics, prebiotics, and synbiotics in shrimp aquaculture: Their effects on growth performance, immune responses, and gut microbiome. Aquaculture Reports 38: 102362. DOI:10.1016/j.aqrep.2023.102362

[Kementerian Kelautan dan Perikanan] KKP. 2024. Statistik Perikanan Budidaya 2024. Jakarta: Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Kumar V, Roy S, Meena DK, Sarkar UK. 2016. Application of probiotics in shrimp aquaculture: Importance, mechanisms of action, and methods of administration. Reviews in Fisheries Science & Aquaculture 24(4): 342–368. DOI:10.1080/23308249.2016.1193841

Kurniawinata MI, Sukenda S, Wahjuningrum D, Widanarni W, Ekasari J. 2025. Potential of Eurycoma longifolia, Curcuma zedoaria, and Allium sativum extracts as phytobiotics for shrimp health. Jurnal Akuakultur Indonesia 24(1): 71–81.

Mustafa MF, Bunga M, Achmad M. 2019. Penggunaan probiotik untuk menekan populasi bakteri Vibrio sp. pada budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei). Journal of Fisheries and Marine Science 2(2): 69–76.

Nainggolan RKS, Yuhana M, Sukenda S, Sariati WNE. 2020. Deteksi Vibrio parahaemolyticus menggunakan marka gen pirA pada udang vaname (Litopenaeus vannamei) dengan real time PCR. Jurnal Riset Akuakultur 15(2): 111–119.

Rodriguez SS, Gil BG, Olvera RL, Bolan C, Mejia K, Ibarra J. 2018. Pathological, genomic and phenotypical characterization of Vibrio parahaemolyticus, causative agent of acute hepatopancreatic necrosis disease (AHPND) in Mexico. Asian Fisheries Science 31: 102–111.

Zorriehzahra MJ, Delshad ST, Adel M, Tiwari R, Karthik K, Dhama K, Lazado CC. 2016. Probiotics as beneficial microbes in aquaculture: An update on their multiple modes of action. Veterinary Quarterly 36(4): 228–241. DOI:10.1080/01652176.2016.1172132

Downloads

Published

17.03.2026

How to Cite

Kurniawinata, M. I., Wiyoto, W., Pambudi, S. A., Setijani, A., & Pratama, R. H. . (2026). EFEKTIVITAS FREKUENSI APLIKASI PROBIOTIK DAN PEMBERIAN EKSTRAK HERBAL DALAM MENEKAN Vibrio sp. PADA BUDIDAYA UDANG VANAME Penaeus vannamei. Journal of Aquatropica Asia, 11(1), 8-15. https://doi.org/10.33019/yh43rs39