JENIS-JENIS CEMPEDAK (Artocarpus champaden Lour.) DI KABUPATEN KAMPAR PROVINSI RIAU

  • Fitmawati Fitmawati Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Riau, Pekanbaru, Indonesia
  • Via Andani Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Riau, Pekanbaru, Indonesia
  • Nery Sofiyanti Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Riau, Pekanbaru, Indonesia

Abstract

Cempedak (Artocarpus champaden Lour.) is one of the special fruits in Southeast Asia which is the prima donna of the community. In the province of Riau, cempedak found in many areas of Kampar regency. This study aims to identify the types of cempedak that exist in Kampar regency. Based on the results of the research, cempedak is categorized into four cultivars ie cempedak pulp cultivars, cempedak forest cultivars, cempedak langkat cultivars and cempedak nangkadak cultivars, from four cempedak cultivars found, Nempadak cempedak cultivars and Langkat cultivars are the most superior cempedak cultivars because they have fruits big, lots of content, thick meat and sweet taste.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ahmad H.F. 2010. Biji bangkong menyelerakan. Utusan Malaysia, 11/02/2010

Anonim. 2012. Regionalinvestment.bkpm.go.id. Profil Kabupaten Kampar [diakses pada 28 oktober 2013]

Anonim. 2012. Siakkkab.bps.go.id. Sensus Penduduk 2010 Kabupaten Siak [diakses pada 28 oktober 2013]

Davis P.H. and Heywood V.H. 1973. Principle of Angiosperm Taxonomy. Robert E. Kriger Pulp. Co. New york

Galingging R.Y.B. 2005. Analisis Keanekaragaman 20 Genotipe Papaya Berdasarkan Penandaan Morfologi dan RAPD ( Random Amplified Polymorphic DNA). Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Herawati S. 2012. Tip & Trik Membuahkan Tanaman Buah Dalam Pot. Agro Media Pustaka: Jakarta.

Heyne K. 1987. Tumbuhan Berbunga Indonesia. Koperasi Karyawan Departemen Kehutanan: Jakarta.

IPGRI. 2000. Descriptors for Jackfruit(Artocarpus heterophyllus). International Plant Genetic: Italy.

Jansen P.C.M. 1997. Artocarpus integer (Thunb.) Merr. dalam Verheij, E.W.M. dan R.E. Coronel (eds.). Sumber Daya Nabati Asia Tenggara 2: Buah-buahan yang dapat dimakan. PROSEA–Gramedia. Jakarta. ISBN 979-511-672-2.

Krismawati A dan Wigati I. 2011. Promosi Dan Usaha Pelestarian di Jawa Timur. Plasma Nutfah Indonesia. (23):1-3

Kurniawan, Hakim, Ida H., Silitonga T.S. dan Budiarti S.G. 2004.Catalog Data Paspor Plasma Nutfah Tanaman Pangan. Department Pertanian Badan Penelitian Dan Pengembangan Pertanian Komisi Nasional Plasma Nutfah

Kurniawan A, Budian S dan Ade I. 2008. Keanekaragaman genetik Populas mucuna berdasarkan karakter morfologi dan komponen hasil. Zuriat. 19(1):41-59

Kusumo, Surahmat, Khasanah, Maharani, Moeljopawiro, Sugiono. 2002. Panduan Karakterisasi dan Evaluasi Plasma Nutfah Talas. Departemen Pertanian Badan Penelitian Dan Pengembangan Pertanian Komisi Nasional Plasma Nutfah

Lestari S. 2011. Keanekaragaman morfologi kultivar durian (Durio zibhetinus Murr.) di Pulau Bengkalis Provinsi Riau. [Skripsi]. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Riau. Riau.

Maskromo L. dan Miftahorrachman. 2007. Keanekaragaman Genetik Plasma Nutfah Pinang (Areca catechu L.) di Propinsi Gorontalo. Jurnal littri. 13:119-124

Nurmala S. 2010. Pemanfaatan sirup glukosa hasil hidrolisa selulosa dari dami nangka (Artocarpus heterophyllus L.) sebagai pemanis pada pembuatan manisan dari daging buah kelapa (Cocos nucifera L.) [Skripsi]. Departemen kimia fakultas matematika dan ilmu pengetahuan alam. Universitas Sumatera Utara: Medan

Rifai M.A. 1976. Sendi-Sendi Botani Sistematika. LBN-LIPI. Bogor

Rohlf FJ. 1998. NTSYSpc Version 2.0. Setauket, Exeter Software: New York.

Sastrapradja SD. 2012. Perjalanan Panjang Tanaman Indonesia. Yayasan Pustaka Obor Indonesia: Jakarta.

Sekar T.R. 2011. Manfaat Buah-buahaan Di Sekitar Kita. Hanggar Kreator: Yogyakarta.

Sobir, dan Amalya M. 2013. 20 Tanaman Buah Koleksi Eksklusif. Penebar Swadaya. Jakarta.

Stace C.A. 1980. Plant Taxonomy and Biosytematics. Edward, London

Sunarjono H. 2010. Berkebun 21 Jenis Tanaman Buah. PenebarSwadaya: Jakarta.

Suryadi L., Yenni K. dan Gunawan. 2004. Karakterisasi Plasma Nutfah Mentimun. Balai Penelitian Tanaman Sayuran. Lembang: Bandung.

Tetty N.A.H. 2011. Pengaruh perbandingan kosentrasi sukrosa dan sari buah cempedak (artocarpus integer (tunb.) Merr.) terhadap kualitas permen jelly selama masa simpan. [Skripsi]. Fakultas Teknobiologi Program Studi Biologi. Universitas Atma Jaya Yogyakarta: Yogyakarta.

Tjitrosoepomo G. 1989. Taksonomi Tumbuhan (Spermatophyte): Gadjah Mada University Press: Yogyakarta.

Purwanto, E., Sukaya A., Setianto dan Santoso H. 2002. Identifikasi Berdasarkan penanda Isozim Terhadap Plasma Nutfah Jeruk Besar (Citrus maxima Merr.) di Blora, Jawa Tengah. BioSMART. 4(2):44-47

Verheij E.W.M. and Coronel R.E. (editor). 1997. Sumber Daya Nabati AsiaTenggara. No. 2. Buah-Buahan Yang Dapat Dimakan. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta

Published
2019-01-21
How to Cite
Fitmawati, F., Andani, V., & Sofiyanti, N. (2019). JENIS-JENIS CEMPEDAK (Artocarpus champaden Lour.) DI KABUPATEN KAMPAR PROVINSI RIAU. EKOTONIA: Jurnal Penelitian Biologi, Botani, Zoologi Dan Mikrobiologi, 3(1), 35-43. https://doi.org/10.33019/ekotonia.v3i1.756
Abstract viewed = 121 times
PDF (Bahasa Indonesia) downloaded = 1163 times