ANALISIS PERBANDINGAN KONFIGURASI ANTARA FONDASI TIANG BOR DAN TIANG PANCANG TERHADAP DAYA DUKUNG DAN PENURUNAN DI PROYEK PERLUASAN TERMINAL BANDARA DEPATI AMIR TAHAP I

Authors

  • Juniarti Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Bangka Belitung, Bangka, Indonesia
  • Yayuk Apriyanti Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Bangka Belitung, Bangka, Indonesia
  • Endang Setyawati Hisyam Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Bangka Belitung, Bangka, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33019/fropil.v12i1.7771

Keywords:

Daya dukung, Fondasi tiang bor, Fondasi tiang pancang, Konfigurasi, Penurunan

Abstract

Ketersediaan tiang pancang berdiameter besar yang terbatas di lapangan mendorong perlunya kajian terhadap alternatif fondasi yang lebih efisien dari segi jumlah tiang namun tetap memenuhi persyaratan teknis. Penelitian ini bertujuan membandingkan performa sembilan konfigurasi alternatif fondasi tiang bor terhadap daya dukung dan penurunan, serta memilih konfigurasi yang hasilnya paling mendekati kondisi eksisting sebagai acuan perencanaan. Alternatif yang diteliti meliputi tiang bor berdiameter 60 cm sebanyak 6 tiang, diameter 70 cm sebanyak 5 tiang, dan diameter 80 cm sebanyak 4 tiang, dengan masing-masing tiga variasi bentuk konfigurasi. Penelitian menggunakan data N-SPT dari lokasi proyek sebagai parameter perhitungan. Analisis daya dukung dilakukan menggunakan metode Reese & Wright (1977) dan Skempton (1966) dengan mempertimbangkan kondisi tanah kohesif di lokasi studi, sedangkan perhitungan penurunan menggunakan metode Vesic (1970) untuk tiang tunggal dan Vesic (1977) untuk kelompok tiang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konfigurasi V3-3 dengan 4 tiang bor berdiameter 80 cm merupakan alternatif paling efektif. Konfigurasi ini menghasilkan daya dukung sebesar 796 ton berdasarkan metode Reese & Wright (1977) dan 686 ton berdasarkan metode Skempton (1966), sehingga mampu menahan beban rencana sebesar 643,27 ton. Di samping itu, konfigurasi V3-3 menghasilkan penurunan kelompok terkecil sebesar 14 mm di antara seluruh alternatif yang ditinjau, sehingga dinilai sebagai solusi paling optimal ditinjau dari aspek daya dukung maupun penurunan fondasi.

References

Bowles, J. E. (1988). Analisis dan desain pondasi jilid 2 (Edisi keempat). Erlangga.

Hardiyatmo, H. C. (2020). Analisis dan perancangan fondasi II (Edisi kelima). Gadjah Mada University Press.

Husnirizqi, F. U. (2021). Perbandingan daya dukung tiang bor berdasarkan data lapangan dan laboratorium terhadap variasi dimensi [Skripsi]. Universitas Islam Indonesia.

Muthmainnah, M. (2021). Analisis kapasitas dukung dan penurunan pondasi tiang pancang dengan variasi dimensi [Skripsi]. Universitas Islam Indonesia.

Prakash, S. & Sharma, H. D. (1991). Pile foundations in engineering practice. John Wiley & Sons.

Reese, L. C. & Wright, S. J. (1977). Drilled shaft manual: Construction procedures and design for axial loading (Vol. 1). US Department of Transportation, Federal Highway Administration, Offices of Research and Development, Implementation Division.

Sitepu, O. K. B. (2019). Analisis daya dukung dan penurunan kelompok tiang berdasarkan data sondir dan data uji beban pada proyek pembangunan Gedung Kargo Depati Amir Pangkalpinang [Skripsi]. Universitas Bangka Belitung.

Additional Files

Published

2026-06-29

How to Cite

ANALISIS PERBANDINGAN KONFIGURASI ANTARA FONDASI TIANG BOR DAN TIANG PANCANG TERHADAP DAYA DUKUNG DAN PENURUNAN DI PROYEK PERLUASAN TERMINAL BANDARA DEPATI AMIR TAHAP I. (2026). FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil), 12(1), 1–8. https://doi.org/10.33019/fropil.v12i1.7771

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2 3