PEMANFAATAN KARBON AKTIF LIMBAH KELAPA SAWIT SEBAGAI MEDIA ALTERNATIF FILTER GAS H2S PADA BIOGAS
PEMANFAATAN KARBON AKTIF LIMBAH KELAPA SAWIT SEBAGAI MEDIA ALTERNATIF FILTER GAS H2S PADA BIOGAS
DOI:
https://doi.org/10.33019/jm.v6i1.1538Kata Kunci:
Biogas, Karbon aktif, adsorbs, limbah kelapa sawit.Abstrak
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan memurnikan biogas dari gas pengotor yaitu H2S (hydrogen sulfide) yang apabila memiliki kandungan yang tinggi atau tidak dihilangkan bisa menyebabkan keracunan, mengurangi proses pembakaran serta dapat merusak komponen-komponen permesinan sehingga menjadi korosif. Beberapa penelitian dengan berbagai macam teknologi pemurnian telah di kembangkan yaitu metode absorbs dengan memakai berbagai macam absorben. Salah satu absorben yang digunakan adalah karbon aktif yang berasal dari limbah kelapa sawit yaitu cangkang kelapa sawit dan fiber dengan komposisi 75% dan 25% yang mengalami proses pembakaran didalam tungku boiler sampai suhu 1400⁰C, hasil dari pembakaran inilah yang akan menghasilkan karbon aktif untuk digunakan sebagai absorben gas pengotor biogas. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan filter furifikasi atau bisa disebut dry filter. Metode ini di nilai sangat efektif untuk menyerap kandungan gas H2S dalam biogas. Untuk mengetahui efektifitas penyerapan, maka dilakukan penambahan karbon aktif pada dry filter. Percobaan dilakukan dengan cara menyemprotkan Gas H2S melalui media filter yang telah dibuat. Hasil percobaan menunjukkan penggunaan karbon aktif pada dry filter dapat mengurangi kadar H2S sebesar 90%.
Unduhan
Referensi
[1] Adamson, A. (1990). Physical Chemistry of Surface, 5th ed. New York: John Willey & Sons.
[2] Hassler. (1951). Activated Carbon, Chemical . New York.
[3] IPCS. (1985, ). Hidrogen Sulfide. Retrieved Juli 06, 2019, from H2S: htttp://www.bvsde.ops-oms.org/bvsacd/who/ipc.pdf
[4] Kasmadi. (2002). Kajian Sifat Adsorpsi Zeolit terhadap Zat Warna Sintesis Optimasinya. Semarang: UNNES.
[5] Kinoshita. (1988). Carbon: Electrochemical and Physicochemical Properties. New York: John Wiley & Sons.
[6] Kirk, R. (1992). Encyclopaedia of Chemical Technology. New York: Interscience Publishing Inc.
[7] [Metty dkk. (2012). Pemurnian Biogas Dari Gas Pengotor Hidrogen Sulfida (H2S) Dengan Memanfaatkan Limbah Geram Besi Proses Pembubutan. Bali: Universitas Udayana.
[8] PROXSIS. (2017, Januari). Bahaya H2S Secara Umum dan Pengaruhnya Terhadap Manusia. Retrieved Juli 04, 2019, from H2S: (https://oilandgasmanagement.net/bahaya-h2s/)
[9] PT BBS. (2017). Laporan Harian PT Bangka Biogas Synergi. Pangkalpinang: PT Bangka Biogas Synergi.
[10] Pujiyanto. (2010). Pembuatan Karbon Aktif Super dari Batubara dan Tempurung Kelapa. Depok, Indonesia: Teknik Kimia.
[11] R. Sudrajat dan Salim S. (1994). Petunjuk Teknis Pembuatan Arang Aktif. Bogor.
[12] S, D. (2008). Sifat arang aktif tempurung kemiri dan pemanfaatannya. Bogor: Institut Pertanian Bogor.
[13] Shreve, R. N. (1977). Chemical Process Industries. Kogasha: McGrowHill.
[14] Smisek, M Cerney,S . (1970). Active Carbon : Manufacture, Properties And Application. Amsterdam: Elsevier.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Makalah yang disampaikan diasumsikan tidak mengandung bahan proprietary yang tidak dilindungi oleh hak paten atau aplikasi paten. Tanggung jawab untuk konten teknis dan untuk perlindungan dari bahan proprietary merupakan tanggung jawab penulis dan organisasi mereka dan bukan tanggung jawab dari machine atau staff redaksinya. Penulis utama (pertama/yang sesuai) bertanggung jawab untuk memastikan bahwa artikel telah dilihat dan disetujui oleh semua penulis lain. Ini adalah tanggung jawab penulis untuk mendapatkan semua izin pelepasan hak cipta yang diperlukan untuk penggunaan setiap materi berhak cipta dalam naskah sebelum pengajuan.




