Analisis Keandalan Mesin Jet Dyeing Menggunakan Metode RCM dan FMEA pada Industri Manufaktur Tekstil

Penulis

  • Rangga Putra Irdian Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Ir.H. Jojo Sumarjo Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Ir. Marno S.T., M.T Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Deri teguh santoso M.T Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Kayla Rahma Nourizka Universitas Singaperbangsa Karawang

DOI:

https://doi.org/10.33019/jzhe0044

Kata Kunci:

jet dyeing, downtime, rcm, FMEA

Abstrak

Tingginya frekuensi downtime pada mesin jet dyeing Tonghue di PT. Toyobo Manufacturing Indonesia berdampak langsung pada penurunan efisiensi dan keandalan proses produksi tekstil. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi moda kegagalan, menganalisis tingkat downtime, serta menentukan strategi pemeliharaan yang tepat berbasis data historis periode Januari 2020–Desember 2024. Metode yang diterapkan adalah Reliability Centered Maintenance (RCM) yang didukung oleh analisis Mean Time Between Failure (MTBF), Mean Time To Repair (MTTR), dan Failure Mode and Effects Analysis (FMEA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab kerusakan didominasi oleh kebocoran dengan total 75 kejadian dari 144 total insiden, serta keausan komponen pada mechanical seal, bearing, dan packing. Mesin T 30-2 mencatat frekuensi kerusakan tertinggi (31 kejadian, MTBF = 45.106 menit), sedangkan mesin T 20-2 memiliki total waktu henti terbesar (13.160 menit, MTTR = 506 menit/kejadian). Analisis FMEA menghasilkan nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi sebesar 192 pada mesin T 20-2 dan T 30-2. Total potensi kerugian produksi akibat downtime seluruh mesin mencapai 15.524,3 kg. Berdasarkan nilai MTBF, interval preventive maintenance diusulkan pada 80% nilai MTBF, berkisar antara 25,1 hingga 40,9 hari operasi per mesin, yang berpotensi mengurangi kerugian produksi secara signifikan apabila diimplementasikan secara konsisten.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

[1] A. Anugrah Et Al., “Analisis Industri Tekstil Di Jawa Barat Sebelum Dan Setelah Krisis Ekonomi Universitas Pakuan,” Vol. 2, No. 2, Pp. 118–135, 2024, Doi: 10.59581/Doktrin-Widyakarya.V2i1.2579.

[2] A. N. Rahmat Nurcahyo, “Manajemen Pemeliharaan Preventive,” 2024.

[3] A. Prastiawan Et Al., “Metode Rcm Untuk Sistem Perawatan Mesin Amplas Multipleks Pada Pabrik Plywood Rcm Method For Multiplex Sandary Machine Maintenance System At Plywood Factory,” Jurnal Ilmiah Teknologi Fst Undana, Vol. 15, No. 2, 2021.

[4] A. Wibi Sana, E. Novarini, U. Prayudie, R. Marlina Balai Besar Tekstil, And J. Jenderal Ahmad Yani No, “Studi Penggunaan Mesin Pencelupan Sistem Jet Tipe Soft Flow Untuk Pencelupan Kain Poliester Dan Kain Rayon A Study On Soft Flow Type Jet dyeing Machine Application For Polyester And Rayon Fabric Dyeing Process,” 2015.

[5] H. P. R. A. K. Nur Fadilah Fatma, “Analisis Preventive Maintenance Dengan Metode Menghitung Mean Time Between Failure (Mtbf) Dan Mean Time To Repair(Mttr) (Studi Kasus Pt. Gajah Tunggal Tbk)”.

[6] S. S. Islam, T. Lestari, A. Fitriani, And D. A. Wardani, “Analisis Preventive Maintenance Pada Mesin Produksi Dengan Metode Fuzzy Fmea,” 2020.

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-30

Cara Mengutip

Analisis Keandalan Mesin Jet Dyeing Menggunakan Metode RCM dan FMEA pada Industri Manufaktur Tekstil. (2026). Machine : Jurnal Teknik Mesin, 12(1), 216-222. https://doi.org/10.33019/jzhe0044

Share

Artikel Serupa

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.