Analisis Flyrock Untuk Mengurangi Jarak Evakuasi Alat Menjadi 200 Meter Pada Peledakan Overburden Di Kecamatan Marangkayu, Kalimantan Timur
Flyrock Analysis to Reduce Equipment Evacuation Distance to 200 Meters in Overburden Blasting in Marangkayu District, East Kalimantan
DOI:
https://doi.org/10.33019/xepqw420Keywords:
flyrock, richard and moore, peledakanAbstract
Penerapan radius aman alat sebesar 300 m pada peledakan overburden yang dilakukan setiap hari meningkatkan frekuensi Internal Operasional Delay (IOD), yang berdampak negatif terhadap efisiensi operasional dan meningkatkan konsumsi bahan bakar alat saat melakukan perpindahan menuju radius aman. Analisis Flyrock dilakukan menggunakan batuan berukuran ≥10 cm, dengan pengambilan data menggunakan GPS dan pengamatan arah lemparan flyrock melalui video drone dan pengamatan visual. Estimasi jarak lintasan flyrock maksimum ditentukan berdasarkan metode Richard dan Moore (2005), dengan memperoleh konstanta (k) yang disesuaikan dengan karakteristik batuan di lokasi. Nilai prediksi flyrock paling mendekati nilai aktual terjadi pada cratering, dengan persen error terkecil 18,33% dan penyimpangan 12,65 m. Faktor utama yang mempengaruhi jarak lemparan flyrock aktual adalah stemming dengan nilai sebesar 81,50%. Penentuan pengurangan jarak evakuasi alat menjadi radius aman 200 m menggunakan teori exclusion zone oleh Richard dan Moore (2005) dan penentuan skala kedalaman menggunakan teori (SDOB), menghasilkan standar nilai variabel tinggi stemming minimal 3,3 m pada kedalaman 7,80 m.
Downloads







