PEMANFAATAN TANAMAN PUCUK IDAT SEBAGAI TEH KARYA MASYARAKAT DESA JADA BAHRIN

  • Robby Gus Mahardika
  • Occa Roanisca
  • Maya Yusnita

Abstract

Berdasarkan penelitian tanaman pucuk idat memiliki potensi sebagai antioksidan dengan kandungan senyawa aktif seperti flavonoid, terpenoid dan steroid, serta fenol hidrokuinon atau tanin. Pucuk Idat sendiri telah digunakan sebagai bahan tambahan masakan. Oleh sebab itu Adanya kandungan tanin pada tumbuhan idat dan khasiat antioksidan yang tinggi memungkinkan pucuk idat dapat dijadikan produk teh. Tumbuhan idat tumbuh liar dan jumlahnya sangat banyak di Desa Jada Bahrin. Selain itu Desa Jada Bahrin merupakan salah satu desa yang berada dalam wilayah pemerintahan Kabupaten Bangka yang 68,8% pendidikan terakhir masyarakatnya hanya tamatan sekolah dasar (SD). Keadaan tersebut yang menjadi penyebab kurangnya keterampilan yang dimiliki oleh masyarakat Desa Jada Bahrin. Desa Jada Bahrin sampai saat ini belum menghasilkan produk unggulan desa. Oleh karena itu, Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang diketuai oleh Jana Anuar, Kelompok Pemberdayaan Keluarga (PKK) yang diketuai oleh Santimala memanfaatkan tanaman pucuk idat sebagai teh. Pembuatan teh pucuk idat ini diawali dengan pengeringan daun pucuk idat dengan cara disangrai. Selanjutnya dihaluskan dan dikemas dalam kertas khusu untuk teh. Teh pucuk idat yang dibuat memiliki rasa yang sedikit masam dan memiliki bau yang khas pucuk idat.

Keywords: Teh, Pucuk Idat, Desa Jada Bahrin

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Robby Gus Mahardika

Jurusan Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Bangka Belitung

Kampus Terpadu UBB Desa Balunijuk Kecamatan Merawang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. 33172

Occa Roanisca

Jurusan Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Bangka Belitung

Kampus Terpadu UBB Desa Balunijuk Kecamatan Merawang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. 33172

Maya Yusnita

Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Bangka Belitung

Kampus Terpadu UBB Desa Balunijuk Kecamatan Merawang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. 33172

References

Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian. One Village One Product (OVOP). Diambil dari: http://ikm.kemenperin.go.id/programmes/capacity-building/one-vilage-one-productovop/
SK Menteri Perindustrian RI No. 521/M-IND/Kep/12/2015 Tentang Penetapan Produk One Village One Product. Diambil dari http://jdih.kemenperin.go.id/site/download_peraturan/2152.
Bangka Pos. 2015. Babel Kembangkan Produk Dengan Program OVOP. Terbit pada tanggal Senin, 30 November 2015. Diambil dari : https://bangka.tribunnews.com/2015/11/30/babel-kembangkan-produk-lokal-dengan-progam-ovop+&cd=1&hl=en&ct=clnk&gl=id
Bangka Pos. 2018. 62 Desa di Bangka Diwajibkan Buat Satu Produk Unggulan. Terbit pada tanggal Kamis, 15 Februari 2018. Diambil dari : https://bangka.tribunnews.com/2018/02/15/62-desa-di-bangka-diwajibkan-buat-satu-produk-unggulan+&cd=1&hl=en&ct=clnk&gl=id
Kusnayadi, H., Merdekawati, A., & Kusumawardani, W., 2019. Pelatihan dan Pendampingan Kelompok Mitra PKM di Desa Leseng, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa. Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat. 5(2):96‒102. https://doi.org/10.29244/ agrokreatif.5.2.96-102
Profil Desa Jada Bahrin Tahun 2018, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Hal. 12-42
Roanisca, O. & Mahardika, G. R., 2017. Skrining Fitokimia dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Aseton Cratoxylum glaucum. Prosiding Seminar AVoER IX Universitas Sriwijaya: pp. 158-163.
Published
2021-01-25
Abstract viewed = 182 times
pdf downloaded = 65 times