PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH GYPSUM TERHADAP NILAI KUAT GESER TANAH LEMPUNG

  • Arif Wibawa Alumni Jurusan Teknik Sipil Universitas Bangka Belitung
  • Endang Setyawati Hisyam Staf Pengajar Jurusan Teknik Sipil Universitas Bangka Belitung

Abstract

Dari berbagai jenis tanah, tanah lempung adalah tanah yang paling banyak ditemukan masalah. Pada kenyataanya tanah lempung bersifat kurang menguntungkan secara teknis untuk mendukung suatu pekerjaan konstruksi. Maka dari itu, diperlukannya perbaikan tanah guna untuk meningkatkan daya dukung tanah, salah satunya adalah dengan stabilisasi perbaikan tanah secara kimiawi. Salah satu parameter yang dapat diketahui apakah tanah tersebut daya dukungnya baik atau tidak bisa dilihat dari nilai kekuatan geser tanah. Kuat geser tanah dapat diketahui dengan pengujian Direct Shear, sehingga dapat diketahui nilai kohesi, dan sudut geser.

Dalam peningkatan kestabilan tanah biasanya digunakan Polyprophylene Polymer (PP) yang harganya cukup mahal. Biaya yang mahal ini mengakibatkan peningkatan dari harga pembangunan. Untuk mengurangi tingginya biaya perbaikan tanah, dalam penelitian ini dilakukan pengujian stabilitas tanah dengan menambahkan limbah gypsum yang diolah menjadi serbuk sebagai bahan pencampur tanah.

Hasil dari pengujian didapat nilai S terbesar terjadi pada sampel tanah yang dicampur dengan limbah gypsum sebanyak 8% dengan waktu pemeraman 14 hari yaitu 61,57 KN/m2. Nilai ini terjadi kenaikan sebesar 116,34% dari sampel tanah asli yang dilakukan pemeraman waktu selama 14 hari. Kenaikan ini terjadi karena gypsum mengandung kalsium yang mengikat tanah bermateri organik terhadap lempung. Gypsum juga lebih menyerap banyak air sehingga membuat campuran limbah dan sampel tanah akan menjadi semakin keras dan kuat, sehingga dapat meningkatkan nilai kohesi tanah yang menjadikan tiap – tiap partikel tanah terikat dengan kuat dan berpengaruh pada peningkatan nilai kuat geser tanah lempung.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Das, Braja M, 1988, Mekanika Tanah (Prinsip-prinsip Rekayasa Geoteknik), Erlangga, Jakarta.

Das, Braja M, 1993, Mekanika Tanah (Prinsip-prinsip Rekayasa Geoteknik), Jilid 2, Erlangga, Jakarta.

Eko, 2011, Stabilitas Tanah Lempung Dengan Menggunakan Kapur Padam, Tugas Akhir, Universitas Bangka Belitung, Bangka.

Hisyam, Endang Setyawati, 2014, Pemanfaatan Limbah Plastik Untuk Stabilitas Lereng, Jurnal Penelitian, Universitas Bangka Belitung, Bangka.

Hisyam, Endang Setyawati, 2013, Pemanfaatan Serat Karung Plastik Untuk Perkuatan Tanah Lempung, Jurnal Penelitian, Universitas Bangka Belitung, Bangka.

Hardyatmo, Hary Christady, 2012, Mekanika Tanah 1 Edisi Ke Enam, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Hardyatmo, Hary Christady, 2011, Analisis dan Perencanaan Fondasi, Cetakan kedua, Gajah Mada University Press, Yogyakarta.

Indah, 2013, Pengaruh Pemanfaatan Limbah Plastik Terhadap Perkuatan Tanah Lempung Pulau Bangka, Tugas Akhir, Universitas Bangka Belitung, Bangka.

Ridwan, 2014, Pengaruh Penambahan Sabut Kelapa Terhadap Perkuatan Tanah Lempung, Tugas Akhir, Universitas Bangka Belitung, Bangka.

Vemmy, dkk, 2013, Pengaruh Penambahan Serbuk Gypsum Dengan Lamanya Waktu Pengeraman (curing) Terhadap Karakteristik Tanah Lempung Ekspansif di
Bojonegoro, Jurnal Penelitian, Universitas Brawijaya Malang, Malang.

Yayuk, Apriyanti. 2013. Perbaikan Tanah secara Mekanis dan Teknik Perbaikan Tanah. Modul Kuliah metode Perbaikan Tanah. Bangka Belitung.
Published
2015-12-10
How to Cite
Wibawa, A., & Hisyam, E. (2015). PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH GYPSUM TERHADAP NILAI KUAT GESER TANAH LEMPUNG. FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil), 3(2), 65-71. https://doi.org/10.33019/fropil.v3i2.1214
Abstract viewed = 250 times
pdf (Bahasa Indonesia) downloaded = 189 times