EKSTRAKSI DAUN PELAWAN (Tristaniopsis merguensis Griff.) DENGAN METODE MICROWAVE ASSISTED EXTRACTION DAN UJI FITOKIMIANYA

  • Sito Enggiwanto
  • Fuspita Istiqomah
  • Kasro Daniati
  • Occa Roanisca
  • Robby Gus Mahardika

Abstract

Pohon pelawan banyak tersebar di hutan-hutan kepulauan Bangka Belitung. Pohon ini telah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat bangka belitung sebagai teh herbal dan obat tradisional. Ekstraksi menjadi hal penting untuk mempertahankan khasiat dari Pelawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi metabolit sekunder secara kualitatif pada ekstrak daun pucuk pelawan (Tristaniopsis merguensis) dengan membandingkan metode Microwave Assisted Extraction (MAE) dengan metode maserasi dalam ekstraksi daun pucuk pelawan (Tristaniopsis merguensis). sampel diperoleh dari Desa Kimak, Kabupaten Bangka, Bangka Belitung. Pengujian metabolit sekunder menunjukkan tidak terdapat perbedaan kandungan antara hasil uji fitokimia menggunakan ekstrak etanol menggunakan metode MAE dan maserasi. Kedua ekstrak mengandung alkaloid, fenol hidrokuinon/tanin, dan flavonoid. Tetapi keberadaan senyawa saponin dan steroid tidak menunjukkan keberadaan senyawa aktif dari ketiga ekstrak pucuk pelawan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa penggunaan metode MAE dapat mengekstrak dengan waktu yang lebih cepat dibandingkan dengan metode maserasi.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2018-10-11
Abstract viewed = 435 times
pdf (Bahasa Indonesia) downloaded = 528 times

Most read articles by the same author(s)