KARAKTERISTIK BRIKET BERBAHAN CAMPURAN CANGKANG BUAH KARET DAN BATANG SENGGANI DENGAN TEKANAN PENCETAKAN 90 PSI

Penulis

  • Elyas Kustiawan Universitas Bangka Belitung
  • Eka Sari Wijianti Universitas Bangka Belitung
  • Saparin Saparin Universitas Bangka Belitung

DOI:

https://doi.org/10.33019/jm.v4i1.449

Kata Kunci:

Biomassa, Briket, cangkang buah karet, batang senggani, tekanan pencetakan briket

Abstrak

Abstrak

 

Briket atau yang lebih dikenal dengan bahan bakar arang merupakan energi biomassa sebagai salah satu bentuk energi alternatif. Briket mempunyai prospek yang bagus untuk dikembangkan karena pembuatannya yang mudah dan ketersediaan bahan baku yang melimpah di alam. Oleh karena itu penelitian ini berupaya membuat briket dengan kombinasi campuran cangkang buah karet dan batang senggani. Kedua bahan tersebut adalah tanaman yang sangat banyak ditemui di wilayah Bangka Belitung, terutama di area perkebunan dan area hutan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui karakteristik briket meliputi kadar air, kadar abu dan nilai kalor sesuai standar mutu SNI 01-6235-2000. Briket dibuat dengan variasi campuran cangkang buah karet : batang senggani yaitu 100%:0%, 75%:25%, 50%:50%, 25%:75%, 0%:100%. Bahan perekat menggunakan tepung kanji sebanyak 10 gram tiap komposisi campuran. Briket dicetak pada tekanan tetap yaitu 90 psi. Untuk mempercepat proses pengeringan, briket dikeringkan dalam oven dengan temperatur 80oC selama 16 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk seluruh variasi komposisi campuran briket, kadar air masih berada di atas 8% (belum memenuhi standar SNI), kadar abu berada di bawah 8% (memenuhi standar SNI) dan nilai kalor di atas 5000 Kal/g (memenuhi standar SNI). Variasi komposisi terbaik adalah komposisi 75% cangkang buah karet dan 25 % kayu senggani dengan nilai kadar air 10,56%, kadar abu 4,19 % dan nilai kalor 6123,23 Kal/g. Hal ini disebabkan karena cangkang buah karet sebagai pembawa sifat karakteristik briket yang lebih baik dibandingkan batang senggani.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

[1] Eka Sari Wijianti, Yudi Setiawan, Hendra Wisastra . 2017, Briket Arang Berbahan Campuran Ampas Daging Buah Kelapa dan Tongkol Jagung. Machine; Jurnal Teknik Mesin Vol. 3 No. 1, Januari 2017. ISSN : 2502-2040, 30 – 35.
[2] Energia. 2013. Lampu Kuning Cadangan Minyak Indonesia. Jakarta: Pertamina Indonesia, 12 (XLVI).
[3] Erik Taurik Septian, Eka Sari Wijianti, Saparin (2017), Pengaruh Variasi Tekanan Pencetakan Terhadap Karakteristik Briket Berbahan Kayu Senggani Dan Kulit Kayu Bakau, Machine; Jurnal Teknik Mesin Vol. 3 No. 2, Juli 2017. P-ISSN : 2502-2040 E-ISSN : 2581-0138, Hal 22 – 29.
[4] Otong Nurhilal, Sri Suryaningsih. (2018), Pengaruh Komposisi Campuran Sabut Dan Tempurung Kelapa Terhadap Nilai Kalor Biobriket Dengan Perekat Molase. Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika Vol. 02, No. 01 (2018) 8 – 14.
[5] Rahmad Hari Purnomo, Haisen Hower , Inka Rizki Padya. 2015. Pemanfaatan Limbah Biomassa untuk Briket Sebagai Energi Alternatif. Prosiding Seminar Agroindustri dan Lokakarya Nasional FKPT-TPI Program Studi TIP-UTM, 2-3 September 2015.
[6] Nahar. 2012. Pembuatan Briket dari limbah Biomassa. Jurnal Reaksi Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Lhokseumawe. Vol. 10 No. 21 : 56-61.

Unduhan

Diterbitkan

2018-09-17

Cara Mengutip

KARAKTERISTIK BRIKET BERBAHAN CAMPURAN CANGKANG BUAH KARET DAN BATANG SENGGANI DENGAN TEKANAN PENCETAKAN 90 PSI. (2018). Machine : Jurnal Teknik Mesin, 4(1), 29-33. https://doi.org/10.33019/jm.v4i1.449

Share

Artikel Serupa

11-20 dari 30

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 > >>