PENGARUH VARIASI WAKTU PADA FERMENTASI LIMBAH SERAI WANGI (Cymbopogon nardus) MENJADI BIOETANOL MENGGUNAKAN Saccharomyces cerevisiae
DOI:
https://doi.org/10.33019/7j0sq445Keywords:
Bioethanol, Cymbopogon nardus, Delignification, Fermentation, ViscosityAbstract
Distilasi serai (Cymbopogon nardus) menghasilkan limbah padat yang berpotensi digunakan sebagai bahan baku untuk produksi bioethanol. Penelitian tentang bioethanol dari limbah serai belum pernah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan waktu fermentasi optimal untuk limbah serai dalam produksi bioethanol dan untuk menentukan karakteristik bioethanol yang dihasilkan dari berbagai waktu fermentasi. Metode penelitian yang digunakan meliputi delignifikasi, hidrolisis, fermentasi, dan distilasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bioethanol dari limbah serai memiliki karakteristik cairan jernih, bening, tanpa endapan, dan berbau alkohol. Nilai pH pada hari ke-3, 4, 5, dan 6 masing-masing sebesar 9,09; 8,14; 8,15; dan 6,94. Nilai viskositas pada hari ke-3 sebesar 1,13 Cp dan tetap konstan pada 1,17 Cp pada hari ke-4, 5, dan 6. Spektrum IR menunjukkan adanya kelompok -OH (alkohol) pada bilangan gelombang antara 3292 hingga 3312 cm-1, kelompok C-H pada bilangan gelombang 2321 hingga 2362 cm-1, kelompok C=O pada bilangan gelombang 1639 hingga 1645 cm-1, dan kelompok C-O pada bilangan gelombang 982 hingga 1040 cm-1. Analisis GCMS menunjukkan adanya etanol pada hari ke-4 dengan konsentrasi 98,39%, waktu retensi 1,399, dan massa molekul 46. Perubahan waktu mempengaruhi produksi dan karakteristik bioethanol yang dihasilkan. Waktu fermentasi optimal dalam studi ini adalah hari ke-4, dengan karakteristik yang memenuhi standar SNI (7390:12).
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Proceedings of SNPPM FT UBB is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.