Policy Implementation on The Standard Size of Blue Swimming Crab (Portunus Spp) Catched on The East Coast of Lampung
DOI:
https://doi.org/10.33019/jour.trop.mar.sci.v9i1.5621Keywords:
Policy Implementation, Size Provisions, Blue Swimming Crab, Sustainable FisheryAbstract
The government issued a policy on crab size provisions to support sustainable fisheries management. However, the policy faces many challenges due to non-compliance by business actors. This study aims to analyze the implementation of the Regulation of the Minister of Marine Affairs and Fisheries No. 7 of 2024 concerning Crab Management on the East Coast of Lampung, namely Muara Gading Mas Village, Margasari Village, Kampung Cabang, Kampung Sungai Burung, and Kampung Kuala Teladas. The approach uses a qualitative approach with a case study method. Data collection was carried out in May - September 2024, with in-depth interviews, participatory observations, focus group discussions, and documentation studies. Analysis of policy implementation to see fishermen's compliance with crab size using the problem tree method. The results of the study show that the causes of the difficulty in implementing crab size provisions are limited supervision and the absence of provisions in the form of sanctions for violations from the authorized agency. The orientation of fishermen's behavior is still focused solely on profit and the limitations of non-selective and destructive fishing technology. The government needs to involve all business actors in the crab business chain to unify perceptions and understanding of regulations as support for increasing fishermen's compliance with sustainable fisheries management policies on the East Coast of Lampung.
Downloads
References
Ani, S. (2017). Implementasi program jaring (jangkau, sinergi, dan guideline) dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan di Provinsi Lampung. Jurnal Ilmiah Administrasi Publik dan Pembangunan, 8(1), 104–112.
Azkia, L. I., Reza, M., & Putri, S. M. E. (2022). Proporsi rajungan layak tangkap pada hasil tangkapan nelayan di Desa Betahwalang, Demak, Jawa Tengah. Journal of Aquatropica Asia, 7(2), 69–77. https://doi.org/10.33019/joaa.v7i2.3421
Budiarto, A., Adrianto, L., & Kamal, M. (2015). Status pengelolaan perikanan rajungan (Portunus pelagicus) dengan pendekatan ekosistem di Laut Jawa (WPPNRI 712). Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia, 7(1), 9–24.
Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung. (2023). Provinsi Lampung dalam angka tahun 2023. Bandar Lampung: Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung.
Cendrakasih, Y. U. (2022). Tata niaga rajungan di wilayah pesisir timur Provinsi Lampung [Disertasi]. Universitas Lampung.
Cendrakasih, Y. U., Yudha, I. G., Febryano, I. G., Rochana, E., Supono, S., Nugroho, T., & Karim, M. (2023). Margin dan pangsa pasar rajungan *Portunus pelagicus* (Linnaeus, 1978) di wilayah pesisir timur Lampung. Journal of Tropical Marine Science, 6(1), 1–10.
Ekawati, A. K., Adrianto, L., & Zairion. (2019). Pengelolaan perikanan rajungan (*Portunus pelagicus*) berdasarkan analisis spasial dan temporal bioekonomi di perairan pesisir timur Lampung. Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia, 11(1), 65–74. https://doi.org/10.15578/jkpi.11.1.2019.65-74
Fajari, Z., Soemarmi, A., & Hananto, U. D. (2016). Pelaksanaan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2015 tentang penangkapan lobster (*Panulirus* spp.), kepiting (*Scylla* spp.), dan rajungan (*Portunus pelagicus* spp.) sebagai upaya pelestarian sumber daya hayati laut. Diponegoro Law Journal, 5(2), 1–15.
Febryano, I. G., Supono, S., Hardian, D., & Damai, A. A. (2021). Cantrang: A dilemma in policy implementation (case in Lampung Bay, Indonesia). Problemy Ekorozwoju–Problems of Sustainable Development, 16(1), 133–142. https://doi.org/10.35784/pe.2021.1.14
Food and Agriculture Organization (FAO). (1995). Tatalaksana untuk perikanan yang bertanggung jawab. Jakarta: Direktorat Jenderal Perikanan, Departemen Pertanian dan Japan International Cooperation Agency (JICA).
Food and Agriculture Organization (FAO). (2002). A fishery manager's guidebook: Management measures and their application. Rome: Food and Agriculture Organization of the United Nations.
Hasan, Y. A. (2021). Hukum laut konservasi sumber ikan di Indonesia. Jakarta: Prenada Media.
Huda, H. M., Wijaya, R. A., Triyanti, R., Sari, Y. D., & Zamroni, A. (2021). Status dan permasalahan pemanfaatan sumber daya rajungan di Indonesia. Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 11(2), 119–126.
Hufiadi. (2017). Selektivitas alat tangkap rajungan (*Portunus pelagicus*) di Laut Jawa (studi kasus alat tangkap Cirebon). Prosiding Simposium Nasional Krustasea, 131–138.
Husni, S., Yusuf, M., Nursan, M., & AFU, F. R. (2021). Pemberdayaan ekonomi nelayan rajungan melalui pengembangan teknologi alat tangkap bubu di Desa Pemongkong Kabupaten Lombok Timur. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 4(4), 347–355.
Ihsan, I., Wiyono, E. S., Wisudo, S. H., & Haluan, J. (2015). Alternatif pengelolaan perikanan rajungan (*Portunus pelagicus*) di perairan Kabupaten Pangkep Sulawesi Selatan. Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia, 7(1), 25–36. https://doi.org/10.15578/JKPI.7.1.2015.25-36
Iksanti, R. M., Redjeki, S., & Taufiq-Spj, N. (2022). Aspek biologi rajungan (*Portunus pelagicus* Linnaeus, 1758) ditinjau dari morfometri dan tingkat kematangan gonad di TPI Bulu, Jepara. Journal of Marine Research, 11(3), 495–505. https://doi.org/10.14710/jmr.v11i3.31258
Indrawasih, R., & Wahyono, A. (2009). Pengoperasian jaring arad di perairan Pantai Utara Jawa: masalah dan penyelesaiannya. Bijak dan Riset Sosek KP, 4(1), 81–91. https://doi.org/10.15578/jsekp.v4i1.5821
Mardhan, N. T., Sara, L., & Asriyana, A. (2019). Analisis hasil tangkapan rajungan (*Portunus pelagicus*) sebagai target utama dan komposisi by-catch alat tangkap gillnet di perairan Pantai Purirano, Sulawesi Tenggara. Jurnal Biologi Tropis, 19(2), 205–213. https://doi.org/10.29303/jbt.v19i2.1217
Mayu, D. H., Kurniawan, K., Wijayanti, D., & Bambang, A. N. (2012). Pemanfaatan model bioekonomi terhadap sumberdaya rajungan (*Portunus pelagicus*) di perairan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology, 17(1), 115–121.
Nugroho, T., Karim, M., Yudha, I. G., & Hidayat, M. (2023). Ekonomi politik tata niaga rajungan di Provinsi Lampung. Bogor: IPB Press.
Panggabean, A. S., & Pane, A. R. P. (2018). Dinamika populasi dan tingkat pemanfaatan rajungan (*Portunus pelagicus* Linnaeus, 1758) di perairan Teluk Jakarta. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia, 24(1), 73–85. https://doi.org/10.15578/jppi.1.1.2018.73-85
Putri, S. H. (2020). Hubungan kerja antara juragan dan anak bagan dalam kehidupan nelayan. Jurnal Sosial Humaniora, 11(1), 15–28.
Putri, W. E., Setyawati, T. R., & Rousdy, D. W. (2021). Kepadatan dan pola sebaran rajungan *Portunus pelagicus* (Linnaeus, 1758) di perairan pesisir Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya. Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia, 1(3), 210–224. https://doi.org/10.29303/jppi.v1i3.343
Rusdianto, S. (2023). Hitam putih negara maritim: Esai-esai kritis kesejahteraan nelayan. Yogyakarta: Pandiva Buku.
Rohadi, Y., Hertati, R., & Kholis, M. N. (2020). Identifikasi alat tangkap ikan ramah lingkungan yang beroperasi di perairan Sungai Alai Kabupaten Tebo Provinsi Jambi. SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan, 4(2). https://doi.org/10.36355/semahjpsp.v4i2.459
Setiyowati, D. (2016). Kajian stok rajungan (*Portunus pelagicus*) di perairan Laut Jawa, Kabupaten Jepara. Jurnal Disprotek, 7(1). https://doi.org/10.34001/jdpt.v7i1.363
Suman, A., Irianto, H. E., Satria, F., & Amri, K. (2017). Potensi dan tingkat pemanfaatan sumber daya ikan di wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia (WPP NRI) tahun 2015 serta opsi pengelolaannya. Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia, 8(2), 97–100. https://doi.org/10.15578/jkpi.8.2.2016.97-100
Suryawati, S. H., Wijaya, R. A., Zamroni, A., Huda, H. M., & Koeshendrajana, S. (2023). Pengelolaan sumber daya perikanan laut berkelanjutan. Jakarta: Penerbit BRIN.
Tresiana, N., & Duadji, N. (2021). Environment and polemic of cantrang ban in Lampung Bay: The importance of stakeholder mapping. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 739, 012007. https://doi.org/10.1088/1755-1315/739/1/012027
Tresiana, N., Duadji, N., Febryano, I. G., Maharani, M. K., & Rahmat, A. (2022). Regulatory impact analysis on mangrove forest in the coastal area of Bandar Lampung. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1027, 012027. https://doi.org/10.1088/1755-1315/1027/1/012027
Yudha, I. G. (2011). Kajian potensi dan pemanfaatan sumberdaya cumi-cumi (*Loligo* spp.) dan upaya pengelolaannya di perairan pesisir Lampung. Jurnal Mitra Bahari, 5(1), 25–45.
Zairion, Z., Purnama, I., & Wardiatno, Y. (2019). Keragaman sumberdaya ikan non target perikanan rajungan di pesisir Lampung Timur. Jurnal Biologi Tropis, 19(1), 8–13. https://doi.org/10.29303/jbt.v19i1.942
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indra Gumay Febryano (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.