Analisis Aspek Reproduksi Kepiting Bakau (Scylla sp.) Di Perairan Kendal, Jawa Tengah

  • Ester Tiurlan Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro
  • Ali Djunaedi Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro
  • Endang Supriyantini Departeman Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Abstract

Kepiting bakau Scylla sp. merupakan salah satu biota laut yang mempunyai nilai ekonomis penting. Penyebarannya hampir di seluruh kawasan pesisir Indonesia, yang memiliki ekosistem mangrove termasuk di perairan Kendal. Banyaknya penangkapan kepiting bakau tanpa memperhatikan ukuran yang layak tangkap. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk memperoleh beberapa aspek reproduksi kepiting bakau Scylla sp. di perairan Kendal, Jawa Tengah. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Februari–Maret 2017, dua minggu sekali selama dua bulan di perairan Kendal, Jawa Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif eksploratif dengan parameter pendukung seperti suhu, salinitas, pH, dan DO. Materi yang digunakan adalah kepiting bakau Scylla sp. Analisis yang digunakan untuk menghitung perbandingan jumlah kepiting bakau jantan dan betina adalah uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi ukuran kepiting bakau mempunyai lebar karapas 81-130 mm, berat 100-350 gram dengan ukuran rata-rata yang tertangkap 99,62 mm, perbandingan jantan dan betinanya 1:2,09. Hubungan lebar karapas dengan berat menunjukkan sifat allometrik positif. Faktor kondisi yang didapatkan adalah 1,0185. Tingkat kematangan gonad kepiting bakau di dominasi oleh TKG II, nilai indeks kematangan gonad pada kepiting bakau betina berkisar antara 6,84% - 18,49%. Tingkat kematangan gonad yang di dominasi oleh TKG II dikarenakan di lokasi penelitian tidak sedang masa pemijahan.

 

Mangrove crab (Scylla sp.) is one of the marine biota that it has value economically important. It spreads in almost all over coastal areas of Indonesia, which has the mangrove ecosystem. Mangrove crab has a high nutritional value. Thus, encouraging people in Kendal to consume a large amount of mangrove crab and reach the local market demand.This led to the occurrence of a lot of mangrove crab catching regardless of the size of the catch.Therefore, this study was conducted to obtain some of reproduction aspects of Scylla sp. in the Kendal waters, Central Java. Sampling was conducted in February-March 2017,every two weeks in two months in Kendal waters, Central Java. The method used in this research was descriptive explorative method with supporting parameters such as temperature, salinity, pH, and DO. The used material was mangrove crab (Scylla sp.). Chi square test was used to analyze and calculate the ratio of male and female mangrove crabs. The results showed that the size composition of mangrove crab had a carbide width of 71-130 mm, weight of 100-350 grams, with average size captured was 99.62 mm, male and female ratio of 1: 2.09. The Relations between width and weight of caparace indicated negative allometric properties. The obtained condition factor was 1.0184767. Maturity level of mangrove crab gonad was dominated by TKG II, gonad index maturity value on female mangrove crab ranged between 6.84% - 18.49%. The maturity level of gonad was dominated by TKG IIbecause the research location was not in the spawning period.

Keywords: Mangrove crab, Scylla sp, Reproduction Aspect, Kendal, Aspek Reproduksi

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arfiati, D., J. Michael, P.S., dan Herawati, E.Y. 2017. Aspek Biologi Kepiting Bakau (Scylla serrata) dari Pengepul Desa Curahsawo, Kecamatan Gending, Probolinggo, Jawa Timur. Prosiding Seminar Nasional Kelautan dan Perikanan III. Universitas Trunojoyo Madura. 7 September 2017. Hal 20-27.

Asmara, H., Etty, R., dan Agus, S. 2011. Analisis Beberapa Aspek Reproduksi Kepiting Bakau (Scylla Serrata) Di Perairan Segara Anakan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Jurnal Matematika, Sains dan Teknologi. 12(1): 31-36.

Badan Pusat Statistik. 2018. Kelautan dan Perikanan dalam Angka Tahun 2016-17. Pusat Data, Statistik dan Informasi, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta.

Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Tengah. 2013. Luas Kawasan Mangrove Per Kabupaten Di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2013 155 hlm.

Effendie. 2002. Biologi Perikanan. Yayasan Pustaka Nusantara. Bogor. 155 hlm.

Gunarto. U., Pirzan, M., dan Daud, R. 2001. Pematangan Gonad Kepiting Bakau, Scylla spp. Di Perairan Mangrove Muara Sungai Cenranae, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia, 7(1): 47-52.

Hasan, I. 2002. Pokok-Pokok Materi Statistik 1 (Statistik Deskriptif). Bumi Aksara. Jakarta.

Hill, B.J. 1982. The Queensland Mud Crab Fishery. Queensland Fish Inf. Australia. 7 hlm.

Kanna, I. 2002. Budidaya Kepiting Bakau: Pembenihan dan Pembesaran. Kanisius.Yogyakarta. 80 hlm.

Kasry, A. 1996. Budidaya Kepiting Bakau dan Biologi Ringkas. Bhatara, Jakarta. 76 hlm.

Khan, M.A. 2014. Some Biological Aspects of The Portunid Crab Scylla serrata (Forsskål, 1775) from Coastal Waters of Karachi, Pakistan. International Journal of Biology and Biotechnology. 11(2-3):177–190.

Knuckey, I. A. 1999. Mud Crab (Scylla serrata) Population Dynamics in the Northern Territory, Australia and Their Relationship to the Commercial Fishery. Thesis. Northern Territory University, Australia. 382 pp.

Overton, J.L., Macintosh, D.J., and Thorpe, R.S. 1997. Multivariate Analysis of The Mud Crab Scylla serrata (Brachiura: Portunidae) from Four Locations in South East Asia. Marine Biology, 128(1):55-62.

Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan. 2015. Penangkapan Lobster Panulirus spp., Kepiting Bakau Scylla spp., dan Rajungan Portunus pelagicus spp. Jakarta (ID): PERMEN – KP. 8 hlm.

Poovachiranon, S. 1992. Biological Studies of the Mud Crab Scylla serrata (Forskal) of the Mangrove Ecosystem in the Andaman Sea. Report of the Seminar on the Mud Crab Culture and Trade. Tokyo University of Agriculture. Japan. 49-57 hlm.

Sara, L., 2000. Habitat and some biological parameters of two species of mud crab Scylla in Southeast Sulawesi, Indonesia. In JSPS-DGHE International 22 Symposium. Sustainable Fisheries in Asia in the New Millenium. pp. 341-346.

Sara, L., Ingles, J.A., Aguilar, R.O., Laureta, L.V., Baldevarona, R.B. and Watanabe, S., 2006. Abundance and Distribution Patterns of Scylla spp. Larvae in the Lawele Bay, Southeast Sulawesi, Indonesia. Asian Fisheries Sciences, 19:331-347.

Serosero, R. 2011. Karakteristik Habitat Kepiting Bakau (Scylla spp) di Perairan Pantai Desa Todowongi Kecamatan Jailolo Selatan Kabupaten Halmahera Barat. Jurnal Ilmiah Agribisnis dan Perikanan. 4(1):69-73.

Setiawan, F. dan Triyanto. 2012. Studi Kesesuaian Lahan untuk Pengembangan Silvofishery Kepiting Bakau di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Limnotek, 19(2):158-165.

Shelley, C. and A. Lovatelli. 2011. Mud Crab Aquaculture a Practical Manual. FAO Fisheries and Aquaculture Technical Paper. 78p

Siahainenia, L. 2008. Bioekologi Kepiting Bakau (Scylla spp.) di Ekosistem Mangrove Kabupaten Subang Jawa Barat.[Disertasi].Sekolah Pascasarjana IPB. Bogor. 246 hlm.

Sianturi, A., Basyuni, M. dan Apandy, Z., 2016. Tingkat Kematangan Gonad Kepiting Bakau (Scylla serrata) di Kawasan Hutan Mangrove Sicanang Kecamatan Medan Belawan Sumatera Utara. Aquacoastmarine, 12(2):38-47.

Sodikin. 2012. Persepsi Masyarakat Petani Tambak terhadap Kelestarian Hutan Mangrove Di Desa Pabean Ilir Kecamatan Pasekan Kabupaten Indramayu. Jurnal Gea. 12(1): 40-48.

Steel, R.G.D. dan Torrie, J.H. 1993. Prinsip dan Prosedur Statistika, suatu Pendekatan Biometrik. Edisi kedua. Diterjemahkan oleh Bambang Sumantri. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta. 748 hlm.

Suryabrata. 1998. Metodologi Penelitian. CV. Rajawali Press, Jakarta.

Widhiastuti, R. 2008. Kepadatan dan Distribusi Kepiting Bakau (Scylla spp.) serta Hubungannya dengan Faktor Fisik Kimia di Perairan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang (Tesis), USU. Medan. 57 hlm.

Published
2019-04-29
Abstract viewed = 585 times
pdf (Bahasa Indonesia) downloaded = 1455 times

Most read articles by the same author(s)