PENGARUH VARIASI TEKANAN PENCETAKAN TERHADAP KARAKTERISTIK BRIKET BERBAHAN KAYU SENGGANI DAN KULIT KAYU BAKAU

Penulis

  • Erik Taurik Septian Universitas Bangka Belitung
  • Eka Sari Wijianti Universitas Bangka Belitung
  • Saparin Saparin Universitas Bangka Belitung

Kata Kunci:

Briket, Kayu Senggani, Kulit Kayu Bakau, kadar air, kadar abu, nilai kalor.

Abstrak

ABSTRAK

 

Tanaman Senggani (Melastoma Candidum D. Don) adalah tumbuhan yang tumbuh liar pada tempat yang mendapat sinar matahari yang cukup, seperti di ladang, di semak belukar dan di tepi rawa yang tidak termanfaatkan sama sekali begitu juga dengan banyaknya limbah arang berupa kulit kayu bakau yang banyak terdapat dipengrajin arang desa Pagarawan yang terbuang sia-sia. Maka dari itu tujuan dari penelitian ini adalah memanfaatkan kedua bahan tersebut sebagai bahan bakar alternative yaitu briket. Sebagai bahan utamanya penelitian ini menggunakan 100% kayu senggani dan 100% arang kulit kayu bakau dengan variasi tekanan 80 Psi, 100 Psi dan 120 Psi. Pengeringan menggunakan oven listrik dengan suhu 600 C selama 24 jam. Penekanan/pengepresan briket, proses ini dimaksudkan agar adonan briket dengan daya guna dan hasil guna yang baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kadar air terendah pada perlakuan dengan tekanan 80 Psi berbahan kulit kayu bakau sebesar 13.85%. Nilai kadar abu terendah pada perlakuan dengan tekanan 100 Psi berbahan kayu senggani sebesar 1.62%. Nilai kalor tertinggi terdapat pada perlakuan dengan tekanan 80 Psi berbahan kulit kayu bakau  sebesar 5366.35 kal/g. Hasil pengujian drop test menunjukkan shatter index briket yang baik, karena tidak hancurnya briket saat dilakukan pengujian setinggi 1.8 m. Hasil briket terbaik didapatkan pada perlakuan 100% arang kayu senggani dengan tekanan 120 Psi menghasilkan kadar abu terendah sebesar 1.62% meski nilai kalornya tidak memenuhi standar.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

[1] Energia. 2013. Lampu Kuning Cadangan Minyak Indonesia. Jakarta: Pertamina Indonesia, 12(XLVI).
[2] Sembiring, Sudiro, Sigit Suroto. 2014. Pengaruh Komposisi Dan Ukuran Serbuk Briket Yang Terbuat Dari Batubara Dan Jerami Padi Terhadap Karakteristik Pembakaran. Jurnal Sains Tech Politeknik Indonusa Surakarta ISSN: 23555009 Vol 2 Tahun 2014. Surakarta.
[3] Budiman, Sukrido, & Harliana. 2010. Pembuatan bio-briket dari campuran bungkil biji jarak pagar (Jatropha curcas l.) dengan sekam sebagai bahan bakar alternatif. Prosiding Seminar Rekayasa dan Proses Tahun 2010, Semarang: Universitas Diponegoro.
[4] Walpole, E Ronald dan Raymond H myers. Ilmu peluang statistika untuk insinyur ilmuan, edisi ke-4, ITB Bandung 1995.
[5] Mangkau, Andi dkk. 2011. Penelitian Nilai Kalor Briket Tongkol Jagung Dengan Berbagai Perbandingan Sekam Padi. Prosiding Hasil Penelitian Fakultas Teknik Universitas Hasanudin. Makassar.
[6] Yuda, Dodi. 2003. Skripsi. Fakultas Pertanian.Universitas Sumatra Utara. Medan.
[7] Asmahwandri. 2016. Pengaruh Jumlah Perekat Terhadap Kualitas Briket Dengan Variasi Campuran Bahan Bambu (Bamboo) Dan Rumput Setaria (Setaria Sphacelata) Jurusan Teknik Mesin Universitas Bangka Belitung 2016.Bangka Belitung.
[8] Jeki. 2016. Karakteristik Briket Dengan Bahan Campuran Kayu Pelawan Dan Batang Resam. Jurusan Teknik Mesin Universitas Bangka Belitung 2016.Bangka Belitung

Unduhan

Diterbitkan

2017-07-03

Cara Mengutip

PENGARUH VARIASI TEKANAN PENCETAKAN TERHADAP KARAKTERISTIK BRIKET BERBAHAN KAYU SENGGANI DAN KULIT KAYU BAKAU. (2017). Machine : Jurnal Teknik Mesin, 3(2), 22-29. https://journal.ubb.ac.id/index.php/machine/article/view/458

Share

Artikel Serupa

1-10 dari 91

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 > >>