The ANALISIS KEKASARAN PERMUKAAN DAN KEBULATAN PADA PEMESINAN DRILL PADUAN MAGNESIUM MENGGUNAKAN METODE TAGUCHI
DOI:
https://doi.org/10.33019/jm.v5i1.736Kata Kunci:
Magnesium AZ31, pemesinan drill, kekasaran permukaan, kebulatan, Metode TaguchiAbstrak
Magnesium merupakan salah satu logam yang mempunyai kelebihan dibandingkan logam lain yaitu memiliki densitas ringan dan mampu mesin yang baik, sehingga material magnesium semakin dikenal luas di bidang industri manufaktur seperti bidang otomotif dan biomedik. Namun bagaimanapun juga magnesium sangat mudah menyala karena magnesium memiliki titik nyala yang rendah dan reaktif terhadap oksigen. Selain dari aspek suhu pemesinan, hal yang harus diperhatikan juga yaitu pada aspek kekasaran permukaan karena dapat mempengaruhi koefisien gesek dari suatu komponen apabila komponen tersebut dipasangkan dengan komponen lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan parameter yang menghasilkan nilai kekasaran dan kebulatan terbaik dan untuk mendapatkan parameter yang paling berpengaruh terhadap kekasaran dan kebulatan pada pemesinan drill paduan magnesium. Pada penelitian ini dilakukan pemesinan drill mengunakan metode Taguchi dengan kondisi pemesinan drill yaitu kecepatan putar (n); 405 rpm dan 890 rpm, gerak makan (f); 0,1 mm/rev dan 0,3 mm/rev, point angle; 45º dan 65º, lubrikan; tidak menggunakan dan minyak kelapa sawit. Jenis pahat yang digunakan adalah pahat twist drill HSS dengan diameter 12 mm. Hasil ANOVA menunjukkan bahwa parameter yang memberikan pengaruh signifikan terhadap kekasaran permukaan adalah lubrikan dengan nilai P 0,003 dan nilai F 86,98, diikuti oleh kecepatan putar dengan nilai P 0,031 dan nilai F 14,86. Sedangkan parameter yang memberikan pengaruh signifikan terhadap kebulatan adalah lubrikan dengan nilai P 0,025 dan nilai F 17,51. Penggunaan kecepatan putar yang tinggi yaitu 890 rpm, gerak makan yang rendah yaitu 0,1 mm/rev, point angle yang besar yaitu 65° dan lubrikan dengan MQL minyak kelapa sawit memberikan hasil kekasaran permukaan dan kebulatan lubang yang terbaik.
Unduhan
Referensi
[2] Burhanuddin, Y., Setiawan F., Harun, S., dan Fitriawan, H. 2015. Pemodelan Penyalaan Pada Proses Bubut Kering Magnesium AZ31 Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan. Proceeding Seminar Nasional Tahunan Teknik Mesin XIV (SNTTM XIV).
[3] Ibrahim, G.A., Subagio, A., Hamni, A., dan Lestari, S.M.P. 2014. Analisa Nilai Kekasaran Permukaan Magnesium AZ31 Menggunakan Metode Taguchi. Jurusan Teknik Mesin. Universitas Lampung. Bandar Lampung.
[4] Saputra, Robby. 2017. Pengaruh Penambahan Pelumas Pada Pemesinan Frais Dengan Metode Pelumasan Berkualitas Minimum (MQL) Terhadap Nilai Kekasaran Permukaan Magnesium AZ31. Skripsi. Jurusan Teknik Mesin. Universitas Lampung. Bandar Lampung.
[5] Basuki, Budi. 2014. Pengaruh Metode Minimum Lubrication Keausan Pahat dan Kekasaran Permukaan Benda Kerja AISI 4340. Jurnal Teknologi, Volume 7, Nomor 2, 112-117.
[6] Chong, K.Z., dan Shih, T.S. 2002. Optimizing Drilling Conditions for AZ61A Magnesium Alloy. Materials transactions, Vol. 43, No. 8 pp. 2148 to 2156.
[7] Embrijakto, R.D. 2018. Kajian Pemesinan Bor Material Magnesium Menggunakan Metode Taguchi. Tesis. Program Pascasarjana Magister Teknik Mesin. Universitas Lampung. Bandar Lampung.
[8] Akhyar, G., Purnomo, B., Hamni, A., Burhanuddin, Y. 2017, The machined surface of magnesium Az31 after ratory turning at air cooling condition, IOP Conference series: Materials Science and Engineering, IOP Publishing.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Makalah yang disampaikan diasumsikan tidak mengandung bahan proprietary yang tidak dilindungi oleh hak paten atau aplikasi paten. Tanggung jawab untuk konten teknis dan untuk perlindungan dari bahan proprietary merupakan tanggung jawab penulis dan organisasi mereka dan bukan tanggung jawab dari machine atau staff redaksinya. Penulis utama (pertama/yang sesuai) bertanggung jawab untuk memastikan bahwa artikel telah dilihat dan disetujui oleh semua penulis lain. Ini adalah tanggung jawab penulis untuk mendapatkan semua izin pelepasan hak cipta yang diperlukan untuk penggunaan setiap materi berhak cipta dalam naskah sebelum pengajuan.




