Peran Gracilaria sp.  Sebagai Fitoremediator Dalam Mereduksi Limbah Pada Instalasi Pengolahan Air Limbah (Ipal) Tambak Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Super Intensif

Authors

  • Nurul Hasanah Magister Manajemen Wilayah Pesisir dan Laut, Pascasarjana, Universitas Lampung Author
  • Agus Setiawan Program Studi Budidaya Perikanan, Jurusan Perikanan dan Kelautan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung Author
  • Munti Sarida Program Studi Budidaya Perikanan, Jurusan Perikanan dan Kelautan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung Author
  • Gregorius Nugroho Susanto Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Lampung Author
  • Qadar Hasani Program Studi Sumberdaya Akuatik, Jurusan Perikanan dan Kelautan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung Author

DOI:

https://doi.org/10.33019/jour.trop.mar.sci.v9i1.6779

Keywords:

instalasi pengolahan air limbah , fitoremediasi, Gracilaria sp., tambak udang

Abstract

Budidaya udang menghasilkan limbah organik sekiranya 48 – 70 kg dengan 30% berasal dari sisa pakan feses khususnya pada sistem budidaya super-intensif. Limbah tersebut dapat memberikan efek serius baik pada lingkungan perairan laut hingga keberlangsungan budidaya. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi beban limbah yakni dengan pengadaan IPAL dan pemanfaatan teknologi fitoremediasi dengan Gracilaria sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas IPAL serta pemanfaatan Gracilaria sp. sebagai fitoremediator IPAL dan pertumbuhannya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober- November 2024 pada kolam sedimentasi IPAL tambak Ruguk secara insitu dengan penanaman Gracilaria sp. pada IPAL 2 dan analisis parameter kimia air dilakukan secara exsitu di laboratorium. Biomassa Gracilaria sp. didapatkan sebanyak 40.787 kg dengan laju pertumbuhan spesifik 376,75%. Konsentrasi rata-rata dari parameter utama kualitas air pada IPAL 1 dan 2 antara lain nitrat (1,03 mg/L dan 1,04 mg/L), fosfat (0,35 mg/L dan 0,28 mg/L), TAN (0,78 mg/L dan 0,25 mg/L), TOM (35,59 mg/L dan 35, 32 mg/L), TSS (175 mg/L dan 151,75 mg/L), dan alkalinitas (303 mg/L dan 251 mg/L). Nilai rata-rata efektivitas total pemanfaatan Gracilaria sp. sebagai agen fitoremediator sebesar 12%.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agustang, Mulyani S, Indrawati E. 2021. Budidaya rumput laut potensi perairan Kabupaten Sinjai Sulawesi Selatan. Gowa: CV Berkah Utami. 77 hlm.

Akmal, Elman A, Marwan, Mutmainna, Raharjo S. 2015. Penggunaan pupuk di grow terhadap pertumbuhan dan kualitas karaginan rumput laut Kappaphycus sp. Journal Muhammadiyah University of Makassar. 4(1): 327 – 336.

Andreyan D, Rejeki S, Ariyati RW, Widowati LL, Amalia R. 2021. Pengaruh salinitas yang berbeda terhadap efektivitas penyerapan nitrat dan pertumbuhan (Gracilaria verrucosa) dari air limbah buididaya ikan kerapu sistem (Epinephelus) sistem intensif. Jurnal Sains Akuakultur Tropis. 5(2): 88-96.

Aubreu MH, Pereira R, Buschmann AH, Sousa-Pinto I, Yarish C. 2011. Nitrogen uptake responses of Gracilaria vermiculophylla (Ohmi) Papenfuss under combined and single addition of nitrate and ammonium. Journal of Experimental Marine Biology and Ecology. 407(2): 190 – 199. doi: 10.1016/j.jembe.2011.06.034.

Azizah MN, Rahman A, Balubi AM. 2018. Pengaruh jarak tanam bibit yang berbeda terhadap kandungan agar rumput laut (Gracilaria verrucosa) menggunakan metode longline di tambak. Media Akuatika. 3(1): 556-563.

Azizah I, Rejeki S, Ariyati RW. 2018. Performa pertumbuhan udang windu (Penaeus monodon) yang dibudidayakan bersama rumput laut (Glacilaria sp.) dengan padat tebar yang berbeda menerapkan sistem Integrated Multi-Throphis Aquaculture (IMTA). Jurnal Sains Akuakultur Tropis. 2(2): 1-11.

Badraeni, Azis HY, Tresnati J, Tuwo A. 2020. Seaweed Gracilaria changii as a bioremediator agent of ammonia, nitrite and nitrate in controlled tanks of whiteleg shrimp Litopenaeus vannamei. IOP Conference Series : Earth and Environmental Science. 546. doi: 10.1088/1755-1315/564/1/012059.

Boyd CE, Green BW. 2002. Coastal water quality monitoring in shrimp farming areas, an example from honduras. Consortium program on shrimp farming and the environment world bank, NACA, WWF and FAO. 29 hlm. https://library.enaca.org/Shrimp/Case/LatinAmerica/Honduras/FinalHondurasWQ.pdf

Boyd CE, Tucker CS, Somridhivej B. 2016. Alkalinity and hardness: critical but elusive concept in aquaculture. Journal of the world aquaculture society. 47(1): 6-41. doi: 10.1111/jwas.12241

Carvahlo A, Costa LCO, Holanda M, Poersch LH, Turan G. 2023. Influence of total suspended solid on the growth of the sea lettuce Ulva lactuca integrated with the pacific white shrimp Litopenaeus vannamei in a bioflov system. Fishes. 8:163. doi: 10.3390/fishes8030163.

Desanti IA, Pramesti R, Sunaryo. 2023. Pertumbuhan rumput laut Gracilaria sp. Dengan kepadatan berbeda pada air limbah pemeliharaan udang intensif. Journal of Marine Research. 12(1): 103–109. doi: 10.14710/jmr.v12i1.35054.

Fanni NA, Rahayu AP, Prihatini ES. 2021. Produksi rumput laut (Gracilaria verrucosa) berdasarkan perbedaan jarak tanam dan bobot bibit di Tambak Desa Tlogosadang, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia. 26(2): 177-183.

Geddie AW, Hall SG. 2019. The effect of salinity and alkalinity on growth and the accumulation of copper and zinc in the Chlorophyta Ulva fasciata. Ecotoxicology and Environmental Safety. 172: 203–209. doi: 10.1016/j.ecoenv.2019.01.088.

Ghosh P, Konar A, Dalal DD, Roy A, Chatterjee S. 2023. Phytoremediation technology: a riview. International Journal of Agriculture and Plant Science. 5(1): 44 – 49.

Gusman E, Oesama, Wiharyanto, D. 2024. Studi hubungan parameter kualitas air dengan kelimpahan bakteri di tambak tradisonal udang windu (Penaeus monodon) di Pulau Tibi, Kalimantan Utara. Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan. 15(2): 198 – 206. doi: 10.35316/jsapi.v15i2.6042.

Handayani DR, Armid, Emiyarti. 2016. Hubungan kandungan nutrien dalam substrat terhadap kepadatan lamun di perairan Desa Lalowaru Kecamatan Moramo Utara. Sapa Laut. 1(2): 42 – 53.

Rahardjo S, Soepardjo AH, Djokosetiyanto D, Alamsyah AT. 2018. Seaweed ultilization for phytoremediation of Litopenaeus vannamei shrimp farming waste in recirculation system (environmentally friendly design of sustainable shrimp culture). Dalam Sustainable Future for Human Security: Environment and Resources (Editor: Benjamin McLellan). Singapore: Springer. Pp 145-158. doi:10.1007/978-981-10-5430-3_12.

Hasni, Mulyani S, Budi S. 2022. Pengaruh rumput laut terhadap peningkatan kualitas air limbah tambak udang intensif. Journal of Aquaculture Environnment. 5(2):41-44. doi: 10.35965/jae.v5i2.2643.

Hui G, Yao J, Sun Z, Duan D. 2014. Effect of temperature, irradiance on the growth of the green alga Cauerpa lentillifera (Bryopsidophyceae, Chlorophyta). Journal of Applied Phycology. 27: 879-885. doi: 10.1007/s10811-014-0358-7.

Ihsan YN, Aprodita A, Rustikawati I, Pribadi TDK. 2015. Kemampuan Gracilaria sp. sebagai agen bioremediasi dalam menyerap logam berat Pb. Jurnal Kelautan. 8(1):10–18. doi: 10.21107/jk.v8i1.807.

Izzati M. 2017. Total organic matter profile in shrimp-seaweeds polyculture system. Advanced Science Letters. 23(3):2361-2363. doi: 10.1166/asl.2017.8666

Jannah RF, Ratnawati, Sunaryo, Widiasa IN. 2023. Performance of an aerated wastewater stabilization pomd for the treatment of cultivation wastewater of pacific white shrimp (Litopenaeus vannamei) grow-out ponds. Reaktor. 23(3):108-115. doi:10.14710/reaktor.23.3.105-115.

Kementerian Kelautan dan Perikanan. 2004. Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 28 tahun 2004 tentang Pedoman Umum Budidaya Udang di Tambak.

Kementerian Kelautan dan Perikanan. 2017. Rancangan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia tahun 2017 tentang Pedoman Umum Budidaya Rumput Laut Kotoni (Eucheuma cottoni) dan Gracilaria (Glcilaria verrucosa).

Kementerian Kelautan dan Perikanan. 2019. Petunjuk Teknis Instalasi Pengolahan Air Limbah Pembesaran Udang. https://www.kkp.go.id/unit-kerja/djpb/publikasi/infografis-detail/instalasi-pengolahan-air-limbah-ipal65f945da329b7.html diakses pada 1 Mei 2024.

Kementerian Kelautan dan Perikanan. 2022. Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia No. 15 tahun 2022 tentang Pedoman Umum Pengembangan Budidaya Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Berbasis Kawasan.

Kementerian Kelautan dan Perikanan. 2022. Data Volume Produksi Perikanan Budidaya Pembesaran per Komoditas Utama (ton). https://statistik.kkp.go.id/home.php?m=prod_ikan_prov&i=2#panel-footer-kpda. Diakses pada 7 Juni 2024.

Khatimah K, Sompa A, Haerunnisa, Zaenab St. 2023. The potential of seaweed Gracilaria sp. an organic waste bioremediation agent. International Journal of Applied Biology. 7(1):15-25.

Komarawidjaja W. 2005. Rumput Laut Glacilaria sp. sebagai Fitoremedian Bahan Organik Perairan Tambak Budidaya. Teknik Lingkungan P3TL-BPPT. 6(2):410-415.

Li J, Xu Y, Deng Y, Hu X, Su H, Wen G, Cao Y. 2025. Purification of intensive shrimp farming effluent by Gracilaria coupled with oysters. Fishes. 10(4):179. doi: 10.3390/fishes10040179.

Masyahoro, Mappiratu. 2010. Respon Pertumbuhan pada Berbagai Kedalaman Bibit dan Umur Panen Rumput Laut Eucheuma cottoni di Perairan Teluk Palu. Media Litbang Suteng. III(2):104-111.

Mbaba KY, Lero OR, Wohangara MGL. 2024. Studi kualitas perairan budidaya rumput laut di Kabupaten Sumba Timur. Kappa Journal. 8(3): 451 – 456. doi: 10.29408/kpj.v8i3.128146.

Mubarok AKU, Zainuri M. 2024. Efektivitas Rumput Laut (Gracilaria sp.) terhadap penurunan nilai kandungan amonia dari air limbah tambak udang di Socah Madura. Juvenil – Jurnal Trunojoyo. 5(1): 96–103. doi: 10.21107/juvenil.v5i1.24421.

Noor NM. 2015. Analisis kesesuaian perairan Ketapang Lampung Selatan sebagai lahan budidaya rumput laut Kappapycus alvarezii. MASPARI Journal. 7(2): 91-100.

Peraturan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Rapublik Indonesia Nomor 1 tahun 2025 tentang Pengolahan Air Limbah Pertambakan Udang.

Prasetiyono E, Bidayani E, Robin, Syaputra, D. 2022. Analisis Kandungan nitrat dan fosfat pada lokasi buangan limbah tambak udang vaname (Litopenaeus vannamei) di Kabupaten Bangka Tengah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Saintek Perikanan: Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Available. 18(2): 73-79. doi:10.14710/ijfst.18.2.73-79.

Rahim M, Rukmana MRA, Landu A, Asni. 2021. Budidaya udang Vaname (Litopenaeus vannamei) super intensif dengan padat tebar berbeda menggunakan sistem zero water discharge. JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research). 5(3):595-602.

Raj R, Manju NK, Fazil TS, Chatterji NS, Anandan R, Mathew S. 2022. Seaweed and its role in bioremediation – a riview. Fishery Technology. 59:147-153.

Ridwan, Hadi F, Basra MS, Hirijal M. 2023. Profil dan kinerja instalasi pengolahan air limbah pada pembesaran udang vaname secara intensif. Prosiding Seminar Nasional Dies Natalis ke-35 Politeknik Pertanian negeri Pangkajene Kepulauan. 251 – 259.

Romadhona B, Yulianto B, Sudarno. 2016. Fluktuasi kandungan amonia dan beban cemaran lingkungan tambak udang vaname intensif dengan teknik panen parsial dan panen total. Jurnal Saintek Perikanan. 11(2): 84-93. doi:10.14710/ijfst.11.2.84-93.

Royan MR, Solim MH, Santanumurti MB. 2019. Ammonia-eleminating potential of Gracilaria sp. and zeolite: a preliminary study of the efficient ammonia eliminator in aquatic environment. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science. pp. 1-9. doi :10.1088/1755-1315/236/1/012002

Setiyorini, Yasa NS, Purwanto J, Prabowo WT, Putra AAMS. 2022. Potensi padatan tersuspensi (TSS) limbah budidaya udang vaname (L. vannamei) sistem biofloc sebagai sumber bahan baku pakan alternatif. Jurnal Universitas Mataram. 2(2): 109 – 120. Doi: 10.29303/jfn.v2i2.1985.

Suhendar DT, Zaidy AB, Sachoemar SI. 2020. Profil oksigen terlarut, total padatan tersuspensi, amonia, nitrat, fosfat dan suhu pada tambak intensif udang vanamei. Jurnal Akuatek. 1(1): 1-11. doi:10.24198/akuatek.v1i1.26679.

Supriyono E, Soelistyowati DT, Adiyana K, Thesiana L. 2022. The effects of alkalinity on production performance and biochemical responses of spiny lobster Panulirus homarus reared in a recirculating aquaculture system. The Israeli Journal of Aquaculture – Bamidgeh. doi: 10.46989/001c.38426.

Susanto AB, Siregar R, Hanisah, Faisal TM, Antoni. 2021. Analisis kesesuaian kualitas perairan lahan tambak untuk budidaya rumput laut (Gracilaria sp.) di Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa. Journal of Fisheries and Marine Research. 5(3): 655–667.

Syah R, Fahrur M, Suwoyo HS, Makmur. 2017. Performansi instalasi pengolah air limbah tambak superintensif. Media Akuakultur. 12(2): 95-103.

Syah R, Makmur, Fahrur M. 2017. Budidaya udang vanname dengan padat penebaran tinggi. Media Akuakultur. 12(1):19-26. doi:10.15578/ma.12.1.2017.19-26.

Trianti CM, Adharini RI. 2020. The utilization of Gracilaria verrucosa as shrimp ponds wastewater biofilter. E3S Web of Conferences. 147. doi: 10.1051/e3sconf/202014702023.

Ullah MR, Islam MA, Khan ABS, Bosu A, Yasmin F, Hasan MM, Islam MM, Rahman MA, Mahmud Y. 2023. Effect of stocking density and water depth on the growth and production of rred seaweed, Gracilaria tenuistipitata in the Kuakata coast of Bangladesh. Aquaculture Reports. doi: 10.1016/j.aqrep.2023.101509.

Watson SB, Whitton BA, Higgins SN, Paerl H W, Brooks BW, Wehr JD. 2015. Harmful algal blooms. Dalam Freshwater Algae of North America (Editor: Wehr J, Sheath R, Kociolek JP). Academic Press. doi:10.1016/B978-0-12-385876-4.00020-7.

Wasielesky W, Atwood H, Stokes A, Browdy CL. 2006. Effect of natural production in a zero exchange suspended microbial floc based super-intensive culture system for white shrimp Litopenaeus vannamei. Aquaculture. 258(1): 396 – 403.

Wibowo AH. 2017. Kebijakan pengendalian Limbah Tambak dengan IPAL Communal. Direktorat Kawasan dan Kesehatan Ikan. Jakarta: Direktorat Jendral Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan. 17 hlm

Widowati LL, Prayitno SB, Rejeki S, Elfitasari T, Purnomo PW, Ariyati RW, Bosma RH. 2021. Organic matter reduction using four densities of seaweed (Gracilaria verucosa) and green mussel (Perna viridis) to improve water quality for aquaculture in Java, Indonesia. Aquatic Living Resources. 34(5). doi: 10.1051/alr/2021002.

Yulianto H, Damai AA, Delis PC, Elisdiana Y. 2017. Spatial analysis to evaluate the suitability oof seaweed farming site in Lampung Bay, Indonesia. Turkish Journal of Fisheries and Aquatic Sciences. 17:1253-1261. doi: 10.4194/1303-2712-v17_6_18.

Zulfarino R, Spanto PI. 2023. Studi peningkatan alkalinitas air pada budidaya udang vaname dengan metode kincir air di Desa Cepokorejo Kecamatan Palang Kabupaten Tuban. Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. 8(2): 1371-1377.

Published

2026-04-20

How to Cite

Peran Gracilaria sp.  Sebagai Fitoremediator Dalam Mereduksi Limbah Pada Instalasi Pengolahan Air Limbah (Ipal) Tambak Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Super Intensif. (2026). Journal of Tropical Marine Science, 9(1), 56-67. https://doi.org/10.33019/jour.trop.mar.sci.v9i1.6779