Kondisi Padang Lamun di Pulau Panjang dan Pulau Lima, Banten
DOI:
https://doi.org/10.33019/jour.trop.mar.sci.v3i2.1928Kata Kunci:
Lamun, Tutupan, Sedimen, BantenAbstrak
Ekosistem padang lamun merupakan salah satu ekosistem laut dangkal yang memiliki fungsi ekologis yang penting dalam menjaga kelestarian keanekaragaman hayati. Ekosistem yang ada di perairan laut dangkal, padang lamun di Indonesia belum banyak diketahui dan bahkan hampir tidak diperhatikan, namun ekosistem ini mempunyai berbagai fungsi penting di perairan laut dangkal. Status kesehatan ekosistem padang lamun dapat ditentukan berdasarkan nilai penutupan (%). Ekosistem padang lamun memiliki beberapa faktor lingkungan yang mempengaruhi seperti suhu, salinitias, pH, kecepatan arus, kedalaman dan komposisi sedimen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengetahui penutupan lamun (%) dan faktor-faktor yang mempengaruhinya di Pulau Panjang dan Pulau Lima, Banten. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2019 dengan menggunakan metode deskriptif dan purposive sampling dalam penentuan lokasinya. Identifikasi dan pengambilan data lamun mengacu pada metode LIPI. Lamun yang ditemukan yaitu Enhalus acoroides dan Thalassia hemprichii dengan nilai penutupan (%) pada Pulau Panjang (11,55–12,5%) dan Pulau Lima (14,21-15,34%). Faktor lingkungan lainnya nilai optimum bagi pertumbuhan lamun yaitu nilai suhu dan kecepatan arus dan dengan ditemukannya jenis komposisi sedimen yaitu pasir dan pasir berlumpur.