Hubungan Kerapatan Padang Lamun Dengan Kelimpahan Makrozoobentos Di Pulau Pramuka
DOI:
https://doi.org/10.33019/jour.trop.mar.sci.v7i2.5300Kata Kunci:
Pulau Pramuka, Kerapatan Lamun, Kelimpahan MakrozoobentosAbstrak
Pulau Pramuka merupakan salah satu pulau yang terdapat di Kepulauan Seribu yang memiliki sejumlah ekosistem laut seperti lamun dan makrozoobentos. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kerapatan lamun dan kelimpahan makrozoobentos. Penelitian ini dilakukan dengan menerapkan metode purpossive sampling untuk menentukan lokasi penelitian pada 3 stasiun dan 3 plot dengan garis transek 50 m dan Product Moment Pearson atau analisis korelasi sederhana untuk menentukan hubungan kerapatan lamun dengan kelimpahan makrozoobentos. Spesies lamun yang ditemukan di Pulau Pramuka membentuk vegetasi campuran dengan 5 spesies lamun dan kerapatan tertinggi adalah Thalassia hemprichii. Makrozoobentos yang ditemukan meliputi kelas Holothuroidea, Bivalvia, dan Gastropoda dengan kelimpahan tertinggi adalah kelas Holothuroidea. Hubungan kerapatan lamun dengan kelimpahan makrozoobentos menunjukkan hubungan yang kuat dengan nilai korelasi 0,997 dan menunjukkan arah garis linier yang positif (+), artinya semakin tinggi nilai kerapatan lamun maka kelimpahan makrozoobentos juga akan semakin tinggi.